Nova Launcher masih tersedia di Google Play dan tetap bisa diunduh gratis. Namun, banyak pengguna Android kini punya tiga alasan kuat untuk berhenti memakainya: iklan yang semakin mengganggu, bug yang makin terasa, dan kekhawatiran privasi yang ikut membesar.
Aplikasi peluncur ini dulu dikenal sebagai salah satu launcher pihak ketiga terbaik di Android karena tingkat kustomisasinya yang sangat luas. Tetapi setelah penjualan ke Instabridge, reputasinya berubah cepat, dan rata-rata rating Nova Launcher turun menjadi 3,1 bintang dari lebih dari 1,37 juta ulasan.
Iklan kini muncul di banyak bagian aplikasi
Salah satu perubahan paling mencolok adalah masuknya iklan ke dalam Nova Launcher. Setelah lama dikenal bebas iklan, aplikasi ini kini menampilkan iklan di area seperti app drawer dan bagian lain yang langsung terlihat pengguna.
Banyak ulasan di Google Play Store menyebut iklan tersebut berukuran besar dan terasa mengganggu. Di Reddit, sebagian pengguna bahkan membandingkan perilaku aplikasi itu dengan spyware karena iklan dinilai terlalu intrusif.
Nova memang masih menawarkan versi premium untuk pengalaman tanpa iklan. Tetapi bagi banyak pengguna, kualitas aplikasi saat ini dianggap tidak lagi sebanding dengan dukungan finansial yang diminta.
Dampaknya terlihat dari pergeseran pengguna yang mulai meninggalkan Nova. Sebagian beralih ke launcher pihak ketiga lain atau kembali ke launcher bawaan ponsel agar tidak terganggu oleh iklan di layar utama.
Masalah stabilitas makin sering dilaporkan
Alasan berikutnya adalah soal performa yang dinilai makin bermasalah. Sejumlah ulasan menyebut layar bisa membeku saat membuka aplikasi atau saat ponsel keluar dari mode tidur.
Ada juga laporan di Reddit tentang versi tertentu yang crash ketika pengguna masuk ke menu pengaturan tertentu. Keluhan lain menyebut ikon bisa saling tumpang tindih saat melakukan pencarian di app drawer.
Tidak semua masalah itu muncul pada versi stabil, karena sebagian mungkin terjadi di versi beta. Meski begitu, banyak ulasan tetap menyebut bug yang muncul setelah Instabridge mengambil alih aplikasi pada Januari.
Situasi ini membuat kepercayaan sebagian komunitas ikut menurun. Bagi pengguna yang mengutamakan kestabilan, launcher bawaan ponsel kini dipandang sebagai pilihan yang lebih aman.
Kekhawatiran privasi ikut membesar
Alasan ketiga berkaitan dengan arah pengembangan berikutnya. Instabridge disebut tengah menyiapkan asisten AI baru yang akan mengumpulkan data dari perangkat dan aplikasi untuk memberi saran, mirip konsep asisten seperti Gemini dan Bixby.
Untuk bekerja lebih akurat, AI itu membutuhkan akses ke data pribadi seperti pengingat dan acara kalender. Namun laporan juga menyebut akses itu dapat mencakup data pesan pribadi dan informasi log panggilan.
Perusahaan menegaskan fitur AI tersebut harus diaktifkan lebih dulu oleh pengguna. Meski begitu, keberadaan fitur itu sendiri sudah cukup membuat sebagian pengguna khawatir soal implikasi privasi yang mungkin muncul.
Ada pula temuan kode pada versi terbaru yang terkait dengan layanan bernama Nova Mobile. Sebagian pihak menduga ini bisa menjadi jalan bagi Instabridge untuk menawarkan layanan lain seperti eSIM dan fitur internet.
Pada akhirnya, Nova Launcher masih hidup secara teknis, tetapi posisinya jelas tidak sekuat dulu. Banyak pengguna lama kini memilih berpindah ke alternatif lain yang tetap bebas iklan, lebih stabil, dan dianggap lebih aman untuk privasi.
