Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul merespons santai saat PSI menyebut ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”. Ia menegaskan bahwa setiap orang berhak memiliki keinginan, tetapi keinginan itu tetap harus diuji lewat langkah nyata di lapangan.
Pacul menyampaikan komentar itu di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menilai ucapan semacam itu masih berada di tahap pernyataan, bukan pembuktian politik.
Menurut Pacul, yang menentukan adalah apakah keinginan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan yang terukur. Ia menekankan bahwa proses mewujudkan target politik tidak berhenti pada narasi, melainkan pada kerja di lapangan.
Pacul juga mengaitkan situasi itu dengan kondisi partai-partai yang masih menahan diri. Ia menyebut Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pileg belum ditetapkan, sehingga banyak partai memilih mengambil posisi tunggu.
Ia mengatakan banyak pihak masih menahan langkah karena arah aturan belum jelas. Dalam pandangannya, keadaan itu membuat partai dan para politisi belum leluasa bergerak penuh.
Pacul menambahkan, kondisi serupa juga dirasakan para caleg dan anggota dewan. Sebagian dari mereka, kata dia, masih mengunci pengeluaran dan strategi politik sambil menunggu aturan yang lebih terang.
Ia menyebut banyak gerak politik partai bergantung pada caleg-calegnya. Karena itu, ketidakjelasan aturan membuat mereka cenderung menunda langkah sampai situasi menjadi lebih cetho atau jelas.
Pernyataan Pacul muncul di tengah memanasnya adu argumen antara PSI dan PDIP soal sebutan “kandang gajah” dan “kandang banteng”. PSI kini memakai lambang gajah di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep, sementara Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai “kandang banteng” karena kuatnya suara PDIP di wilayah itu.
PSI juga menyatakan siap memastikan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa Jawa Tengah adalah “kandang gajah”. Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, menyebut pihaknya menunggu jadwal untuk mendampingi Jokowi berkeliling Jawa Tengah guna menguatkan klaim tersebut.
Source: news.detik.com






