Vivo X Fold6 menempatkan AI dan mode desktop sebagai dua senjata utama untuk pengguna yang membutuhkan smartphone lipat untuk kerja. Perangkat ini dirancang bukan hanya untuk konsumsi hiburan, tetapi juga untuk multitasking, rapat, dan alur kerja profesional.
Di atas kertas, pendekatan itu terlihat jelas lewat OriginOS 6 Fold yang menjadi basis antarmuka perangkat ini. Sistem tersebut membawa AI Workbench, Office Workbench, Tourist Workbench, dan AI Meeting Assistant untuk membantu pekerjaan harian yang padat.
AI Meeting Assistant menjadi salah satu fitur yang paling menonjol karena mampu merekam rapat, membuat transkrip otomatis, dan menyusun notulen dalam berbagai bahasa. Fitur seperti ini menyasar pengguna yang sering berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain tanpa sempat mencatat secara manual.
Dorong produktivitas lewat banyak aplikasi
Vivo juga menyiapkan Atomic Workbench dan Parallel Mode untuk mendukung aktivitas multitasking. Melalui kombinasi ini, pengguna dapat menjalankan hingga lima aplikasi secara bersamaan.
Kemampuan tersebut relevan bagi profesional yang perlu membuka dokumen, pesan, kalender, dan aplikasi rapat dalam satu waktu. Pada perangkat lipat, fleksibilitas seperti ini menjadi nilai tambah karena layar besar bisa dimanfaatkan lebih efektif.
Selain itu, Vivo X Fold6 membawa dukungan PC Mode yang memungkinkan perangkat digunakan layaknya komputer desktop saat dihubungkan ke monitor eksternal. Fungsi ini memberi ruang kerja yang lebih luas saat pengguna membutuhkan tampilan seperti laptop atau PC.
AI untuk tugas lintas aplikasi
Fitur AI Cross Window Drag and Drop memperluas cara kerja lintas jendela di perangkat ini. Fungsi itu dapat mengubah gambar menjadi spreadsheet, menyalin teks dari gambar, menerjemahkan dokumen, dan mengisi formulir secara otomatis.
Kombinasi kemampuan tersebut membuat proses administrasi dan pengolahan data terasa lebih ringkas. Bagi pengguna profesional, efisiensi seperti ini penting karena dapat memangkas langkah kerja yang biasanya dilakukan satu per satu.
Pendekatan Vivo terlihat mengarah pada integrasi antara AI dan produktivitas mobile. Alih-alih hanya menonjolkan bentuk lipat, perangkat ini mencoba menjadikan layar fleksibel sebagai alat kerja yang lebih serius.
Ditopang chipset kelas atas
Di sektor performa, Vivo X Fold6 disebut mengandalkan chipset Dimensity 9500 Super. Optimalisasi AI pada perangkat ini ikut diposisikan sebagai faktor pendukung untuk menjaga kinerja tetap relevan bagi kebutuhan produktivitas dan kreator konten.
Dengan kombinasi tersebut, Vivo X Fold6 diarahkan bukan semata untuk pengguna yang mencari ponsel premium berlayar lipat. Perangkat ini ingin masuk ke segmen yang lebih spesifik, yakni mereka yang membutuhkan ponsel sebagai perangkat kerja utama dalam mobilitas tinggi.
Bagi kreator konten, dukungan AI dan mode desktop juga memberi manfaat praktis. Pengguna dapat mengolah materi, memindahkan data, dan memanfaatkan layar eksternal tanpa harus selalu bergantung pada komputer terpisah.
Vivo X Fold6 pun memperlihatkan arah baru smartphone lipat yang makin dekat dengan kebutuhan kerja modern. Fokusnya bukan hanya pada desain premium, melainkan juga pada kemampuan menjalankan tugas profesional dengan lebih cepat, fleksibel, dan terintegrasi.
