Tecno Gandeng Angélica Dass, 100 Potret Ini Ingin Membuat Kamera Melihat Manusia Apa Adanya

Tecno memperluas upayanya dalam isu representasi warna kulit di kamera digital lewat inisiatif baru bertajuk “100 Portraits of Becoming”. Program ini dijalankan bersama seniman visual asal Brasil, Angélica Dass, dengan target memotret 100 orang di lima negara dalam rentang dua tahun.

Langkah ini menarik perhatian karena tidak hanya menyoroti sisi teknis kamera, tetapi juga membawa isu pengenalan identitas ke ranah yang lebih manusiawi. Tecno menempatkan proyek ini sebagai kelanjutan dari misinya untuk membuat kamera digital yang mampu menangkap kualitas unik setiap orang yang berada di depan lensa.

Proyek dimulai pada 6 Juli di Nairobi, Kenya. Sesi pemotretan perdana menampilkan para wirausaha lokal, kreator, dan inovator.

Semua foto dalam program ini diambil menggunakan Tecno Camon 50 Ultra. Perangkat tersebut dibekali teknologi Universal Tone, sistem pencitraan yang dikembangkan Tecno untuk menangkap warna kulit secara lebih akurat.

Dari akurasi teknis ke pengakuan identitas

Fokus utama inisiatif ini bukan sekadar menghasilkan potret yang tajam atau akurat secara warna. Tecno dan Dass juga ingin menyoroti bagaimana teknologi bisa membantu orang merasa benar-benar dilihat, bukan hanya direkam oleh kamera.

Dalam proyek ini, peserta yang terpilih diminta tampil dengan pakaian mereka sendiri. Mereka dipotret dengan cahaya alami tanpa filter, demi menjaga keaslian hasil akhir.

Pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan bahwa potret tidak berhenti pada penampilan luar. Selain foto, Dass juga akan merekam kisah pribadi para peserta dan bagaimana mereka menghadapi berbagai perubahan budaya dan sosial hingga menjadi diri mereka saat ini.

Menurut Angélica Dass, praktik potretnya selama ini bukan terutama soal mendokumentasikan penampilan. Ia menyebut kolaborasi ini penting karena membuka ruang bagi orang untuk hadir melampaui asumsi yang kerap dilekatkan pada mereka.

Dass juga menilai proyek ini tidak bertujuan mendefinisikan orang. Baginya, identitas perlu tetap terbuka, berlapis, dan manusiawi, karena terlihat belum tentu berarti dipahami.

Kelanjutan dari misi Universal Tone

Sebelum proyek ini diumumkan, Tecno sudah lebih dulu menempatkan isu bias warna kulit sebagai bagian dari strategi teknologinya. Pada 2023, perusahaan memperkenalkan Universal Tone sebagai teknologi imaging yang dirancang untuk menangkap warna kulit setiap orang secara akurat.

Pada 2024, Tecno melanjutkan langkah itu lewat kampanye #ToneProud. Kampanye tersebut ditujukan untuk melawan bias warna kulit pada kamera ponsel.

Perusahaan kemudian memperluas kartu warna multi-skin tone milik Universal Tone menjadi 372 patch warna kulit. Pengembangan itu menunjukkan bahwa pendekatan Tecno tidak berhenti pada pesan kampanye, tetapi juga diterjemahkan ke dalam basis data dan sistem pencitraan yang lebih luas.

Dalam pernyataannya, General Manager Tecno, Jack Guo, mengatakan proyek ini ingin melampaui representasi sebagai akurasi teknis semata. Menurut dia, representasi juga perlu dipahami sebagai bentuk pengakuan, ketika teknologi tidak hanya menangkap orang secara setia, tetapi juga membantu mereka merasa benar-benar terlihat.

Guo menambahkan bahwa upaya untuk melampaui bias, label, dan stereotip diharapkan bisa membantu membangun masa depan di mana teknologi memantulkan manusia secara lebih autentik. Ia menyebut representasi yang jujur sebagai fondasi untuk pemahaman antarmanusia yang lebih nyata.

Lima negara, seratus kisah

Target “100 Portraits of Becoming” adalah menjangkau 100 individu di lima negara. Setelah Nairobi, Dass dijadwalkan berada di Manila, Filipina, pada 16 hingga 22 Agustus.

Negara berikutnya dalam daftar adalah Arab Saudi, Türkiye, dan Brasil. Tanggal untuk tiga lokasi itu masih akan diumumkan.

Potret-potret yang dihasilkan akan dipublikasikan melalui situs web inisiatif tersebut. Dengan demikian, audiens tidak hanya melihat wajah para peserta, tetapi juga dapat mengikuti cerita personal yang menyertai tiap potret.

Format itu membuat proyek ini bergerak di dua jalur sekaligus. Di satu sisi, ia menjadi demonstrasi kemampuan teknologi kamera Tecno, sementara di sisi lain ia berubah menjadi arsip kisah manusia dari beragam latar sosial dan budaya.

Bagi publik yang ingin ikut serta, pendaftaran partisipasi juga telah dibuka melalui tautan yang disediakan dalam halaman program. Mekanisme ini memberi peluang agar proyek tidak hanya menampilkan figur publik atau nama besar, tetapi juga orang-orang dengan perjalanan hidup yang relevan dengan tema “becoming”.

Lewat inisiatif ini, Tecno tampak ingin menempatkan kamera ponsel bukan sekadar alat dokumentasi harian. Perusahaan itu mendorong gagasan bahwa teknologi visual juga bisa menjadi medium untuk menghadirkan representasi yang lebih jujur, lebih inklusif, dan lebih dekat dengan pengalaman manusia yang nyata.

Source: www.gsmarena.com
Terkait