BPBD Jatim kembali menggeber pelatihan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana lewat Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana atau TOF SPAB. Program yang digelar bersama IGI Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim ini menyasar guru-guru SMA sederajat sebagai penggerak utama di lingkungan sekolah.
Pelatihan tatap muka di The Southern Hotel Surabaya itu menjadi lanjutan dari TOF SPAB daring yang lebih dulu berlangsung pada 22-23 Juni 2026. Sebanyak 50 guru SMA dan SMK perwakilan 38 kabupaten/kota di Jatim ikut dalam kegiatan yang dibuka Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto pada Senin (6/7/2026).
Dorongan mempercepat sekolah tangguh bencana
Gatot Soebroto menekankan bahwa TOF SPAB dibutuhkan untuk mempercepat ketangguhan sekolah di Jawa Timur. Ia menyoroti masih banyak sekolah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi yang belum memperoleh pelatihan SPAB.
Data BPBD Jatim menunjukkan, dari 4.088 SMA sederajat di Jatim, sebanyak 3.645 sekolah atau 89,2 persen masuk kategori rawan bencana tinggi. Namun, baru sekitar 95 sekolah atau dua persen yang sudah mendapat pelatihan SPAB.
Melalui pelatihan ini, BPBD Jatim berharap kapasitas guru meningkat lebih dulu. Setelah itu, pengetahuan tersebut bisa diterapkan langsung di sekolah masing-masing untuk memperkuat kesiapsiagaan warga satuan pendidikan.
Guru dinilai jadi ujung tombak
Ketua IGI Jatim Sukari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi rutin dengan BPBD Jatim dalam pelaksanaan TOF SPAB setiap tahun. Ia menilai pelibatan guru sangat penting karena guru berada di garis depan proses belajar mengajar di sekolah.
Menurut Sukari, materi kebencanaan yang diterima peserta diharapkan dapat membantu mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah. Target akhirnya adalah terciptanya satuan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa maupun warga sekolah lainnya.
Materi praktik dan tindak lanjut
Peserta TOF SPAB menerima sejumlah materi, mulai dari peta jalan dan kebijakan kerangka kerja SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif atau KRBP, Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, hingga simulasi bencana. Rangkaian ini dirancang agar guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menggerakkan langkah nyata di sekolah.
Pada hari kedua, peserta juga diajak berkunjung ke Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim. Mereka melihat berbagai fasilitas pembelajaran kebencanaan sekaligus merancang agenda tindak lanjut dari pelaksanaan TOF SPAB agar hasil pelatihan tidak berhenti di ruang kelas pelatihan saja.
Source: beritajatim.com






