Vivo memperkenalkan dua ponsel baru di China, Vivo G5i dan Vivo G5z, dengan satu daya tarik utama yang langsung mencuri perhatian: baterai 7.200 mAh. Kapasitas ini dipadukan dengan pengisian cepat 44 watt, membuat keduanya menonjol di segmen entry-level hingga menengah.
Menariknya, Vivo G5i dan G5z hadir sebagai perangkat yang nyaris kembar. Perbedaannya disebut hanya ada pada penamaan untuk kebutuhan branding, sementara desain dan spesifikasinya dibuat identik.
Kehadiran duo ini juga menandai langkah lanjutan Vivo dalam mengembangkan lini G. Seri G sendiri merupakan lini anyar yang hadir sejak 2025 lalu.
Fokus pada baterai besar dan daya tahan
Vivo tidak hanya menonjolkan kapasitas baterai besar pada G5i dan G5z. Perusahaan juga mengklaim baterai 7.200 mAh di kedua ponsel ini mampu bertahan hingga enam tahun penggunaan.
Dari sisi ketahanan fisik, Vivo menyematkan sertifikasi yang tergolong tinggi untuk kelasnya. Kedua perangkat disebut sudah mengantongi sertifikasi ketahanan jatuh dan benturan bintang lima, serta sertifikasi debu dan air dengan rating IP68 dan IP69.
Kombinasi baterai besar dan sertifikasi tersebut memberi gambaran arah produk ini. Vivo tampaknya membidik pengguna yang mencari ponsel dengan fokus pada daya tahan pemakaian harian dan ketahanan bodi.
Desain seragam, tampilan modern
Secara tampilan, Vivo G5i dan G5z mengusung desain bodi dengan sisi datar. Di bagian belakang, keduanya memakai modul kamera berbentuk persegi membulat.
Untuk pilihan warna, Vivo hanya menyediakan satu opsi di pasar China. Warna yang ditawarkan adalah Obsidian Black.
Meski diposisikan untuk segmen entry-level hingga menengah, kedua ponsel ini tetap membawa tampilan yang mengikuti tren desain ponsel masa kini. Pendekatan ini membuat G5i dan G5z tidak hanya menonjol dari sisi baterai, tetapi juga dari kemasan visual yang seragam.
Spesifikasi layar dan performa
Vivo membekali G5i dan G5z dengan layar LCD 6,75 inci. Panel ini menawarkan resolusi HD Plus dan refresh rate 120 Hz.
Untuk dapur pacu, keduanya sama-sama memakai chipset Snapdragon 4 Gen 2. Chip ini dipasangkan dengan RAM hingga 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256 GB.
Kombinasi itu menunjukkan Vivo tidak hanya mengandalkan baterai besar sebagai nilai jual. Perusahaan juga memberi fondasi performa yang cukup modern lewat penggunaan penyimpanan UFS 3.1 dan layar dengan refresh rate tinggi.
Di sektor perangkat lunak, kedua ponsel menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Sistem ini menjadi bagian dari paket spesifikasi yang seragam antara Vivo G5i dan Vivo G5z.
Kamera dan fitur pendukung
Untuk fotografi, Vivo G5i dan G5z dibekali kamera utama 50 MP. Di bagian depan, tersedia kamera selfie 8 MP.
Fitur pendukung yang disematkan juga cukup lengkap. Vivo memasukkan sensor sidik jari di sisi bodi, NFC, dan IR blaster untuk mengendalikan perangkat elektronik.
Kehadiran NFC memberi nilai tambah untuk penggunaan praktis sehari-hari. Sementara IR blaster menjadi fitur yang masih dicari sebagian pengguna karena bisa mengubah ponsel menjadi alat kendali berbagai perangkat rumah.
Harga Vivo G5i dan G5z di China
Di pasar China, Vivo menawarkan dua konfigurasi memori untuk G5i dan G5z. Varian 6/128 GB dijual dengan harga 2.199 yuan.
Sementara itu, varian 8/256 GB dibanderol 2.899 yuan. Dengan struktur ini, konsumen bisa memilih opsi yang lebih terjangkau atau kapasitas yang lebih lega sesuai kebutuhan.
Berikut rincian harga yang diumumkan untuk pasar China:
| Varian | Harga |
|---|---|
| 6 GB/128 GB | 2.199 yuan |
| 8 GB/256 GB | 2.899 yuan |
Dengan desain identik, spesifikasi yang sama, dan kapasitas baterai besar, Vivo G5i dan G5z tampil sebagai dua model yang pada dasarnya menawarkan paket serupa. Pilihan nama yang berbeda tampaknya menjadi strategi branding, sementara inti produk tetap bertumpu pada baterai 7.200 mAh, layar 120 Hz, Snapdragon 4 Gen 2, dan fitur ketahanan yang cukup menonjol.
Source: tekno.kompas.com






