Apple tampaknya menyiapkan perubahan penting untuk iPhone Air generasi kedua. Model super-tipis itu disebut akan hadir pada musim semi 2027 dengan upgrade yang paling banyak diminta pengguna, yakni kamera ganda di belakang.
Langkah ini menjadi menarik karena iPhone Air pertama baru dirilis September lalu dan sejak awal diposisikan sebagai iPhone yang sangat ramping. Namun, satu kamera belakang membuatnya terus dibandingkan dengan iPhone 17 yang lebih terjangkau tetapi punya dua lensa.
Perubahan yang paling ditunggu
Menurut Mark Gurman dari Bloomberg, iPhone Air generasi kedua akan menambah lensa kedua sambil mempertahankan desain model saat ini. Fokus utamanya adalah mengatasi keluhan paling konsisten terhadap generasi pertama, yaitu minimnya fleksibilitas kamera.
Keluhan soal daya tahan baterai sempat muncul saat ponsel ini meluncur. Namun, masalah itu disebut sudah banyak mereda karena iPhone Air dinilai cukup awet dipakai antarcharge.
Yang lebih bertahan justru kritik terhadap satu kamera belakang. Sensor 48 megapiksel pada iPhone Air memang memungkinkan hasil setara 12 megapiksel dengan zoom 2x dari area tengah, tetapi kehadiran hanya satu lensa tetap terasa ketika iPhone 17 yang lebih murah menawarkan dua kamera.
Prototipe baru dan fokus ultrawide
Gurman melaporkan bahwa prototipe saat ini berkode V62 dan sudah berada dalam tahap pengujian lanjut. Pada unit itu, Apple menambahkan kamera belakang kedua untuk fotografi ultrawide.
Penambahan ini tidak tampak mudah karena hampir seluruh teknologi iPhone Air dipadatkan di area kamera. Sisa ruang internal perangkat sebagian besar dipakai untuk baterai, sehingga tambahan modul kamera menjadi tantangan teknis yang signifikan.
Apple juga disebut ingin meningkatkan daya tahan baterai pada model baru ini. Karena ruang untuk sel baterai yang lebih besar sangat terbatas, peningkatan efisiensi tampaknya menjadi jalur yang lebih masuk akal.
Di sisi komponen, chip A20 Pro berbasis 2 nanometer disebut akan menjadi andalan perangkat ini. Jika benar dipakai, chip tersebut berpotensi membantu efisiensi dan memberi ruang bagi peningkatan daya tahan tanpa harus memperbesar baterai secara signifikan.
Jadwal rilis dan strategi baru Apple
Laporan itu menyebut iPhone Air generasi kedua tidak akan hadir pada musim gugur ini. Apple justru disebut menyiapkannya untuk musim semi 2027 dalam perubahan jadwal yang cukup berbeda dari pola rilis perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, Apple juga disebut akan merilis iPhone 18 reguler bersama iPhone 18e sebagai model terjangkau. Artinya, Apple tampaknya akan memecah jadwal peluncuran lini iPhone ke dua gelombang berbeda.
Untuk musim gugur, rumor yang beredar menyebut Apple akan lebih dulu meluncurkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan ponsel lipat pertamanya yang kemungkinan disebut iPhone Ultra. Pola ini menunjukkan Apple sedang menata ulang ritme produknya sambil memberi ruang lebih besar bagi model Air.
Pasar ponsel super-tipis masih dicoba lagi
Minat pada ponsel super-ramping sempat terlihat besar, tetapi pasar belum memberi respons yang sepenuhnya meyakinkan. Samsung Galaxy S25 Edge hadir lebih dulu sebelum iPhone Air, namun penjualan yang mengecewakan disebut membuat Samsung tidak melanjutkan model serupa tahun ini.
Apple tampaknya tetap melihat ada peluang di kategori ini. Dengan mempertahankan desain tipis namun menambah kamera kedua dan meningkatkan efisiensi, iPhone Air generasi berikutnya bisa menjadi ujian apakah konsep super-slim masih punya daya tarik besar di pasar smartphone kelas atas.







