Penempatan Do Ji Ui di Pulau Pyeondongdo langsung mengubah hidupnya secara drastis. Dokter bedah plastik yang diperankan Lee Jae Wook itu harus menjalani pelayanan kesehatan masyarakat di tempat yang justru paling dihindari para dokter.
Di tengah kabar dan rumor bahwa siapa pun yang bertugas di pulau itu tidak akan bertahan lama, Ji Ui cepat merasakan alasan di balik reputasi tersebut. Empat culture shock yang ia alami memperlihatkan betapa kerasnya adaptasi yang harus ia jalani di Doctor on the Edge.
Serangga dan ular dianggap biasa di sekitar rumah
Sejak hari pertama, kenyamanan Ji Ui langsung terganggu saat ia merapikan barang di kamarnya. Seekor kelabang besar muncul dan bahkan hinggap di wajahnya, padahal ia datang dari luar kota dan jarang melihat serangga berbahaya berkeliaran di rumah.
Saat ia mengeluh kepada rekan kerja di pusat kesehatan, respons yang diterima justru tenang. Mereka menganggap situasi itu sudah biasa, termasuk jika ular terlihat di depan rumah tanpa membuat para perempuan setempat panik.
Semua perjalanan harus ditempuh dengan kapal
Pyeondongdo juga memunculkan masalah baru bagi Ji Ui karena ia memiliki trauma pada air dan kapal. Detail trauma masa lalunya tidak dijelaskan, tetapi ia disebut panik hingga tak sadarkan diri saat harus menaiki kapal.
Masalah itu menjadi besar karena perjalanan keluar-masuk pulau hanya bisa dilakukan dengan kapal. Ketika ia mencari alternatif lain, warga menjelaskan bahwa pilihannya hanya dua, naik kapal atau berjalan dengan jarak tempuh yang sangat lama.
Warga kerap menolak prosedur medis
Sebagai dokter, tujuan utama Ji Ui adalah memberi pelayanan kesehatan terbaik. Namun pada hari pertama praktik, ia langsung berhadapan dengan warga yang tidak mudah mengikuti prosedur pelayanan kesehatan yang dianjurkan.
Sebagian pasien hanya datang untuk meminta obat tanpa ingin diperiksa terlebih dahulu. Ada juga yang memaksa tenaga medis memberikan obat untuk 30 hari, sementara pasien dengan penyakit berbahaya sering menolak rujukan ke rumah sakit dan menilai dokter terlalu berlebihan.
Semua gerak-gerik mudah dipantau
Bagi Ji Ui, salah satu kejutan terbesar adalah besarnya perhatian warga terhadap setiap aktivitas di pulau itu. Kabar bahwa ia pingsan dan digendong seorang wanita saja sudah cepat tersebar ke seluruh penduduk Pyeondongdo.
Kecepatan penyebaran informasi membuat warga sangat berhati-hati dalam bersikap. Oh Mi Ja, yang diperankan Gil Hae Yeon, bahkan kerap mengingatkan cucunya agar waspada karena semua mata mudah melihat apa yang terjadi.
Situasi itu membuat rumor dan gosip sangat cepat menyebar di Pyeondongdo. Meski awalnya tertekan, Ji Ui perlahan mulai terbiasa dengan keadaan barunya di pulau tersebut.
