Bank Jatim Perkuat Layanan ASN, Sinergi Baru Dengan BKD Se-Jawa Timur Hadirkan Akses Lebih Cepat

Bank Jatim memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan keuangan bagi aparatur sipil negara di Jawa Timur lewat sinergi yang lebih formal dengan BKD Provinsi Jawa Timur dan jajaran BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA di kabupaten/kota. Langkah ini diarahkan untuk membangun layanan perbankan yang lebih terintegrasi, cepat, dan sesuai kebutuhan ASN.

Penguatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang digelar serentak di Banyuwangi. Acara tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo, Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni, para kepala BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA se-Jawa Timur, serta disaksikan Kepala Kantor Regional II BKN Soni Sultana.

Fokus pada layanan ASN

Bank Jatim menempatkan ASN sebagai segmen utama yang memberi kontribusi besar bagi bisnis perseroan. Pengelolaan bisnis ASN disebut menjadi salah satu pilar penting karena berdampak pada penghimpunan dana murah atau CASA dan penyaluran kredit konsumer.

Saat ini Bank Jatim mengelola sekitar 368 ribu ASN dengan nilai payroll sekitar Rp1,5 triliun per bulan. Di tengah rencana implementasi kebijakan single salary oleh Pemerintah Pusat, Bank Jatim menilai perlu ada kerja sama yang memiliki landasan hukum lebih komprehensif.

Arief menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah. Ia juga menekankan target untuk menghadirkan ekosistem layanan yang lebih terintegrasi bagi ASN.

Ruang kerja sama diperluas

Melalui perjanjian itu, Bank Jatim dan BKD/BKPSDM/BKPP/BPKSDA kabupaten/kota se-Jawa Timur menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama. Ruang tersebut meliputi penyaluran gaji, tunjangan, tambahan penghasilan ASN, penyediaan fasilitas kredit, serta integrasi dan pemanfaatan data dasar kepegawaian ASN.

Pengelolaan data dilakukan melalui sistem host to host secara terbatas dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi. Kerja sama ini juga mencakup penyediaan layanan digital perbankan seperti ATM/debit, mobile banking, co-branding card, dan layanan digital lainnya.

Selain itu, kolaborasi tersebut membuka ruang untuk dukungan peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN. Bank Jatim juga menyebut potensi kerja sama lain, termasuk pembiayaan pendidikan dan penempatan dana.

Dorong ekosistem digital dan pembiayaan

Tonny Prasetyo menilai integrasi layanan ini akan membuat pelayanan lebih efektif dan memperkuat ekosistem digital antara Bank Jatim dan pemerintah daerah. Ia juga menyebut integrasi data berbasis host to host dapat membuat layanan lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran.

Salah satu pengembangan yang disorot adalah program pre-approved credit yang ditujukan untuk memudahkan ASN memperoleh akses pembiayaan. Bank Jatim juga memandang kerja sama ini sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi digital pelayanan publik.

Di sisi bisnis, kemitraan formal yang komprehensif dan seragam di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dinilai penting untuk menjaga kualitas portofolio kredit konsumer ASN. Langkah itu juga ditujukan untuk mengoptimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga dan memperkuat daya saing Bank Jatim di tengah kompetisi industri perbankan yang makin ketat.

Bank Jatim menyatakan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan berbagai institusi. Fokusnya tetap pada layanan keuangan yang inovatif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah di Jawa Timur.

Source: duta.co
Terkait