Pembongkaran Trump Phone T1 memunculkan temuan yang langsung memicu perhatian. Ponsel yang dipromosikan dengan identitas Amerika itu ternyata memiliki banyak kemiripan dengan HTC U24 Pro buatan HTC.
Temuan ini menjadi sorotan karena Trump Phone T1 sebelumnya diluncurkan pada Mei 2026 dengan klaim sebagai produk yang “dirancang dan dibuat di AS”. Setelah perangkat dibuka, fokus perdebatan bergeser dari branding ke asal komponen dan proses pembuatannya.
Hasil pembongkaran iFixit
Situs perbaikan perangkat elektronik iFixit melakukan teardown terhadap Trump Phone T1. Dari hasil pembongkaran itu, iFixit menemukan kemiripan besar pada komponen, spesifikasi, hingga tata letak internal dengan HTC U24 Pro.
Menurut iFixit, perbedaan di antara kedua ponsel itu sangat minim. Secara keseluruhan, perangkat dinilai sangat mirip meski dipasarkan dengan identitas yang berbeda.
Kemiripan itu terlihat dari struktur internal yang disebut cukup identik. Penilaian ini membuat Trump Phone T1 dipandang bukan sebagai perangkat yang benar-benar tampil dengan rancangan internal baru.
Di sisi luar, Trump Phone T1 tetap punya pembeda visual yang jelas. Ponsel ini hadir dengan balutan warna emas yang menjadi ciri khasnya, serta desain kamera yang sedikit berbeda.
Namun, perubahan pada tampilan luar itu tidak mengubah kesan utama dari hasil bongkar perangkat. Sorotan terbesar tetap tertuju pada isi dalam ponsel yang dinilai sangat dekat dengan HTC U24 Pro.
Klaim buatan Amerika dipertanyakan
Isu yang paling sensitif muncul dari klaim asal produksi. Saat membongkar perangkat, iFixit menemukan tulisan “Assembled in USA” atau “Dirakit di Amerika Serikat”.
Menurut iFixit, istilah itu berbeda dari “Made in USA”. Perbedaan istilah ini penting karena “Made in USA” mengandung makna bahwa komponen dan proses pengerjaan dilakukan sepenuhnya di Amerika Serikat.
Dari temuan pembongkaran, iFixit justru menduga sebagian besar komponen utama perangkat tidak berasal dari proses manufaktur penuh di Amerika. Rangka dan layar disebut diduga dibuat di pabrik yang sama di China yang juga memproduksi HTC U24 Pro.
Berdasarkan dugaan itu, proses yang dilakukan di Amerika Serikat diyakini hanya sebatas tahap perakitan akhir. Tahap tersebut antara lain disebut mencakup pemasangan baterai dan modul kamera.
Karena itu, iFixit menilai Trump Phone T1 lebih tepat disebut sebagai ponsel yang dirakit di Amerika Serikat. Penilaian ini berbeda dari kesan bahwa perangkat tersebut sepenuhnya diproduksi di negara itu.
Spesifikasi yang mirip, selisih pada baterai dan pengisian daya
Meski sangat mirip, kedua ponsel tetap memiliki beberapa perbedaan teknis. Salah satu yang paling jelas ada pada kapasitas baterai.
Trump Phone T1 dibekali baterai 5.000 mAh. Sementara itu, HTC U24 Pro memiliki baterai 4.600 mAh.
Perbedaan lain muncul pada sektor pengisian daya. HTC U24 Pro mendukung fast charging 60 watt, sedangkan Trump Phone T1 hanya 30 watt.
Detail ini menunjukkan bahwa Trump Phone T1 bukan salinan yang sepenuhnya sama di setiap aspek. Namun, perbedaan tersebut belum cukup menghapus kesan bahwa basis perangkatnya sangat dekat dengan ponsel HTC.
Harga keduanya juga berdekatan
Perbandingan kedua ponsel ini tidak berhenti pada komponen dan klaim produksi. Dari sisi harga, jarak banderolnya juga tidak terlalu jauh.
HTC U24 Pro dijual mulai 467 dollar AS. Sementara Trump Phone T1 dipasarkan seharga 499 dollar AS, sebagaimana dirangkum dari TechRadar dan Mashable.
Kedekatan harga ini membuat perbandingan keduanya semakin relevan. Konsumen pada akhirnya bukan hanya melihat identitas merek, tetapi juga menilai apakah perbedaan harga sejalan dengan perbedaan perangkat yang ditawarkan.
Peluncuran Trump Phone T1 semula menonjolkan pesan tentang nilai-nilai Amerika dan inovasi domestik. Namun setelah dibongkar, perhatian publik justru tertuju pada kemiripan dengan HTC U24 Pro dan pada istilah “Assembled in USA” yang ditemukan di dalam perangkat.
Source: tekno.kompas.com






