Apple Mulai Uji Chip iPhone Buatan Intel, Tanda Guncangan Besar di Rantai Pasoknya

Author: Qoo Media

Apple disebut mulai menguji produksi chip untuk sejumlah perangkatnya bersama Intel, termasuk untuk lini iPhone. Jika langkah ini berlanjut, keputusan tersebut dapat menjadi salah satu perubahan rantai pasok terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir.

Fokus utama pengujian itu disebut berada pada chip untuk perangkat kelas bawah dan prosesor generasi lama. Di saat yang sama, langkah ini dibaca sebagai upaya Apple mengurangi ketergantungan jangka panjang pada satu pemasok utama ketika permintaan industri semikonduktor terus berubah karena ledakan AI.

Menurut analis Ming-Chi Kuo, Apple sedang menguji produksi chip iPhone, iPad, dan Mac dengan memanfaatkan proses manufaktur 18A-P milik Intel. Dari pengujian yang disebut sedang berjalan itu, porsi terbesar kabarnya diarahkan ke kebutuhan iPhone.

Kuo menyebut pesanan terkait iPhone mencakup hampir 80% dari alokasi uji tersebut. Meski begitu, skala kerja sama ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan rantai pasok Apple secara keseluruhan.

TSMC disebut tetap akan menangani lebih dari 90% pasokan chip Apple. Artinya, Intel untuk saat ini belum menggantikan posisi mitra utama, melainkan lebih berperan sebagai opsi tambahan yang sedang divalidasi.

Mengapa langkah ini penting

Nilai strategis kabar ini tidak hanya terletak pada siapa yang memproduksi chip Apple. Yang lebih besar adalah sinyal bahwa Apple ingin memiliki mitra manufaktur kedua untuk kategori chip tingkat lanjut sebelum tekanan pasokan menjadi lebih berat.

TSMC masih dipandang sebagai pemimpin manufaktur semikonduktor canggih. Namun, lonjakan kebutuhan perangkat AI telah meningkatkan tekanan pada kapasitas produksi industri, sehingga perusahaan besar mulai memikirkan diversifikasi pemasok lebih serius.

Dalam konteks itu, Apple tampaknya tidak ingin terlalu lama bergantung pada satu pihak. Uji coba dengan Intel memberi ruang bagi perusahaan untuk menilai apakah Intel bisa mendukung beberapa kategori produk dalam skala lebih besar di masa depan.

Bagi Intel, pengaturan seperti ini juga sangat penting. Standar Apple yang sangat tinggi dapat membantu meningkatkan kredibilitas ambisi foundry Intel di mata industri jika pengujian tersebut menunjukkan hasil yang memadai.

Masih tahap awal

Meski terdengar besar, rencana ini belum masuk tahap produksi massal. Informasi yang beredar menyebut pengujian skala kecil baru diperkirakan dimulai pada 2026, lalu produksi bertahap dapat meningkat sepanjang 2027 dan 2028.

Jadwal itu menunjukkan bahwa langkah Apple, jika benar, dirancang untuk kebutuhan jangka panjang. Ini bukan perubahan cepat yang akan langsung terasa pada model iPhone premium dalam waktu dekat.

Kendala terbesarnya masih ada pada hasil produksi Intel. Target yield Intel disebut masih berada di kisaran 50% hingga 60%, sehingga kelayakan untuk produksi massal penuh masih belum pasti.

Angka itu penting karena yield menentukan berapa banyak chip yang berhasil diproduksi dengan kualitas yang memenuhi standar. Selama hasilnya belum cukup tinggi, ekspansi pesanan besar akan tetap sulit dilakukan.

Karena itu, pengujian Apple terhadap Intel lebih tepat dibaca sebagai proses evaluasi kapasitas dan konsistensi manufaktur. Apple tampaknya ingin melihat apakah Intel dapat berkembang dari eksperimen awal menjadi mitra yang layak untuk volume produksi yang lebih besar.

Dampaknya untuk iPhone dan perangkat Apple lain

Untuk konsumen, perubahan ini kemungkinan belum terlihat langsung. iPhone premium dan Mac kelas atas diperkirakan masih akan mengandalkan TSMC untuk masa mendatang.

Fokus pengujian yang disebut berada pada chip kelas bawah dan chip lama memperjelas bahwa Apple belum memindahkan produksi silikon paling canggihnya. Produk unggulan perusahaan tampaknya masih akan tetap memakai jalur manufaktur yang sudah mapan.

Namun, fakta bahwa Apple menguji chip buatan Intel untuk iPhone tetap penting. Perubahan kecil dalam tahap awal sering menjadi penanda arah strategi yang lebih besar di industri semikonduktor.

Jika Intel mampu memenuhi standar Apple, peta persaingan foundry bisa ikut berubah. Apple akan memiliki lebih banyak fleksibilitas, sementara Intel mendapatkan peluang langka untuk membuktikan kemampuan proses 18A-P pada pelanggan dengan tuntutan sangat ketat.

Laporan ini tetap perlu dibaca hati-hati karena masih bersumber dari bocoran dan belum dikonfirmasi resmi. Meski demikian, kabar bahwa Apple mulai menguji opsi selain TSMC menunjukkan betapa seriusnya perusahaan dalam menata ulang strategi pasokan chip saat kebutuhan komputasi dan AI terus membentuk ulang industri.

Source: tech.sportskeeda.com
Terbaru