Mbappe Murka atas Komentar Rasis Senator Paraguay, Bela Martabat Timnas Prancis

Kylian Mbappe mengecam keras komentar rasis yang dilontarkan Senator Paraguay, Celeste Amarilla, setelah Prancis menyingkirkan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia. Kapten Timnas Prancis itu menilai pernyataan tersebut tidak pantas keluar dari pejabat publik dan justru mencoreng sepak bola.

Mbappe merespons langsung komentar itu di platform X dan menyebut Amarilla sebagai sosok yang tercela. Ia juga menegaskan bahwa ucapan sang senator tidak mewakili Paraguay, karena menurutnya tim nasional negara tersebut telah tampil dengan semangat dan kehormatan sepanjang turnamen.

Mbappe Soroti Dampak Ucapan Rasis

Dalam tanggapannya, Mbappe menilai komentar rasis bisa menggeser perhatian publik dari perjuangan para pemain Paraguay. Ia menyebut kerja keras dan perjalanan historis tim lawan menjadi tertutup oleh kontroversi yang muncul dari seorang pejabat negara.

Mbappe juga menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam terhadap penyebaran kebencian. “Saya tidak akan pernah membiarkan orang seperti dia memiliki kebebasan untuk menyebarkan kebencian dan rasisme ke seluruh dunia,” ujarnya seperti dikutip BBC.

Prancis Lolos Berkat Penalti Mbappe

Kontroversi ini muncul setelah Prancis menang tipis 1-0 atas Paraguay pada laga babak 16 besar. Mbappe menjadi pembeda lewat penalti pada menit ke-70 yang memastikan langkah Les Bleus ke perempat final.

Performa Mbappe selama turnamen juga menjadi sorotan besar. Ia sudah mencetak tujuh gol dan berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak bersama Lionel Messi dari Argentina dan Erling Haaland dari Norwegia.

Gelombang Kontroversi Bernuansa Rasis

Pernyataan Amarilla bukan satu-satunya komentar bernada rasis yang memicu reaksi keras di sekitar laga ini. Sebelumnya, mantan kiper Paraguay Jose Luis Chilavert juga menuai kecaman setelah menyebut timnas Prancis sebagai “skuad dari Afrika”.

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, saat itu mengecam keras ucapan Chilavert. Diallo menyebut komentar tersebut bertentangan dengan nilai penghormatan, persaudaraan, dan keberagaman dalam sepak bola.

Diallo juga menegaskan bahwa reputasi Chilavert sebagai mantan penjaga gawang hebat tidak bisa membenarkan pernyataan rasis. Polemik ini kembali menunjukkan bahwa isu diskriminasi masih kerap muncul di sekitar sepak bola internasional, termasuk saat turnamen besar sedang berlangsung.

Source: www.medcom.id
Terkait