
Gothic 1 Remake akhirnya meluncur setelah lebih dari enam tahun pengembangan, membawa peningkatan visual besar berkat Unreal Engine 5. Namun lonjakan kualitas grafis itu juga datang dengan tuntutan hardware yang tinggi, sehingga pengaturan grafis jadi faktor penting agar permainan tetap mulus.
Bagi pemain PC, kabar baiknya adalah performa game ini masih bisa ditingkatkan cukup signifikan lewat penyesuaian setting. Dengan kombinasi opsi yang tepat, Gothic 1 Remake dapat berjalan lebih stabil tanpa mengorbankan terlalu banyak kualitas visual.
Remake ini dinilai tetap setia pada atmosfer, cerita, dan dunia game aslinya. Di saat yang sama, mekanik gameplay dan pertarungan ikut diperluas dan dimodernisasi, sehingga beban sistem juga terasa lebih berat dibanding versi lama.
THQ Nordic mencantumkan kebutuhan sistem minimum yang sudah tergolong tinggi untuk ukuran game 1080p. Spesifikasi minimumnya mencakup Intel Core i7-7700K atau AMD Ryzen 5 1600X, RAM 16GB, GPU NVIDIA GeForce RTX 2070 atau AMD Radeon RX 6700 XT, VRAM 8GB, DirectX 12, serta SSD dengan ruang kosong 60GB.
Untuk kelas rekomendasi, game ini meminta Intel Core i5-10600K atau AMD Ryzen 5 3600X, RAM 32GB, GPU NVIDIA GeForce RTX 3070 Ti atau AMD Radeon RX 6800 XT, serta VRAM 12GB. Sistem operasi yang didukung adalah Windows 10 atau 11 64-bit.
THQ Nordic tidak merinci target visual dan frame rate resmi untuk dua daftar spesifikasi itu. Namun pengujian di lapangan menunjukkan spesifikasi minimum cukup untuk 1080p 60 FPS pada setting Medium, sedangkan spesifikasi rekomendasi ditujukan untuk 1080p 60 FPS pada setting High.
Meski begitu, performa tidak selalu konsisten di semua situasi. Pada area yang padat NPC dan saat pertarungan berat, frame rate dilaporkan masih bisa turun sedikit di bawah 60 FPS.
Setting terbaik untuk PC high-end
Untuk PC yang memenuhi atau melampaui spesifikasi rekomendasi, pendekatan terbaik adalah menahan beberapa opsi berat sambil mempertahankan elemen visual utama. Kombinasi ini disebut mampu menjaga performa 60 FPS ke atas tanpa penurunan kualitas gambar yang signifikan.
Di menu display, pengaturan yang disarankan adalah monitor utama, mode Borderless, resolusi 1920 x 1080, gamma 2.2, dan field of view 70. HDR sebaiknya dimatikan kecuali monitor benar-benar mendukung HDR dengan baik, sementara VSync dimatikan kecuali layar tidak memiliki FreeSync atau G-Sync.
Batas frame rate bisa diatur ke 60, 60+, atau sesuai preferensi. Untuk upscaler, opsi yang disarankan adalah DLSS, FSR, atau XeSS dengan mode Quality.
Frame Generation Mode disarankan tetap nonaktif. Untuk pengguna GPU Nvidia, Nvidia Streamline Reflex dan Nvidia Reflex Boost disarankan aktif, sementara opsi itu akan nonaktif pada GPU AMD dan Intel.
Pada efek visual, Motion Blur disarankan 0, Bloom 70, Depth of Field 70, Ambient Occlusion 70, dan Sharpening 40. Saturation, Contrast, Brightness, serta Extra Interior Exposure disarankan tetap pada nilai default.
Preset kualitas utama sebaiknya diubah ke Custom. Lalu, View Distance di High, Anti-Aliasing di Gothic, Shadow di Medium, Global Illumination di Medium, Reflection di High, Post-Processing di Low, Texture di High, Effects di Low, Foliage di Gothic, Shading di Medium, Landscape di High, dan Wind di High.
Kombinasi Medium, High, dan Gothic itu disebut cocok untuk mayoritas PC modern dengan RTX 3070 Ti atau RX 6800 XT ke atas. Jika GPU sedikit di bawah spesifikasi rekomendasi, kualitas upscaling disarankan turun ke Balanced.
Setting terbaik untuk PC budget
Untuk PC yang hanya memenuhi spesifikasi minimum, fokus utama berpindah ke stabilitas dan pengurangan stuttering. Karena itu, beberapa opsi visual perlu diturunkan agar performa tetap layak di 1080p.
Pada menu display, rekomendasinya tetap serupa: monitor utama, Borderless, resolusi 1920 x 1080, gamma 2.2, dan field of view 70. HDR disarankan mati, VSync dimatikan kecuali diperlukan, dan frame rate limit bisa dipilih 30, 60, atau mengikuti preferensi pemain.
Upscaler tetap memakai DLSS, FSR, atau XeSS dengan mode Quality. Seperti pada PC high-end, Frame Generation Mode disarankan mati dan opsi Nvidia Reflex dapat diaktifkan pada kartu grafis Nvidia.
Untuk parameter visual umum, Motion Blur 0, Bloom 70, Depth of Field 70, Ambient Occlusion 70, dan Sharpening 40 tetap dipertahankan. Saturation, Contrast, Brightness, dan Extra Interior Exposure juga tetap default.
Perubahan besar ada di preset grafis Custom. View Distance disarankan Low, Anti-Aliasing Medium, Shadow Low, Global Illumination Medium, Reflection Medium, Post-Processing Low, Texture Medium, Effects Low, Foliage Medium, Shading Low, Landscape Medium, dan Wind Low.
Kombinasi Low dan Medium ini dirancang untuk menghasilkan performa setinggi mungkin pada PC lawas atau GPU yang tidak lebih baru. Dalam pengujian, setting tersebut dipakai untuk mengejar 60 FPS atau lebih sambil menjaga kualitas visual tetap cukup baik.
Masalah stuttering masih ada
Penyesuaian setting tidak hanya membantu menaikkan frame rate, tetapi juga disebut mampu mengurangi stuttering secara signifikan pada PC lama. Meski demikian, stuttering belum sepenuhnya hilang di semua konfigurasi.
Artinya, optimasi manual saat ini masih menjadi langkah paling praktis bagi banyak pemain. Pembaruan game berikutnya tetap patut dipantau karena perbaikan resmi dari pengembang berpotensi memberikan kestabilan yang lebih baik, terutama di area padat NPC dan skenario pertarungan berat.
Source: tech.sportskeeda.com








