Seketika berita tentang perilisan film The Devil Wears Prada 2 pada Mei 2026 menyita perhatian para penggemar. Film ini kembali menghidupkan kisah ikonik Miranda Priestly dan dinamika di balik majalah Runway yang pernah memukau penonton pada 2006.
Trailer resmi yang baru saja dirilis oleh 20th Century Studios menampilkan kembalinya sosok Miranda Priestly dengan sikap khasnya yang sinis. Penonton diajak untuk bernostalgia sekaligus penasaran dengan kelanjutan cerita yang melibatkan tokoh-tokoh utama seperti Emily Charlton dan Andrea “Andy” Sachs yang kini telah meniti karier sukses di luar bayang-bayang bos besar mereka.
Kembalinya Para Pemeran Utama dan Penambahan Wajah Baru
Selain Meryl Streep, Anne Hathaway, dan Emily Blunt, Stanley Tucci juga kembali memerankan Nigel Kipling, tangan kanan Miranda di Runway. Kehadiran sutradara David Frankel menjadi jaminan kualitas sekuel ini. Dua nama baru ikut meramaikan cerita, yaitu Kenneth Branagh yang berperan sebagai suami Miranda dan Justin Theroux sebagai suami Emily, memberi nuansa segar sekaligus memperkuat ikatan antar karakter.
Lagu Tema dan Inspirasi Novel yang Menghidupkan Kisah
Trailer menonjolkan lagu “Vogue” karya Madonna yang sejak 1990 menjadi soundtrack transformasi Andy Sachs. Lagu ini mengingatkan bahwa film ini terinspirasi dari novel Lauren Weisberger yang berdasarkan pengalamannya sebagai asisten tokoh redaksi Vogue Amerika, Anna Wintour, sosok asli yang menjadi model karakter Miranda.
Sekuel ini kemungkinan besar melanjutkan kisah dari buku "Revenge Wears Prada: The Devil Returns" yang terbit pada 2013. Hal ini memberi petunjuk bahwa cerita akan tetap berfokus pada pergulatan dunia mode dan tantangan digital di masa kini.
Duo Emily dan Situasi Miranda di Era Digital
Kisah menunjukkan bahwa baik Andrea maupun Emily telah menapaki puncak karier masing-masing setelah meninggalkan Runway. Andy mengelola majalah bertema pernikahan, sementara Emily menduduki posisi penting di jenama fesyen mewah. Namun, Miranda menghadapi krisis di tengah disrupsi media cetak yang membuat majalah Runway terancam punah.
Keadaan ini menjadi pemicu reuni yang membawa mereka untuk mempertahankan eksistensi Runway. Karakter Miranda yang tetap angkuh meski tengah terpuruk menambah dinamika serta kompleksitas cerita yang menunggu untuk diungkap.
Pengaruh Film terhadap Dunia Mode dan Budaya Populer
The Devil Wears Prada dikenal bukan hanya karena plotnya, tetapi melalui karakter kuat, tata busana yang memukau, dan dialog berisi humor serta istilah khas dunia fesyen. Anne Hathaway pun sempat menonton ulang film pertama demi memahami istilah mode, seperti pengucapan kata “cerulean,” yang memicu perhatiannya pada detail kecil tapi penting.
Emily Blunt mengungkap pengalaman baru saat syuting sekuel yang memperlihatkan betapa besar antusiasme fans terhadap fashion para pemeran. Foto-foto yang tersebar saat proses produksi datang dari para penggemar yang mengapresiasi gaya mereka, bukan hanya paparazi, menunjukkan seberapa besar pengaruh film ini terhadap audiens.
The Devil Wears Prada 2 tidak hanya menjanjikan kelanjutan cerita yang kokoh tapi juga akan menjadi refleksi perkembangan industri mode dan media di era digital. Dengan kombinasi nostalgia dan penyegaran karakter, film ini sangat dinantikan untuk melanjutkan perjalanan karier dan kehidupan pribadi para tokoh legendarisnya.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




