Anthropic Gandeng Samsung, Langkah Baru Menantang Cengkeraman Chip AI Nvidia

Anthropic mulai mempercepat rencana mengembangkan chip AI buatannya sendiri dan kini dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Samsung Electronics. Pembicaraan itu disebut fokus pada peluang memproduksi chip AI khusus dengan teknologi fabrikasi 2 nanometer, yang saat ini menjadi salah satu proses manufaktur paling canggih di industri semikonduktor.

Langkah ini menunjukkan arah baru di industri AI, ketika perusahaan-perusahaan besar semakin berupaya mengurangi ketergantungan pada GPU Nvidia. Selain mengejar efisiensi dan biaya operasional yang lebih rendah di pusat data, pengembangan chip internal juga memberi ruang lebih besar untuk mengatur performa sesuai kebutuhan model AI masing-masing.

Pembahasan masih tahap awal

Laporan The Information yang dikutip TechCrunch menyebut Anthropic sudah mulai berdiskusi dengan divisi foundry Samsung Electronics. Namun, proyek tersebut belum masuk ke tahap desain terperinci, pengujian, atau manufaktur.

Hingga kini, Anthropic juga belum menetapkan fungsi chip yang akan dibuat, cara integrasinya ke server, maupun target performa yang ingin dicapai. Perusahaan masih menimbang berbagai opsi teknis sambil menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan desain chip lain.

Anthropic juga disebut masih mempertimbangkan penggunaan chip dari Microsoft dan startup asal Inggris, Fractile. Hal ini menandakan perusahaan belum mengunci satu arah pengembangan dan masih membuka peluang untuk berbagai skenario infrastruktur AI.

Daya tarik proses 2 nm Samsung

Teknologi fabrikasi 2 nm menjadi salah satu alasan utama Samsung masuk dalam radar Anthropic. Proses ini menawarkan kepadatan transistor yang lebih tinggi, sehingga bisa mendorong efisiensi daya dan meningkatkan performa komputasi.

Samsung juga memiliki kemampuan advanced packaging yang memungkinkan prosesor ditempatkan lebih dekat dengan chip memori. Pendekatan ini dapat memangkas hambatan transfer data dan mempercepat komunikasi antarkomponen, yang sangat penting untuk beban kerja AI berskala besar.

Anthropic dilaporkan ikut mengkaji arsitektur chip, tingkat performa, dan metode integrasi ke infrastruktur server AI. Artinya, pembicaraan yang berlangsung tidak hanya soal produksi, tetapi juga soal rancangan teknis yang sesuai dengan kebutuhan komputasi perusahaan.

Langkah internal diperkuat rekrutmen baru

Keseriusan Anthropic dalam membangun kemampuan perangkat keras juga terlihat dari perekrutan Clive Chan, salah satu anggota awal tim chip OpenAI. Chan sebelumnya menjadi orang kedua yang bergabung dalam tim perangkat keras OpenAI dan terlibat dalam proyek chip internal sejak awal.

Chan mengumumkan kepindahannya ke Anthropic melalui platform X pada 6 Juni. Kehadirannya dinilai dapat memperkuat kemampuan perusahaan dalam membangun tim pengembangan hardware AI yang lebih matang.

Rekrutmen ini penting karena pengembangan chip AI membutuhkan kombinasi keahlian desain semikonduktor, integrasi sistem, dan pemahaman beban kerja model AI. Dengan pengalaman Chan, Anthropic mendapat tambahan tenaga dari sosok yang pernah terlibat langsung dalam proyek serupa di OpenAI.

Dana besar dan sinyal dari Samsung

Ambisi Anthropic juga ditopang pendanaan jumbo. Pada 28 Mei, perusahaan menutup pendanaan Seri H senilai US$ 65 miliar yang dipimpin bersama oleh Altimeter Capital, Dragoneer, Greenoaks, dan Sequoia Capital.

Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron ikut bergabung sebagai mitra infrastruktur strategis dalam putaran itu. Setelah pendanaan tersebut, valuasi Anthropic mencapai sekitar US$ 965 miliar dan disebut melampaui valuasi OpenAI yang diperkirakan berada di kisaran US$ 852 miliar.

Dalam pengumuman pendanaan itu, Anthropic juga menyebut tiga produsen memori terbesar dunia berperan penting dalam penyediaan chip logika untuk infrastrukturnya. Fakta bahwa Samsung menjadi satu-satunya mitra di kelompok itu yang memiliki bisnis foundry membuat pasar menaruh perhatian lebih pada peluang kerja sama produksi chip AI khusus.

Samsung berpeluang memperluas bisnis foundry

Jika kesepakatan produksi terwujud, Samsung akan menambah daftar klien strategis di bisnis foundry-nya. Perusahaan sebelumnya telah bekerja sama dengan pelanggan besar seperti Tesla dan Apple, sementara Google juga disebut mempertimbangkan Samsung untuk sebagian chip Tensor Processing Unit generasi berikutnya.

Peluang itu penting karena pasar foundry AI masih didominasi TSMC asal Taiwan. Samsung bisa mendapat posisi lebih kuat jika berhasil membuktikan kemampuan produksinya, terutama di segmen chip AI yang terus tumbuh.

Namun, tantangannya tetap besar. The Information menilai performa proses 2 nm akan menjadi penentu, karena Samsung sebelumnya sempat menghadapi persoalan yield atau tingkat keberhasilan produksi chip bebas cacat pada beberapa proses manufaktur.

Sejumlah pelaku industri juga menyebut Samsung Foundry kini menerapkan seleksi proyek yang lebih ketat. Perusahaan disebut memprioritaskan pelanggan dan proyek yang paling menjanjikan, bukan lagi menerima semua pesanan secara terbuka seperti sebelumnya.

Persaingan chip AI semakin luas

Rencana Anthropic muncul di tengah persaingan ketat antarpemain teknologi untuk membangun chip AI sendiri. Google sudah lama memakai TPU internal, sementara Amazon Web Services mengembangkan chip Trainium untuk melatih model AI.

OpenAI juga baru saja memperkenalkan chip inferensi pertamanya bernama Jalapeño, hasil kerja sama dengan Broadcom. Chip itu diumumkan pada 24 Juni dan ditargetkan mulai digunakan tahun ini.

OpenAI menyebut Jalapeño menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi dengan performa per watt yang lebih baik dibanding sejumlah chip pesaing. CEO Broadcom, Hock Tan, bahkan mengatakan Jalapeño baru permulaan dari roadmap chip AI multigenerasi.

Perkembangan itu memperlihatkan semakin banyak perusahaan AI berusaha keluar dari ketergantungan pada GPU Nvidia. Meski begitu, Nvidia tetap menjadi pemain dominan di pasar akselerator AI dan masih memegang pangsa sekitar 74%, sehingga kebutuhan akan alternatif chip internal terus menguat di kalangan pengembang model besar.

Anthropic sendiri menegaskan rencana chip internalnya tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh perangkat keras yang sudah digunakan. Perusahaan menyatakan strategi komputasinya tetap akan mengandalkan GPU Nvidia, TPU Google, dan chip Trainium milik AWS sebagai bagian penting dari sumber daya komputasi ke depan.

Source: www.beritasatu.com
Terkait