Hyundai Ioniq 3 Siap Mejeng Di GIIAS 2026, Jarak Tempuh 496 Km Tapi Tenaganya Turun

Hyundai Motors Indonesia bersiap membawa hatchback listrik baru, Ioniq 3, ke panggung GIIAS 2026. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memamerkan produk, tetapi juga untuk mengukur respons pasar sebelum model itu berpeluang meluncur resmi di Indonesia.

Di hadapan media, pihak Hyundai menegaskan bahwa Ioniq 3 diposisikan sebagai model spesial untuk memperkuat lini Ioniq di Tanah Air. Hyundai juga berharap sambutan publik bisa kuat, bahkan sampai membuat mobil ini ramai dibicarakan dan akhirnya hadir di jalanan Indonesia.

Platform listrik dan pilihan varian

Dari bocoran spesifikasi yang beredar, Ioniq 3 memakai platform E-GMP dengan sistem 400 volt. Mobil ini mengandalkan motor listrik tunggal di depan dan menyalurkan tenaga ke roda depan, tanpa ruang frunk di bagian depan.

Hyundai menyiapkan dua opsi baterai untuk model ini. Varian Standard Range memakai baterai 42,2 kWh, sedangkan Long Range membawa baterai 61 kWh.

Pada varian Standard Range, tenaga yang dihasilkan mencapai 147 tk. Sementara itu, Long Range justru memiliki tenaga lebih kecil, yakni 135 tk.

Perbedaan itu ikut memengaruhi performa akselerasi. Varian Long Range mencatat 0–100 km/jam sekitar 9,6 detik, sedangkan Standard Range lebih cepat dengan catatan 9,0 detik.

Jarak tempuh dan performa

Soal daya jelajah, Standard Range diklaim mampu menempuh 213 mil atau sekitar 344 km berdasarkan siklus WLTP. Varian Long Range menawarkan jarak tempuh lebih jauh, yakni 308 mil atau sekitar 496 km.

Kedua varian punya torsi yang sama, yaitu 184 lb-ft. Kecepatan puncaknya juga dibatasi serupa, sekitar 105 mph atau 169 km/jam.

Komposisi itu menunjukkan arah pengembangan yang menyeimbangkan efisiensi dan kebutuhan mobil listrik kompak. Hyundai tampaknya memberi ruang bagi konsumen yang memprioritaskan jarak tempuh, tanpa mengabaikan karakter penggunaan harian.

Desain kompak dan efisiensi aerodinamika

Dari sisi desain, Hyundai mengusung bahasa “Art of Steel” pada Ioniq 3. Mobil ini juga mencatat koefisien drag 0,263, yang menunjukkan perhatian besar pada efisiensi aerodinamika.

Dimensi panjangnya 163,6 inci, sehingga posisinya tergolong kompak. Ukuran itu membuatnya lebih kecil dibanding model seperti GV60.

Kabinnya mengandalkan perangkat baru

Di bagian interior, Ioniq 3 menjadi model pertama di Eropa yang memakai sistem infotainment terbaru Pleos Connect. Sistem tersebut berjalan dengan Android Automotive OS dan ditawarkan dalam dua pilihan layar, yakni 12,9 inci atau 14,6 inci, tergantung varian.

Hyundai juga menambah opsi N Line untuk memberi nuansa yang lebih sporty. Kehadiran trim ini menambah daya tarik Ioniq 3 di tengah pasar hatchback listrik kompak yang makin ramai.

Dengan paket platform listrik, pilihan baterai yang beragam, hingga kabin berteknologi baru, Ioniq 3 disiapkan sebagai salah satu penawaran paling menarik di kelasnya. Jika respons pasar di GIIAS 2026 positif, peluang mobil ini masuk ke Indonesia akan semakin terbuka.

Source: www.liputan6.com
Terkait