Prambanan Jazz Festival 2026 akan kembali hadir sebagai salah satu agenda musik besar di Yogyakarta dengan tema “Celebrate The Joy”. Festival ini menandai penyelenggaraan tahun ke-12 dan digelar di Pelataran Candi Prambanan, sebuah lokasi yang sejak awal menjadi identitas kuat perhelatan tersebut.
Tiga hari penyelenggaraan pada 3, 4, dan 5 Juli 2026 akan diisi musisi lintas genre dari dalam dan luar negeri. Deretan nama yang sudah diumumkan antara lain NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, The Rose, dan Joey Alexander.
Tema Celebrate The Joy dan makna kebersamaan
Tema “Celebrate The Joy” dipilih untuk menegaskan semangat festival sebagai ruang pertemuan musik, seni, budaya, dan lintas generasi. Di balik panggung besar dan penampilan musisi populer, Prambanan Jazz ingin menghadirkan suasana yang terasa akrab bagi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Eko Nugroho turut terlibat sebagai Commissioned Artist dan menerjemahkan tema tersebut ke dalam identitas visual festival. Visual itu disiapkan untuk menyambut pengunjung sejak memasuki area acara dengan pesan kebahagiaan, keberagaman, dan pertemuan berbagai budaya.
Anas Syahrul Alimi, CEO Prambanan Jazz Festival, menyebut festival ini sebagai tempat “pulang”. Ia mengatakan, Prambanan Jazz bukan hanya festival musik, melainkan ruang yang bisa dinikmati oleh semua kalangan melalui semangat Celebrate The Joy.
Kurasi musisi dan karakter festival
Kurator Prambanan Jazz Festival 2026, Shadu Rasjidi, menekankan bahwa proses kurasi tidak hanya soal memilih penampil. Ia menjelaskan bahwa penyelenggara juga menjaga agar festival terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya sebagai festival jazz.
Prinsip itu membuat Prambanan Jazz tetap menempatkan kualitas musikal sebagai perhatian utama. Di saat yang sama, unsur jazz juga terus diperkuat secara bertahap agar karakter festival tetap konsisten dari tahun ke tahun.
Konsep Playing Jazz kembali digunakan sebagai salah satu ciri utama festival. Melalui program ini, para musisi diajak mengeksplorasi karya mereka dengan sentuhan aransemen jazz sesuai karakter masing-masing.
Beberapa nama yang akan tampil dalam program tersebut antara lain Perunggu, The Panturas, Rio Febrian, Salma Salsabil, White Chorus, dan Jogja Hip Hop Foundation. Kehadiran mereka menunjukkan upaya festival menjembatani jazz dengan beragam warna musik populer.
Ruang regenerasi untuk musisi muda
Prambanan Jazz Festival 2026 juga membawa program I’m Jazz a Kids sebagai ruang pembinaan generasi baru musisi jazz. Program ini dirancang untuk menjadi wadah regenerasi sekaligus memperkenalkan jazz kepada anak dan remaja dengan pendekatan yang lebih dekat.
Para pemenang dari edisi sebelumnya akan tampil bersama musisi yang telah berkontribusi dalam perjalanan jazz Indonesia. Program ini dibagi menjadi tiga kategori band, yakni Senandung untuk usia 7–9 tahun, Irama untuk usia 10–12 tahun, dan Harmoni untuk usia 13–15 tahun.
Kehadiran program tersebut memperlihatkan bahwa festival tidak hanya fokus pada penampilan artis besar. Prambanan Jazz juga menaruh perhatian pada pertumbuhan ekosistem jazz dari usia dini.
Kolaborasi seni pertunjukan dan budaya
Rangkaian festival tahun ini juga diperkuat dengan keterlibatan Eko Nugroho melalui pertunjukan Wayang Bocor. Karya itu akan hadir dalam format kolaboratif bersama Ki Catur Kuncoro, Ari Wulu, Eko Supriyanto, dan Didik Nini Thowok.
Pertunjukan tersebut menggabungkan unsur wayang, seni rupa, musik, dan tari kontemporer dalam satu panggung selama tiga hari. Format ini menambah dimensi budaya di luar konser musik utama dan memperluas pengalaman yang diterima penonton.
Dukungan sponsor, penjualan tiket, dan pengelolaan pengunjung
Dukungan terhadap Prambanan Jazz Festival 2026 juga datang dari BRI. Perwakilan BRI menyebut keterlibatan itu sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.
BRI menilai festival ini sejalan dengan tujuan tersebut karena posisinya sebagai salah satu festival musik dan budaya terbesar di Indonesia. Keterlibatan itu juga disebut sebagai upaya membangun hubungan bermakna dengan masyarakat dan nasabah melalui platform yang positif, kreatif, dan berdampak.
Di sisi lain, TipTip sebagai mitra penjualan tiket menyiapkan sistem pembelian yang lancar untuk menjawab kebutuhan pengunjung yang semakin beragam. Infrastruktur juga disiapkan agar proses pembelian tiket berlangsung nyaman, tertata, dan aman.
Kerja sama dengan PT Taman Wisata Candi turut diperkuat agar pelaksanaan acara berjalan aman dan nyaman. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara nilai konservasi, nilai budaya, dan pengalaman pengunjung di kawasan Candi Prambanan.
Komitmen ramah lingkungan dan ramah keluarga
Festival ini juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari penyelenggaraan. Prambanan Jazz Festival bekerja sama dengan Get Plastic dan Lokalogi sebagai mitra Event Waste Management dalam Sustainability Program.
Melalui kerja sama tersebut, Panggung Langgam akan dioperasikan menggunakan bahan bakar setara solar hasil pengolahan sampah plastik. Sementara itu, Lokalogi menangani edukasi, pemilahan, penimbangan, hingga pendataan sampah selama festival berlangsung.
Aspek keluarga juga menjadi perhatian penyelenggara. Prambanan Jazz menghadirkan Kids Area by Tiny Tunes Ville yang menawarkan berbagai aktivitas dan kelas untuk anak-anak agar festival bisa dinikmati seluruh anggota keluarga.
Dengan kombinasi musisi lintas genre, program jazz, seni pertunjukan, pengelolaan lingkungan, dan fasilitas keluarga, Prambanan Jazz Festival 2026 diposisikan sebagai perayaan musik yang lebih luas dari sekadar konser. Kawasan Candi Prambanan pun kembali diproyeksikan menjadi ruang pertemuan budaya yang hidup melalui semangat “Celebrate The Joy”.
Source: www.suara.com






