Sebanyak 145 ribu aparatur sipil negara menjadi target Badan Kepegawaian Negara untuk mendapat pelatihan dan penguatan kapasitas kepemimpinan digital. Program itu dijalankan lewat kolaborasi dengan Microsoft Indonesia, di tengah dorongan besar agar birokrasi Indonesia lebih siap menghadapi era kecerdasan buatan.
Kepala BKN Prof. Zudan menegaskan transformasi birokrasi di era AI bukan lagi pilihan. Menurut dia, perubahan itu sudah menjadi kebutuhan yang harus segera direspons oleh seluruh ASN.
AI jadi tuntutan baru bagi PNS dan PPPK
Prof. Zudan menyebut PNS dan PPPK harus menguasai artificial intelligence. Ia menilai perkembangan AI akan mengubah cara kerja pemerintahan secara fundamental karena banyak pekerjaan administratif dan rutin kini bisa dikerjakan otomatis oleh teknologi.
Karena itu, investasi terbesar yang perlu dilakukan pemerintah adalah membangun ASN yang siap menghadapi era AI. Dengan kesiapan itu, ASN diharapkan mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang profesional, inovatif, dan berbasis data.
Karakter ASN masa depan berubah
Prof. Zudan mengarahkan agar ASN masa depan memiliki karakter agile, digital, dan AI-ready. Ia menekankan ASN tidak cukup hanya bisa memakai teknologi digital, tetapi juga harus punya pola pikir adaptif dan kemauan belajar yang tinggi.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Dalam pandangannya, kemampuan itu akan menentukan kualitas layanan publik di masa mendatang.
Kompetensi ASN ke depan, kata dia, tidak lagi cukup bertumpu pada pemahaman regulasi dan administrasi. ASN juga harus memiliki literasi data, literasi AI, kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah kompleks, serta growth mindset.
Dari pelaksana administrasi ke penggerak solusi
Prof. Zudan menegaskan ASN harus mampu bertransformasi dari pelaksana pekerjaan administratif menjadi aparatur yang lebih analitis dan strategis. Peran itu dibutuhkan agar ASN bisa menghasilkan solusi untuk berbagai persoalan publik.
Dorongan penguatan kapasitas digital ini menjadi penting karena pekerjaan pemerintahan terus bergerak ke arah yang lebih otomatis dan berbasis data. Di saat yang sama, ASN dituntut tetap memberi layanan terbaik kepada masyarakat melalui kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan era AI.
Source: www.jpnn.com






