Kenaikan harga RAM kembali mengguncang pasar ponsel, dan dampaknya kini terasa langsung pada lini perangkat murah. Nothing memastikan sub-mereknya, CMF, tidak akan merilis ponsel baru tahun ini setelah penerus CMF Phone 2 Pro dibatalkan.
Keputusan itu menarik perhatian karena CMF dikenal lewat strategi harga agresif. Saat ongkos memori melonjak, ruang untuk menghadirkan peningkatan yang berarti dengan harga tetap terjangkau menjadi semakin sempit.
Co-founder Nothing, Akis Evangelidis, mengonfirmasi pembatalan tersebut lewat unggahan di platform X. Ia menyebut perusahaan sebenarnya sedang menyiapkan penerus CMF Phone 2 Pro, tetapi situasi harga RAM membuat produk itu tidak bisa diwujudkan sesuai standar CMF.
Menurut Evangelidis, masalah utamanya bukan sekadar kenaikan biaya biasa. Nothing menilai mereka tak bisa meracik ponsel yang benar-benar terasa sebagai peningkatan nyata sambil tetap menjaga harga yang masuk akal untuk segmen CMF.
Pernyataan itu menunjukkan tekanan biaya kini tidak hanya memengaruhi margin keuntungan, tetapi juga arah pengembangan produk. Dalam kelas ponsel murah, sedikit kenaikan komponen saja bisa memaksa vendor mengubah spesifikasi, menunda peluncuran, atau bahkan membatalkan proyek.
RAM Jadi Komponen Paling Menekan
Tekanan dari sisi memori sebelumnya juga diungkap CEO sekaligus Co-founder Nothing, Carl Pei. Ia menjelaskan bahwa krisis pasokan memori telah memberi dampak berat pada ongkos produksi ponsel kelas menengah buatan perusahaan.
Pei mencontohkan kondisi pada Nothing Phone (4a). Menurut dia, biaya memori untuk perangkat itu berlipat ganda antara saat pengembangan diputuskan dan ketika ponsel diluncurkan.
Situasinya bahkan belum berhenti di sana. Pei mengatakan biaya memori kembali berlipat ganda setelah peluncuran, sehingga RAM kini menjadi komponen perangkat keras paling mahal dalam sebuah smartphone.
Gambaran itu menjelaskan mengapa lini CMF menjadi salah satu yang paling rentan terkena imbas. Segmen ini bertumpu pada keseimbangan tipis antara spesifikasi, desain, dan harga jual, sehingga lonjakan biaya RAM cepat mengganggu formula produk.
Dalam kondisi seperti itu, produsen harus memilih antara menaikkan harga, menurunkan nilai produk, atau menahan rilis. Nothing tampaknya memilih opsi terakhir agar identitas CMF sebagai ponsel murah tidak berubah setengah hati.
Bukan Masalah yang Dialami Satu Merek
Kenaikan harga memori ternyata tidak hanya memukul pemain yang fokus di pasar budget. Raksasa teknologi seperti Apple juga menghadapi tekanan yang sama di rantai pasok globalnya.
CEO Apple, Tim Cook, pada awal pekan ini menyatakan perusahaannya akan menaikkan harga jual produk akibat tekanan biaya komponen. Ia bahkan menyebut situasi tersebut sudah tidak berkelanjutan.
Konteks ini penting karena menunjukkan masalah RAM bukan gangguan lokal atau kasus terbatas pada satu vendor. Saat perusahaan sebesar Apple ikut terdorong menaikkan harga, beban pada merek yang bermain di kelas harga rendah tentu jauh lebih berat.
Bagi produsen seperti Nothing, tantangannya menjadi berlapis. Mereka tidak hanya harus mengatasi lonjakan biaya, tetapi juga menjaga ekspektasi pengguna yang menuntut peningkatan spesifikasi dari generasi ke generasi.
Jika peningkatan itu tidak bisa diberikan tanpa membuat harga melompat, produk baru justru berisiko kehilangan daya tarik utamanya. Dalam kasus CMF, keputusan untuk menahan peluncuran tampaknya diambil agar merek tidak merilis perangkat yang terasa setengah jadi.
Dampak ke Pasar Ponsel Murah
Pembatalan penerus CMF Phone 2 Pro memberi sinyal bahwa segmen ponsel murah akan menghadapi periode yang lebih rumit. Kenaikan harga RAM bisa membuat ritme peluncuran melambat dan pembaruan spesifikasi menjadi tidak seagresif biasanya.
Di sisi lain, keputusan Nothing juga memperlihatkan bahwa tekanan biaya kini sudah masuk ke tahap strategis. Vendor tidak lagi sekadar menyesuaikan komposisi komponen, tetapi mulai menilai ulang apakah sebuah produk layak dirilis sama sekali.
Meski tidak akan meluncurkan ponsel CMF baru tahun ini, Nothing tidak menutup aktivitas produk lainnya. Evangelidis memastikan perusahaan masih memiliki rencana peluncuran produk lain dalam waktu dekat.
Artinya, absennya penerus CMF Phone 2 Pro bukan tanda lini CMF ditinggalkan sepenuhnya. Namun untuk saat ini, gejolak harga RAM telah cukup kuat untuk menghentikan satu rencana ponsel baru sebelum benar-benar sampai ke pasar.
Source: inet.detik.com






