Mobil Bensin Tersingkir dari 10 Besar Penjualan Mei, Pembeli Kini Berpaling ke EV dan Hybrid

Perubahan besar terjadi di pasar mobil penumpang China pada Mei. Untuk pertama kalinya, tidak ada satu pun mobil bensin murni yang masuk daftar 10 model terlaris bulanan.

Seluruh posisi kini diisi kendaraan listrik murni atau plug-in hybrid. Pergeseran ini menegaskan bahwa dominasi kendaraan energi baru tidak lagi sebatas tren pertumbuhan, melainkan mulai terlihat jelas di level pilihan konsumen massal.

Tanda-tandanya sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun. Pada Januari, tujuh dari 10 mobil terlaris masih menggunakan bensin, lalu turun menjadi lima pada Maret.

Pada April, hanya satu model bensin yang masih bertahan di daftar, yaitu Geely Binyue. Memasuki Mei, jumlah itu turun menjadi nol.

Data pemeringkatan penjualan yang dihimpun Autohome dan Autodext menunjukkan pola yang sama di papan atas. Kedua pelacak pihak ketiga itu menempatkan Geely Star Wish, Tesla Model Y, Xiaomi SU7, Leapmotor A10, dan Li Auto i6 sebagai model yang menempati posisi teratas di kedua daftar.

Meski ada sedikit perbedaan di posisi bawah daftar, keduanya sepakat pada satu hal penting. Tidak ada mesin pembakaran internal murni yang terlihat di 10 besar retail bulan itu.

Dominasi kendaraan energi baru

China Passenger Car Association (CPCA) mencatat penjualan retail mobil penumpang di China mencapai 1,51 juta unit pada Mei. Angka itu turun 22,1% dibanding bulan yang sama tahun lalu, tetapi naik sekitar 9% dibanding April.

Di tengah penurunan pasar secara tahunan, tekanan terbesar justru datang dari mobil berbahan bakar bensin. Meski masih memegang 37,1% pangsa pasar berdasarkan volume pada Mei, kendaraan bensin menyumbang 82% dari total penurunan penjualan tahunan.

CPCA menunjuk harga minyak yang tinggi sebagai salah satu pendorong utama pelemahan ini. Kondisi itu memberi tekanan tambahan pada daya tarik mobil bensin saat konsumen memiliki lebih banyak alternatif elektrifikasi.

Sebaliknya, kendaraan energi baru yang mencakup EV murni dan plug-in hybrid kini menguasai 62,9% penjualan retail mobil penumpang di China. Mei juga menjadi bulan ketiga berturut-turut ketika pangsa kategori ini melampaui 60%.

Angka tersebut penting karena menunjukkan perubahan perilaku pasar yang konsisten, bukan lonjakan sesaat. Ketika pangsa sudah bertahan di atas 60% selama tiga bulan beruntun, arah perpindahan konsumen terlihat makin tegas.

Daftar retail dan maknanya

CPCA tidak merilis peringkat resmi penjualan retail untuk Mei. Karena itu, daftar 10 besar retail yang banyak dibicarakan berasal dari pelacak pihak ketiga.

Meski begitu, daftar tersebut tetap memberi gambaran tentang model yang benar-benar dibawa pulang konsumen. Di titik inilah absennya mobil bensin menjadi sorotan utama, karena yang diukur adalah sisi permintaan akhir.

Lima model yang sama-sama muncul di posisi teratas pada data Autohome dan Autodext memperlihatkan konsentrasi kuat pada kendaraan elektrifikasi. Geely Star Wish, Tesla Model Y, Xiaomi SU7, Leapmotor A10, dan Li Auto i6 menjadi representasi paling jelas dari perubahan selera pasar.

Keberadaan Tesla Model Y dan Xiaomi SU7 juga menunjukkan persaingan yang semakin ketat antara pemain mapan dan pendatang baru di segmen kendaraan listrik. Sementara itu, model dari Li Auto dan Leapmotor menegaskan peran besar merek lokal dalam mendorong pergeseran ini.

Retail berbeda dengan wholesale

Gambaran pasar tidak sepenuhnya sama jika dilihat dari sisi wholesale. Data wholesale mengukur pengiriman dari produsen ke dealer, bukan pembelian akhir oleh konsumen.

Pada sisi ini, BYD mendominasi. BYD Song memimpin daftar wholesale dengan lebih dari 75.000 unit, diikuti Tesla Model Y di kisaran 54.000 unit.

Beberapa model BYD juga muncul di lima besar wholesale. Di daftar ini, sejumlah mobil bensin masih terlihat lebih jauh di bawah, termasuk Chery Tiggo 7 dan Geely Binyue.

Perbedaan antara retail dan wholesale menjadi konteks penting untuk membaca pasar dengan tepat. Mobil bensin belum sepenuhnya hilang dari rantai pasok, tetapi tidak lagi muncul sebagai pilihan utama yang paling banyak dibeli konsumen pada Mei.

Fakta itu membuat perubahan kali ini terasa lebih signifikan daripada sekadar naik turunnya pangsa pasar bulanan. Yang menghilang bukan hanya dominasi mobil bensin, tetapi juga kehadirannya di etalase 10 besar penjualan retail.

Bila tren dari Januari hingga Mei dijadikan patokan, penurunan itu berlangsung sangat cepat. Dalam beberapa bulan, pasar bergerak dari mayoritas model terlaris masih berbahan bakar bensin menjadi tidak ada sama sekali di daftar teratas.

Dengan pangsa kendaraan energi baru yang sudah mencapai 62,9% dan bertahan di atas 60% selama tiga bulan berturut-turut, perubahan struktur pasar semakin terlihat nyata. Mei menjadi momen ketika data retail menunjukkan dengan sangat jelas bahwa pusat gravitasi penjualan mobil penumpang China telah bergeser ke EV dan plug-in hybrid.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait

Back to top button