Toyota kembali menunjukkan dominasinya di pasar mobil Indonesia pada bulan lalu. Dari sisi retail, merek ini menembus 21.379 unit, sementara angka wholesales-nya mencapai 24.846 unit.
Yang menarik, persaingan justru makin terasa di kubu merek asal China. Jaecoo dan BYD tampil ketat di papan tengah, sedangkan Geely berada di belakang keduanya dengan selisih yang masih cukup terbuka.
Toyota masih jauh di depan
Pencapaian Toyota membuat jarak dengan para pesaingnya tetap lebar. Daihatsu, yang berada di posisi berikutnya, hanya mencatat 11.140 unit wholesales dan 12.531 unit retail.
Dominasi Toyota juga ditopang oleh banyak model yang laris di segmen masing-masing. Kijang Innova masih menjadi penyumbang penjualan terbesar, terutama lewat varian Zenix dan Reborn yang banyak diburu konsumen medium MPV.
Kijang Innova tetap jadi andalan
Popularitas Innova belum luntur karena menawarkan kombinasi harga yang dinilai masih terjangkau, kabin lega, fitur lengkap, dan performa mesin yang optimal. Reborn juga punya daya tarik tersendiri karena masih menjadi satu-satunya MPV diesel yang dijual.
Model lain seperti Avanza ikut membantu menjaga posisi Toyota di pasar. Di sisi lain, Toyota juga mendapat dorongan dari model seperti Yaris Cross HEV yang memperkuat portofolio di segmen elektrifikasi.
Daihatsu bertumpu pada model niaga
Berbeda dengan Toyota, Daihatsu lebih mengandalkan lini mobil murah dan kendaraan niaga ringan. Gran Max menjadi andalan utama dengan penjualan yang melampaui Sigra dan Ayla.
Mobil niaga seperti Gran Max tetap dicari pelaku usaha kecil dan menengah karena dinilai lebih bisa diandalkan. Meski begitu, Sigra masih tercatat sebagai mobil penumpang terlaris Daihatsu.
Suzuki dan Mitsubishi saling mengejar
Di belakang dua merek besar Jepang itu, Suzuki menempati posisi ketiga dengan 5.971 unit retail. Mitsubishi menyusul sangat dekat dengan 5.763 unit, sehingga selisih keduanya hanya sekitar 300 unit.
Honda justru tertinggal cukup jauh dari keduanya dengan 3.646 unit. Jarak ini menunjukkan persaingan di lapisan menengah pasar masih cukup ketat, meski belum ada yang mendekati level penjualan Toyota dan Daihatsu.
Jaecoo dan BYD makin panas
Perhatian lain datang dari Jaecoo yang membukukan retail 3 ribu unit, lalu BYD di belakangnya dengan 2.892 unit. Selisih keduanya tipis, sehingga persaingan antar merek China itu terlihat semakin sengit.
Jaecoo baru menjual tiga model di Indonesia, sementara BYD sudah memiliki lebih dari lima model. Namun, J5 EV justru menjadi model Jaecoo yang paling kuat dan mampu mengungguli tiga model BYD, yakni M6, Sealion 7, dan Atto 1.
Geely ikut masuk daftar
Geely juga tercatat menjual 2.005 unit. Meski baru membawa sedikit produk elektrifikasi ke Indonesia, model EX2 menjadi yang paling diminati dan tampil cukup kompetitif di pasarnya.
EX2 bahkan disebut siap berhadapan dengan rival berat seperti Chery Q. Dengan daftar pemain yang makin ramai, persaingan di pasar mobil Indonesia tampak tidak hanya didominasi merek Jepang, tetapi juga mulai dipanaskan oleh merek-merek China yang terus memperluas jangkauan modelnya.
