Qualcomm Bidik Pasar AI China, Akselerator Baru Dibuat Patuh Aturan AS

Qualcomm sedang bergerak agresif ke pasar infrastruktur AI China dengan strategi yang hati-hati. Perusahaan ini ingin menjadi alternatif serius penyedia chip pusat data tanpa menabrak aturan ekspor Amerika Serikat yang membatasi pasar tersebut.

Langkah itu muncul di tengah pasar China yang terkunci rapat oleh sanksi perdagangan AS. Di saat yang sama, Qualcomm memanfaatkan hubungan kemitraan historis yang sudah lama terbangun di Negeri Tirai Bambu.

Dorong penuh portofolio pusat data

Dalam wawancara dengan Nikkei Asia, CEO Qualcomm Cristiano Amon mengatakan perusahaan akan membawa seluruh portofolio produk pusat data mutakhirnya ke pelanggan di China. Portofolio itu mencakup platform Dragonfly yang baru diperkenalkan, lengkap dengan akselerator AI berkinerja tinggi, CPU pusat data generasi terbaru, silikon kustom, dan konektivitas berkecepatan tinggi.

Salah satu agenda paling penting adalah rencana memproduksi massal akselerator AI versi kustom. Produk itu dirancang khusus untuk pasar China agar tetap patuh pada koridor regulasi ekspor yang ditetapkan pemerintah federal AS.

Andalkan basis bisnis lama di China

Amon menegaskan bahwa Qualcomm punya akar bisnis yang dalam di China. Selama bertahun-tahun, ekosistem ponsel pintar di negara itu menjadi kontributor utama bagi pendapatan global perusahaan.

Jejak itu juga membentuk hubungan erat dengan pabrikan ponsel lokal dan raksasa otomotif di China. Qualcomm menilai modal kemitraan ini bisa diperluas ke sektor infrastruktur pusat data yang nilainya jauh lebih besar.

Produk baru untuk beban kerja AI besar

Ekspansi ini datang setelah Qualcomm meluncurkan jajaran prosesor pusat data terbaru untuk menangani beban kerja AI berskala besar. Di antara produk yang paling disorot adalah akselerator AI250 dengan arsitektur Near-Memory Architecture atau High Bandwidth Cache.

Teknologi itu dipakai untuk membantu mengatasi kelangkaan memori High Bandwidth Memory yang sedang melanda industri semikonduktor global. Fokus utama perangkat kustom ini adalah menjalankan tugas inferensi AI secara optimal, tetapi tetap berada dalam batas teknis yang diizinkan aturan perdagangan internasional.

Respons pasar dinilai positif

Amon mengatakan Qualcomm sudah memiliki versi khusus dari seluruh portofolio produknya yang sejalan dengan pedoman regulasi ekspor. Ia juga menyebut perusahaan sedang aktif berdiskusi dengan sejumlah calon pelanggan di China.

Menurut dia, respons pasar yang diterima sejauh ini sangat positif dan menjanjikan. Kondisi itu membuat Qualcomm percaya diri menavigasi lanskap politik yang rumit di tengah ketegangan dagang global.

Peluang diversifikasi bisnis

Bagi Qualcomm, dorongan ke China bisa menjadi katalis penting untuk diversifikasi bisnis. Perusahaan tidak ingin bergantung penuh pada pasar komponen seluler tradisional yang pertumbuhannya mulai melambat.

Jika strategi ini berhasil, posisi tawar Qualcomm di ekosistem kecerdasan buatan global akan ikut menguat. Langkah tersebut juga menegaskan bagaimana perusahaan multinasional kini mencari celah komersial baru di tengah ledakan investasi AI dan pembatasan perdagangan yang masih ketat.

Source: www.gadgetdiva.id

Terkait