Trump Phone T1 Asli Amerika Dipertanyakan, Isi dan Rangkanya Disebut Mirip HP Taiwan

Author: Qoo Media

Klaim Trump Phone T1 sebagai ponsel yang “dirancang dan dibuat di AS” kini dipertanyakan setelah hasil pembongkaran perangkat menunjukkan kemiripan kuat dengan HTC U24 Pro. Temuan ini memicu sorotan karena identitas produk tersebut sejak awal dipasarkan dengan penekanan pada nilai dan inovasi Amerika.

Situs perbaikan perangkat iFixit menyebut Trump Phone T1 memiliki banyak kesamaan dengan ponsel buatan HTC, perusahaan teknologi asal Taiwan. Kemiripan itu disebut tidak hanya terlihat dari spesifikasi, tetapi juga dari komponen internal hingga tata letak bagian dalam perangkat.

Trump Phone T1 diluncurkan pada Mei lalu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perangkat ini sebelumnya dipromosikan sebagai produk yang mewakili “American values” sekaligus diklaim sebagai ponsel yang dibuat di Amerika Serikat.

Kemiripan dengan HTC U24 Pro

Menurut iFixit, sebagian besar komponen Trump Phone T1 dan HTC U24 Pro terlihat cukup identik. Organisasi itu juga menilai perbedaan di antara keduanya sangat minim meski dipasarkan dengan identitas yang berbeda.

Di sisi luar, Trump Phone T1 hadir dengan balutan warna emas yang menjadi ciri khas perangkat tersebut. Desain kamera juga disebut sedikit berbeda, begitu pula kapasitas baterainya yang mencapai 5.000 mAh.

Sebagai pembanding, HTC U24 Pro dibekali baterai 4.600 mAh. Namun untuk pengisian daya, HTC U24 Pro justru lebih unggul karena mendukung fast charging 60 watt, sementara Trump Phone T1 hanya 30 watt.

Secara keseluruhan, iFixit menyimpulkan kedua ponsel itu sangat mirip. Penilaian ini memperkuat dugaan bahwa Trump Phone T1 bukan sepenuhnya perangkat yang dibangun dari nol dengan basis produksi berbeda.

Klaim “Made in USA” jadi sorotan

Selain menyoroti kesamaan komponen, iFixit juga mempertanyakan klaim Trump Mobile yang menekankan identitas Amerika pada perangkat tersebut. Saat membongkar unit, mereka menemukan tulisan “Assembled in USA” atau “Dirakit di Amerika Serikat”.

Menurut iFixit, istilah itu tidak sama dengan “Made in USA”. Perbedaan frasa ini penting karena “dirakit di AS” tidak otomatis berarti seluruh komponen dan proses produksinya dilakukan di negara tersebut.

iFixit menilai bila sebuah ponsel benar-benar dibuat di Amerika, maka seluruh komponen utama hingga proses pengerjaan seharusnya dilakukan sepenuhnya di sana. Dalam kasus Trump Phone T1, mereka justru menduga sebagian besar bagian penting perangkat berasal dari sumber produksi yang sama dengan HTC U24 Pro.

Bagian yang dicurigai berasal dari pabrik yang sama di China mencakup chassis dan layar. Sementara proses yang berlangsung di Amerika Serikat diyakini hanya sebatas perakitan akhir, seperti pemasangan baterai dan modul kamera.

Dari temuan itu, iFixit menyimpulkan Trump Phone T1 lebih tepat disebut sebagai ponsel yang dirakit di Amerika Serikat. Kesimpulan ini berbeda dari citra pemasaran yang menonjolkan kesan sebagai produk buatan penuh dari dalam negeri.

Harga juga berdekatan

Kemiripan dua perangkat ini juga menarik jika dilihat dari sisi harga jualnya. HTC U24 Pro dibanderol mulai 467 dollar AS, sedangkan Trump Phone T1 dipasarkan seharga 499 dollar AS.

Selisih harga itu tergolong tipis. Dalam konteks ini, sorotan justru lebih banyak tertuju pada asal-usul perangkat dan klaim manufakturnya ketimbang sekadar perbedaan nilai jual.

Temuan iFixit menambah lapisan baru dalam pembahasan soal label produksi pada perangkat elektronik. Di pasar global yang rantai pasoknya tersebar di banyak negara, perbedaan antara “dirakit” dan “dibuat” menjadi isu yang bisa memengaruhi persepsi publik terhadap sebuah produk.

Kasus Trump Phone T1 menunjukkan bahwa identitas pemasaran sebuah ponsel tidak selalu sejalan dengan struktur produksinya. Ketika komponen, spesifikasi, dan susunan internalnya sangat mirip dengan perangkat lain, klaim soal asal manufaktur pun menjadi lebih mudah diuji lewat pembongkaran teknis.

Source: tekno.kompas.com
Terbaru