Persaingan smartphone premium pada 2026 tidak lagi hanya soal chipset kencang dan kamera besar. Desain layar kembali menjadi pembeda penting, dan panel lengkung masih memegang peran kuat di kelas flagship.
Bagi banyak pengguna, layar lengkung menawarkan kesan lebih elegan, bezel yang tampak tipis, dan pengalaman menonton yang lebih imersif. Di saat sebagian merek mulai beralih ke layar datar untuk alasan ketahanan dan kemudahan penggunaan, sejumlah model premium tetap mempertahankan karakter ini.
Vivo dan Samsung tetap menonjol
Vivo X200 Pro menjadi salah satu model yang menonjol lewat layar AMOLED Quad-Curved 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Empat sisi panelnya dibuat melengkung agar transisi layar ke bodi terasa lebih halus.
Vivo juga mempertahankan kolaborasi dengan ZEISS pada sektor kamera. Kombinasi desain premium dan kemampuan fotografi kelas flagship membuat perangkat ini tetap relevan di segmen atas.
Samsung Galaxy S23 Ultra juga masih mempertahankan karakter Edge melalui layar AMOLED 6,8 inci dengan refresh rate 120Hz. Lengkungannya dibuat tidak seekstrem generasi lama agar tetap nyaman digenggam.
Pendekatan itu membantu mengurangi risiko sentuhan tidak disengaja yang dulu sempat jadi keluhan pada layar Edge generasi awal. Samsung tetap menjaga kesan premium tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan harian.
Pilihan flagship lain dengan layar lengkung
OnePlus 12 5G hadir dengan panel AMOLED lengkung 6,82 inci, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan sekitar 1.600 nits. Layar ini dirancang agar tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari dan tetap menjaga akurasi warna.
Motorola Edge 50 Ultra 5G menggunakan layar OLED lengkung 3D 6,67 inci dengan refresh rate 144Hz. Perlindungan Corning Gorilla Glass Victus ikut disematkan untuk menunjang penggunaan sehari-hari.
Motorola Edge 60 Pro juga membawa panel pOLED melengkung dengan refresh rate 144Hz. Bentuk simetrisnya membuat bodi terlihat tipis dan genggaman terasa lebih ergonomis saat dipakai lama.
Realme GT 7 Pro menawarkan layar AMOLED 6,7 inci dengan tepian melengkung yang lebih tipis dari banyak kompetitor. Panel ini mendukung 100 persen DCI-P3 dan HDR10+, sehingga cocok untuk menikmati video berkualitas tinggi.
Honor Magic 6 Pro menggunakan layar AMOLED Quad-Curved 6,8 inci dengan lapisan anti-reflektif dan perlindungan kaca yang diperkuat. Perangkat ini juga disebut membawa kamera 100MP dan chipset Snapdragon 8 Gen 3.
Tren desain yang makin fungsional
Xiaomi memilih pendekatan quad-curved yang lebih halus agar tetap memberi kesan premium tanpa mengganggu penggunaan harian. Panel flagship miliknya juga disebut punya kecerahan tinggi, reproduksi warna yang baik, dan resolusi tinggi.
Arah ini menunjukkan bahwa layar lengkung kini tidak lagi sekadar mengejar tampilan mewah. Produsen mulai menekankan fungsi, kenyamanan, dan kualitas visual sekaligus.
Meski tren layar datar terus berkembang, daftar smartphone di atas membuktikan bahwa layar lengkung belum kehilangan pesonanya. Selama produsen mampu menekan risiko sentuhan tidak sengaja dan menjaga ketahanan panel, desain ini masih akan menjadi ciri khas penting di kelas flagship.
