Samsung Galaxy A37 5G hadir sebagai penguatan baru Samsung di kelas menengah dengan pendekatan yang tidak revolusioner, tetapi tetap menarik untuk diperhatikan. Ponsel ini mengandalkan kombinasi fitur yang matang, mulai dari layar cerah, bodi tangguh, software panjang umur, sampai kamera yang konsisten untuk kebutuhan harian.
Daya tarik terbesarnya justru ada pada paket keseluruhan yang terasa seimbang. Di tengah persaingan ponsel mid-range yang kian agresif, Galaxy A37 5G tampil sebagai opsi yang solid untuk pengguna yang lebih mementingkan pengalaman pakai jangka panjang daripada sekadar spesifikasi mencolok di atas kertas.
Perubahan paling menonjol dari generasi sebelumnya ada pada sektor dapur pacu. Samsung kini memakai chipset Exynos 1480 berfabrikasi 4nm untuk menggantikan Snapdragon 6 Gen 3 yang digunakan pendahulunya.
Di luar pergantian chipset, desain dan spesifikasi dasarnya masih sangat mirip dengan model sebelumnya. Karena itu, Galaxy A37 5G lebih terasa sebagai penyegaran daripada lompatan besar.
Desain yang kokoh dan makin tahan banting
Samsung mempertahankan bahasa desain khas seri Galaxy A pada perangkat ini. Panel belakangnya dilapisi Gorilla Glass Victus+ dan menampilkan tiga kamera yang disusun vertikal dalam pulau kamera berwarna hitam.
Tonjolan kameranya sedikit lebih mencuat dibanding Galaxy A36 5G. Posisi flash LED juga tetap sama, sehingga tampilan belakangnya terasa familier bagi pengguna lini ini.
Bagian belakang ponsel terasa cukup kesat saat digenggam. Dipadukan dengan rangka plastik, karakter ini membuat Galaxy A37 5G terasa mantap dan kokoh di tangan.
Ponsel ini memang terasa agak lebar sehingga kurang nyaman untuk dipakai satu tangan dalam waktu lama. Namun bodinya masih tergolong tipis dan ringan dengan ketebalan 7,4 mm serta bobot 196 gram.
Samsung juga tetap memakai desain key island pada sisi kanan. Area tombol power dan volume dibuat lebih menonjol sehingga lebih mudah dikenali saat diraba.
Unit yang diuji hadir dalam warna Awesome Graygreen yang tampak seperti hijau kebiruan. Samsung juga meningkatkan durabilitas perangkat ini lewat sertifikasi IP68 untuk ketahanan air dan debu.
Layar AMOLED jadi salah satu nilai jual utama
Galaxy A37 5G mengusung layar Super AMOLED 6,7 inch dengan resolusi FHD+ 1080 x 2340. Panel ini terasa lapang untuk menonton, browsing, dan bermain game.
Samsung membekali layarnya dengan refresh rate hingga 120Hz. Pengguna bisa memilih mode Standard untuk 60Hz atau Adaptive untuk refresh rate yang lebih tinggi dan terasa lebih mulus saat scrolling.
Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits. Visibilitas di bawah sinar matahari langsung terbilang baik, meski pantulan pada layar masih cukup terlihat.
Permukaan depannya juga sudah dilindungi Gorilla Glass Victus+. Hanya saja bezel layar masih tampak tebal dan tidak simetris, terutama pada bagian bawah.
Untuk konsumsi media, perangkat ini mendukung Widevine L1 sehingga bisa memutar Netflix dalam resolusi Full HD. Namun layar ini belum mendukung konten HDR.
Sensor sidik jari di dalam layar menjadi nilai tambah lain. Responsnya disebut cepat dan akurat dalam membaca sidik jari.
Software panjang umur dan fitur AI ikut jadi pembeda
Galaxy A37 5G menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 langsung dari kotak. Samsung menjanjikan enam update sistem operasi dan pembaruan keamanan selama enam tahun.
