Lenovo menempatkan AI sebagai fondasi baru operasional industri lewat Lenovo Tech Day 2026 yang digelar di Jakarta. Melalui ajang ini, perusahaan memperkenalkan One Lenovo Solutions, platform integrasi end-to-end yang merangkai perangkat keras cerdas, infrastruktur server, perangkat lunak, dan layanan purnajual dalam satu ekosistem.
Langkah ini menyasar kebutuhan organisasi di Indonesia yang masih menghadapi jarak antara eksplorasi AI dan penerapan skala besar. Lenovo menilai pendekatan terpadu dapat menyederhanakan adopsi AI, menjaga keamanan data, dan mendorong produktivitas yang lebih terukur di korporasi, pabrik manufaktur, hingga institusi pendidikan.
President Director Lenovo Indonesia, Budi Janto, mengatakan AI kini menjadi kebutuhan strategis bagi berbagai organisasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa ekosistem yang menghubungkan perangkat, infrastruktur, perangkat lunak, dan layanan dapat membantu pelanggan mengadopsi AI dengan lebih percaya diri.
Fokus ke kerja hibrida dan perangkat enterprise
Di sisi perangkat, Lenovo menyoroti kebutuhan ruang kerja modern yang semakin dipengaruhi pola kerja hibrida. Untuk menjawabnya, perusahaan memusatkan pembaruan pada otomasi dan asisten virtual melalui AI Now yang terintegrasi langsung ke perangkat lunak.
Asisten pintar itu dirancang untuk membantu profesional mengelola alur kerja, kolaborasi dokumen, dan otomasi tugas harian secara lebih mulus. Dukungan tersebut datang dari jajaran perangkat enterprise terbaru yang tahan banting dengan standar military-grade.
Dalam pameran itu, Lenovo juga menampilkan ThinkPad T14 Gen 6 dan ThinkSmart One Pro. Keduanya diposisikan untuk mobilitas tinggi sekaligus keamanan data korporat.
Manufaktur jadi arena utama edge AI
Sektor manufaktur mendapat porsi besar dalam demonstrasi Lenovo karena kebutuhan pengolahan data yang cepat dan stabil. Perusahaan memperlihatkan pemanfaatan computer vision dan edge computing untuk analitik real-time yang bisa membantu optimasi rantai pasok dan kontrol kualitas tanpa bergantung penuh pada komputasi awan terpusat.
Salah satu implementasinya adalah Robotic Inspection Solution, sistem kontrol kualitas terotomatisasi berbasis visual AI yang dipantau lewat monitor ThinkVision 27 3D dan layar pemantau 55 inci. Ada pula Miniature Smart Warehouse Solution, simulasi logistik pabrik dalam sandbox yang memetakan rantai pasok dan otomasi inventaris dengan dukungan ThinkPad P1 Gen 8.
Pada skenario computer vision dan edge computing, Lenovo memproses data visual dari kamera keamanan multi-stream secara seketika menggunakan ThinkPad T16. Untuk menopang infrastruktur tepi, perusahaan menyiagakan ThinkEdge SE30, SE50A, dan SE60 Gen 2 agar operasional pabrik tetap stabil nonstop.
Pendidikan dipoles dengan ruang kelas cerdas
Di sektor pendidikan, Lenovo membawa konsep Smart Classroom yang mengusung pendekatan AI-driven education. Konsep ini dirancang untuk membantu institusi menganalisis pola belajar mahasiswa, meningkatkan keterlibatan interaktif, dan menyediakan materi yang lebih adaptif berbasis data.
Solusi kolaboratifnya melibatkan ThinkSmart Hub 2 dan ThinkSmart Cam agar peserta didik jarak jauh mendapat pengalaman visual dan audio yang setara dengan kelas fisik. Untuk perangkat komputasi pengajar dan siswa, Lenovo menampilkan ThinkPad X9 14, ThinkPad X9 15, ThinkPad X1 Carbon Gen 13, dan ThinkPad T16.
Fasilitas visualisasi juga diperkuat dengan ThinkVision 27 3D untuk praktikum spasial, termasuk di fakultas desain dan teknik. Pendekatan ini menempatkan AI bukan hanya sebagai alat otomatisasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang lebih responsif.
Keamanan dan dukungan bisnis disatukan
Lenovo menegaskan bahwa transformasi digital membutuhkan perlindungan yang dibangun sejak level perangkat keras hingga komputasi awan. Karena itu, arsitektur keamanan ThinkShield disematkan untuk mengatur manageability, deployment, dan jaminan rantai pasokan.
Perusahaan juga menambahkan layanan Lenovo Premier Support sebagai penopang kontinuitas bisnis. Layanan ini memberi dukungan teknis menyeluruh hingga 3 tahun dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan pelanggan.
Budi Janto menambahkan bahwa nilai AI tidak ditentukan oleh teknologinya semata, melainkan oleh dampaknya bagi organisasi. Ia menyebut Lenovo terus menghadirkan solusi untuk membuka peluang inovasi baru melalui penerapan AI yang relevan dengan kebutuhan bisnis.







