One of the paling dinanti di kelas ponsel murah akhirnya kandas sebelum sempat lahir. CMF Phone 3 Pro resmi dibatalkan setelah krisis memori global membuat harga komponen sulit dikejar tanpa merusak posisi harga khas CMF.
Kabar ini menjadi pukulan bagi pengguna yang menunggu penerus CMF Phone 2 Pro. Model sebelumnya memang menonjol karena menawarkan kamera telephoto di kelas harga di bawah $300/£250, sesuatu yang sangat jarang ditemui di segmen tersebut.
CMF Phone 2 Pro sendiri meluncur pada April 2025 dan langsung dipandang sebagai salah satu ponsel dengan nilai terbaik di kelasnya. Karena itu, banyak yang berharap penerusnya akan segera hadir dengan peningkatan yang lebih matang dan tetap terjangkau.
Namun, Akis Evangelidis, salah satu pendiri Nothing, mengonfirmasi bahwa ponsel itu sudah dihentikan. Ia menjelaskan bahwa harga memori saat ini membuat CMF tidak bisa membangun perangkat yang terasa benar-benar maju tanpa keluar dari batas harga yang masuk akal.
Krisis memori menekan ponsel murah
Masalah utamanya bukan sekadar biaya produksi yang naik. Pasar NAND flash memory global tengah terguncang, dan dampaknya merembet ke berbagai perangkat yang bergantung pada DRAM dan NAND flash, termasuk kartu memori, penyimpanan portabel, dan ponsel.
Lonjakan permintaan datang dari sektor AI. Pusat data AI menyerap high-bandwidth memory dan SSD berkecepatan tinggi dalam jumlah besar, lalu perusahaan AI memborong stok memori solid-state untuk mendukung kebutuhan komputasi mereka.
Akibatnya, sektor lain harus berebut sisa pasokan memori yang masih tersedia. Saat permintaan naik dan stok menipis, harga ikut terdorong naik, dan tekanan itu terasa paling berat pada produk budget yang harus menjaga harga jual tetap ketat.
Mengapa CMF memilih membatalkan
Bagi CMF, menaikkan harga bukan solusi yang realistis. Produk seperti CMF Phone 3 Pro harus tetap berada di jalur harga yang sama agar tidak kehilangan identitasnya sebagai ponsel bernilai tinggi di kelas terjangkau.
Evangelidis menegaskan bahwa kondisi harga memori sekarang tidak memungkinkan CMF menghadirkan ponsel yang terasa seperti lompatan generasi. Dalam situasi seperti itu, mempertahankan spesifikasi dan pengalaman yang layak sambil tetap menjaga harga rendah menjadi terlalu sulit.
Keputusan membatalkan perangkat ini juga menunjukkan betapa sensitifnya segmen budget terhadap biaya komponen. Sedikit kenaikan saja bisa mengubah strategi produk secara total, terutama jika perangkat tersebut dirancang untuk bersaing lewat harga.
Masih ada produk CMF lain
Meski CMF Phone 3 Pro dibatalkan, Evangelidis mengatakan bahwa produk CMF lain masih tetap direncanakan. Ia bahkan menyebut ada beberapa kategori yang sepenuhnya baru dalam pengembangan.
Masih belum jelas apakah itu berarti CMF akan mencoba lagi di pasar ponsel dengan harga lebih tinggi. Langkah seperti itu berisiko karena bisa masuk ke wilayah pasar Nothing sendiri, sehingga berpotensi menimbulkan tumpang tindih di internal merek.
Untuk saat ini, sinyal yang paling jelas adalah absennya ponsel CMF baru di bawah $300 dalam waktu dekat. Selama krisis RAM dan NAND flash belum mereda, segmen inilah yang tampaknya paling sulit dipertahankan tanpa kompromi besar pada harga atau arah produk.
