Motorola menaikkan standar Razr entry-level lewat Razr 2026, tetapi langkah itu datang dengan kompromi yang sulit diabaikan. Model baru ini membawa baterai lebih besar, chip lebih baru, dan kamera ultrawide yang jauh lebih baik, namun harganya naik $100 dan kapasitas penyimpanannya justru dipangkas setengah.
Di saat yang sama, Razr 2025 masih bertahan sebagai opsi yang sangat menggoda di kelas ponsel lipat murah. Dengan harga yang kini bisa turun ke kisaran $500 atau kurang, model lama itu tetap menawarkan banyak kesamaan penting dengan penerusnya.
Harga naik, storage turun
Perubahan paling mencolok pada Razr 2026 bukan ada di desain atau layar, melainkan di nilai jualnya. Motorola membanderol ponsel ini di $799, naik dari titik awal $699 yang sebelumnya membantu seri Razr dikenal sebagai ponsel lipat yang relatif terjangkau.
Kenaikan harga itu terasa lebih berat karena Razr 2026 hanya hadir dengan storage 128GB. Razr 2025 justru menawarkan 256GB, sehingga model baru memberi ruang simpan setengah dari pendahulunya.
Kondisi ini membuat posisi Razr 2026 agak unik di pasar. Di satu sisi, ini adalah model dasar Razr yang paling banyak mendapat peningkatan, tetapi di sisi lain justru mundur pada dua hal yang paling mudah dihitung konsumen: harga dan kapasitas penyimpanan.
Motorola disebut terdampak tekanan harga komponen smartphone, sehingga titik harga lama makin sulit dipertahankan. Namun bagi pembeli, perbandingan akhirnya tetap sederhana: membayar lebih mahal untuk ponsel dengan storage lebih kecil.
Peningkatan yang nyata di balik kompromi
Meski begitu, Razr 2026 bukan sekadar pembaruan kecil. Ponsel ini memakai MediaTek Dimensity 7450X, lebih baru dibanding Dimensity 7400X pada Razr 2025, dan dipadukan dengan RAM 8GB.
Keduanya memang masih masuk kategori chipset kelas budget. Namun model 2026 diposisikan memberi performa yang sedikit lebih kencang dan lebih segar untuk pemakaian harian.
Upgrade yang paling terasa dalam penggunaan sehari-hari ada pada baterai. Razr 2026 membawa kapasitas 4,800mAh, naik dari 4,500mAh pada Razr 2025, sementara keduanya sama-sama mendukung pengisian 30W kabel dan 15W wireless.
Sektor kamera juga mendapat perubahan yang lebih jelas dari sekadar angka kecil. Kamera utama belakang tetap 50MP dan kamera selfie internal tetap 32MP, tetapi kamera ultrawide Razr 2026 melonjak ke 50MP dengan sudut pandang 122 derajat dan dukungan autofocus untuk macro.
Sebaliknya, Razr 2025 hanya memakai ultrawide 13MP dengan 120 derajat field of view. Bagi pengguna yang sering memotret pemandangan, grup, atau foto lebar, peningkatan ini menjadi salah satu alasan terkuat untuk melirik model baru.
Razr 2026 juga membawa fitur kamera tambahan seperti Frame Match dan Rotate to Zoom. Fitur-fitur ini belum dipastikan hadir di model lama.
Hampir tidak ada perubahan di desain
Yang membuat selisih harga terasa rumit adalah kemiripan besar di sisi fisik. Razr 2026 dan Razr 2025 punya dimensi yang sama, tebal 15.85mm saat ditutup, serta bobot identik 188 gram.
Ukuran layarnya juga sama. Keduanya memakai layar utama 6.9 inci dan cover screen 3.6 inci, sehingga pengalaman dasar membuka-tutup ponsel dan penggunaan layar luar tidak berubah banyak.
Refresh rate dan tingkat kecerahan pun nyaris identik. Layar utama sama-sama mendukung 120Hz dengan peak brightness 3,000 nits, sedangkan cover screen berjalan di 90Hz dengan peak brightness 1,700 nits.
Di aspek ketahanan, keduanya membawa hinge dengan penguatan titanium dan rating IP48 terhadap debu dan air. Keduanya juga memakai Gorilla Glass pada layar luar, sementara Razr 2026 secara spesifikasi tercatat menggunakan Gorilla Glass Victus serta hinge berstandar MIL-STD 810H.
Motorola tetap mempertahankan identitas warna PANTONE yang menjadi daya tarik seri ini. Razr 2026 hadir dalam PANTONE Hematite, PANTONE Violet Ice, PANTONE Sporting Green, dan PANTONE Bright White, sedangkan Razr 2025 tersedia dalam PANTONE Spring Bud, PANTONE Gibraltar Sea, PANTONE Parfait Pink, dan PANTONE Lightest Sky.
Software dan nilai jangka panjang
Keunggulan lain Razr 2026 ada di sisi umur pakai software. Ponsel ini langsung menjalankan Android 16 dengan Hello UX dan dijanjikan tiga tahun pembaruan Android OS.
Razr 2025 berjalan dengan Android 15 dan hanya menyisakan dua tahun pembaruan Android OS. Untuk pembeli yang ingin memakai ponsel lebih lama, selisih dukungan software ini bisa lebih penting daripada perbedaan desain yang nyaris tidak ada.
Fitur lain di kedua model tergolong setara untuk kelasnya. Keduanya menawarkan speaker stereo dengan Dolby Atmos, 5G, NFC, sensor sidik jari di tombol daya samping, serta face unlock.
Di atas kertas, Razr 2026 memang bergerak maju dalam banyak hal penting. Namun langkah maju itu dibayangi satu langkah mundur besar yang mudah terasa sejak hari pertama pembelian: membayar lebih mahal untuk storage yang lebih kecil.
Itulah sebabnya Razr 2025 masih terlihat sangat relevan. Selama pembeli bisa menerima chipset yang lebih lemah, baterai sedikit lebih kecil, kamera ultrawide yang kalah jauh, dan masa dukungan software yang lebih pendek, model lama ini tetap menjadi pilihan yang sangat kuat di kelas foldable terjangkau.