Dukungan software panjang seperti ini masih menjadi salah satu keunggulan Samsung di kelas menengah. Bagi pengguna yang ingin memakai ponsel dalam waktu lama, aspek ini memberi nilai lebih yang sulit diabaikan.
Meski bukan perangkat flagship, Galaxy A37 5G juga membawa sejumlah fitur Galaxy AI yang disebut Awesome Intelligence. Fitur-fitur ini lebih banyak diarahkan untuk produktivitas dan pengolahan foto.
Beberapa fitur yang tersedia antara lain Object Eraser untuk menghapus objek yang tidak diinginkan, Remaster untuk memperbaiki tone foto, dan Erase Reflections untuk menghilangkan pantulan saat memotret dari balik kaca. Selain itu ada Circle to Search dan chatbot Gemini yang bisa dipanggil dengan menekan tombol tertentu.
Kamera utamanya memuaskan, low-light jadi kejutan
Samsung tetap memakai konfigurasi tiga kamera belakang. Kamera utamanya beresolusi 50 MP, tetapi kini menggunakan sensor yang lebih besar berukuran 1/1,56 inch.
Kamera utama ini ditemani kamera ultrawide 8 MP dan kamera makro 5 MP. Di bagian depan tersedia kamera 12 MP untuk selfie dan video call.
Hasil foto kamera utamanya dinilai bagus untuk kelasnya. Detail terlihat tajam dan warna tampil cerah, sementara mode 2x masih cukup memuaskan walau objek kadang tampak agak halus.
Kamera ultrawide memiliki sudut pandang yang tidak terlalu lebar. Kamera ini juga tidak dibekali autofokus, sehingga objek di sekitar bisa tampak kurang jelas karena fokusnya terbatas.
Untuk mode makro, hasilnya dinilai cukup baik dengan warna yang tetap cerah bahkan dalam pencahayaan minim. Kekurangannya, pengguna harus memotret dari jarak sangat dekat sekitar 3 hingga 5 cm, yang kadang memunculkan bayangan pada objek.
Performa kamera di kondisi low-light justru menjadi salah satu poin yang menonjol. Foto malam hari disebut sangat memuaskan untuk ponsel di kelas ini, dengan dynamic range yang cukup luas sehingga detail di area bayangan masih tetap terlihat.
Performa harian mulus, gaming berat belum jadi andalan
Varian yang diuji membawa RAM 8GB dan storage 128GB. Samsung juga menyediakan opsi penyimpanan 256GB.
Untuk penggunaan sehari-hari, kombinasi Exynos 1480, RAM 8GB, dan One UI 8.5 memberi pengalaman yang mulus. Aktivitas seperti multitasking, browsing, gaming ringan, hingga edit video ringan bisa dijalankan dengan baik.
Namun untuk game berat, kemampuannya belum bisa disebut paling kuat di kelasnya. PUBG Mobile masih bisa dimainkan dengan setelan grafis tinggi, tetapi Genshin Impact hanya mentok di level grafis paling rendah dan gameplay masih sedikit patah-patah.
Satu keunggulan penting ada pada manajemen suhu. Ponsel ini disebut tidak pernah terasa panas meski dipakai bermain game selama berjam-jam.
Baterai awet dan pengisian cepat 45W
Samsung membekali Galaxy A37 5G dengan baterai 5.000 mAh. Dalam penggunaan normal seperti browsing, scrolling media sosial, streaming musik, dan game ringan, dayanya bisa bertahan lebih dari satu hari.
Pengujian dengan PCMark mencatat daya tahan baterainya mencapai 15 jam 17 menit. Ini menempatkannya sebagai perangkat yang cukup andal untuk mobilitas harian.
Untuk pengisian daya, Galaxy A37 5G mendukung fast charging 45W. Namun charger dijual terpisah, sehingga pengguna perlu menyiapkan aksesori tambahan jika ingin memaksimalkan fitur ini.
Dalam 30 menit, baterainya bisa terisi hingga 45%. Sementara pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit, angka yang cukup kompetitif untuk ponsel dengan baterai 5.000 mAh.
Source: inet.detik.com






