Meta resmi mengubah pucuk pimpinan WhatsApp setelah Will Cathcart memutuskan meninggalkan jabatan sebagai head of WhatsApp. Langkah ini membuka babak baru bagi aplikasi perpesanan terbesar di dunia, dengan posisi tersebut kini diisi oleh Kunal Shah, pendiri startup fintech asal India, Cred.
Cathcart menyebut WhatsApp sedang berada dalam posisi terkuat sepanjang sejarahnya sehingga pergantian kepemimpinan terasa tepat. Ia juga menegaskan tetap bertahan di Meta, tetapi akan pindah ke peran baru yang berfokus pada pengembangan produk dari tahap awal.
Cathcart tetap di Meta, tetapi beralih fokus
Pengumuman itu disampaikan Cathcart lewat akun X dan kanal WhatsApp miliknya. Dalam pernyataannya, ia menyoroti pencapaian tim WhatsApp selama masa kepemimpinannya, terutama perluasan enkripsi end-to-end yang kini melindungi lebih dari tiga miliar pengguna.
Enkripsi itu tidak hanya dipakai pada chat pribadi, tetapi juga pada obrolan grup dan perangkat pendamping. Cathcart menilai perluasan sistem keamanan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan WhatsApp di bawah arahannya.
CEO Meta Mark Zuckerberg ikut mengonfirmasi pergantian itu melalui unggahan di Facebook. Ia menyebut Cathcart sebagai salah satu pemimpin paling penting dan efektif di Meta, serta berharap dapat terus bekerja sama dengannya di posisi baru.
Kunal Shah masuk ke kursi pimpinan WhatsApp
Pengganti Cathcart adalah Kunal Shah, tokoh teknologi yang dikenal sebagai pendiri Cred. Zuckerberg menilai Shah membawa mentalitas builder dan pandangan global yang cocok untuk memimpin layanan dengan miliaran pengguna di seluruh dunia.
Cathcart juga memberi penilaian positif terhadap Shah. Ia menyebut pendiri Cred itu berhasil membangun perusahaan menjadi salah satu nama teknologi paling berpengaruh di India dan memahami kebutuhan pengguna layanan Meta sehari-hari.
Shah sendiri dikenal luas di ekosistem startup India. Sebelum Cred, ia mendirikan FreeCharge, platform pembayaran dan isi ulang digital yang kemudian diakuisisi Snapdeal dengan nilai sekitar US$ 400 juta.
Jejak Shah di dunia fintech
Cred berdiri pada 2018 dan menawarkan sistem penghargaan bagi pengguna yang membayar tagihan kartu kredit tepat waktu. Perusahaan yang berbasis di Bengaluru itu awalnya menargetkan pengguna dengan rekam jejak kredit yang baik.
Di bawah kepemimpinan Shah, Cred tumbuh menjadi salah satu merek fintech paling dikenal di India. Layanannya kemudian meluas ke sektor pinjaman dan asuransi, menunjukkan ambisi perusahaan yang lebih besar dari sekadar pembayaran kartu kredit.
Selain sebagai pendiri startup, Shah juga dikenal sebagai investor dan penasihat sejumlah perusahaan rintisan di India maupun Asia Tenggara. Pengalaman itu membuat penunjukannya ke WhatsApp menarik perhatian karena latar belakangnya dekat dengan dunia produk digital dan layanan keuangan.
Transisi di Cred dan masuknya Meta sebagai investor
Seiring perpindahan ke Meta, Shah juga mundur dari peran operasional harian di Cred. Ia menyebut perusahaan sudah siap masuk ke fase pertumbuhan berikutnya dan menempatkan Miten Sampat sebagai CEO interim.
Cred menjelaskan bahwa Meta turut masuk sebagai investor baru dengan dana sebesar US$ 900 juta dan mengambil kepemilikan saham minoritas. Laporan Bloomberg menyebut investasi itu memberi Meta sekitar 20% saham di Cred.
Perusahaan juga menyebut valuasi terbaru Cred berada di kisaran US$ 4,5 miliar setelah pendanaan tersebut. Shah menegaskan Meta tidak memiliki akses terhadap data anggota atau pengguna Cred meski menjadi investor minoritas.
WhatsApp dan arah bisnis Meta
Pergantian kepemimpinan ini terjadi saat WhatsApp semakin penting dalam strategi bisnis Meta. Perusahaan terus mencari sumber pendapatan baru melalui layanan bisnis, iklan, fitur berbayar, dan integrasi kecerdasan buatan.
Meta juga mulai memperluas model langganan berbayar yang mencakup WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Di saat yang sama, perusahaan menguji layanan AI premium untuk menopang diversifikasi pendapatan di luar bisnis iklan.
Kombinasi pengalaman Shah di fintech dan posisi India sebagai pasar terbesar WhatsApp membuat langkah ini dinilai relevan. India tercatat memiliki sekitar 853 juta pengguna WhatsApp, sehingga arah pengembangan layanan pembayaran dan transaksi digital berpotensi semakin menonjol di bawah kepemimpinan baru tersebut.
