Android Bisa Otomatis Putus Panggilan Penipu, Proteksi Baru yang Mengubah Cara Kita Menjawab Telepon

Author: Qoo Media

Google menambahkan lapisan keamanan baru di Android untuk menahan serangan penipuan yang makin licik. Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah kemampuan ponsel memutus otomatis panggilan dari penipu yang menyamar sebagai bank.

Pembaruan ini diumumkan Google dalam ajang Android Show I/O Edition 2026 dan diarahkan untuk melindungi pengguna dari modus yang sering memanfaatkan panggilan palsu, aplikasi berbahaya, dan pencurian kode OTP. Android juga dibuat lebih pintar agar bisa memblokir ancaman secara otomatis, tanpa banyak pengaturan dari pengguna.

Panggilan bank palsu bisa diputus otomatis

Google memperkenalkan fitur bernama verified financial calls atau verifikasi panggilan dari lembaga keuangan. Fitur ini membuat Android memeriksa secara real time apakah panggilan yang masuk benar-benar berasal dari bank atau institusi keuangan resmi.

Jika aplikasi bank yang didukung sudah terpasang dan pengguna sudah login di perangkat, sistem akan mengecek identitas panggilan saat telepon masuk. Bila aplikasi menyatakan panggilan itu bukan dari bank, ponsel akan langsung menutup sambungan telepon.

Langkah ini menyasar phone spoofing, yaitu teknik pemalsuan nomor yang kerap dipakai penipu agar caller ID terlihat seperti nomor resmi bank. Google menyebut kerugian akibat penipuan semacam ini mencapai sekitar US$ 950 juta per tahun secara global.

Cara kerja perlindungan baru di Android

Fitur verifikasi panggilan ini dirancang agar berjalan otomatis pada perangkat yang memenuhi syarat. Google mengatakan fitur tersebut akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan untuk Android 11 ke atas.

Pada tahap awal, dukungan hadir untuk aplikasi perbankan Revolut, Itaú, dan Nubank. Google juga menyebut lebih banyak bank akan ditambahkan pada akhir tahun ini.

Pendekatan ini penting karena banyak korban penipuan percaya pada nomor yang tampak resmi. Dengan verifikasi langsung dari aplikasi bank, Android mencoba memutus jalur manipulasi sebelum pengguna sempat tertipu oleh suara atau tampilan nomor yang meyakinkan.

AI juga dipakai untuk mendeteksi ancaman lain

Selain memutus panggilan palsu, Google memperluas fitur live threat detection di Android. Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini dapat mengenali aplikasi yang mencurigakan, termasuk yang diam-diam meneruskan SMS pengguna.

Sistem ini juga dapat mendeteksi aplikasi yang memanfaatkan izin aksesibilitas untuk menampilkan konten tersembunyi di layar. Pola seperti ini kerap dipakai malware untuk mengelabui pengguna dan menyembunyikan aktivitas berbahaya dari pengawasan.

Google menempatkan fungsi ini sebagai lapisan perlindungan tambahan agar ancaman bisa dikenali lebih cepat. Dengan deteksi berbasis AI, Android tidak hanya menunggu laporan pengguna, tetapi aktif mencari indikasi penyalahgunaan di latar belakang.

Pemantauan dinamis untuk perilaku aplikasi mencurigakan

Google juga menyiapkan dynamic signal monitoring, yaitu sistem yang memantau perilaku aplikasi secara real time. Fitur ini ikut mengawasi aplikasi yang mengubah atau menyembunyikan ikon sebelum berjalan di latar belakang.

Perilaku semacam itu disebut sebagai salah satu teknik umum malware untuk menghindari deteksi. Dengan pemantauan dinamis, Android dapat membaca sinyal mencurigakan sejak awal sebelum aplikasi benar-benar beraksi lebih jauh.

Google menyebut fitur pemantauan ini akan hadir di Android 17 pada sejumlah perangkat tertentu pada paruh kedua 2026. Kehadiran fitur tersebut menunjukkan arah baru keamanan Android yang makin bergantung pada analisis perilaku, bukan hanya daftar ancaman yang sudah dikenal.

Perubahan ini menegaskan bahwa perlindungan Android kini bergerak lebih agresif terhadap penipuan yang memanfaatkan panggilan, SMS, dan aplikasi palsu. Dengan verifikasi panggilan keuangan, deteksi ancaman berbasis AI, dan pemantauan dinamis, Android diposisikan untuk menutup lebih banyak celah yang biasa dipakai penipu dalam menjalankan aksinya.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru