Geely Gandakan Produksi Lokal EX2, Waktu Tunggu Kini Dipangkas Jadi Sebulan

Geely mulai menggandakan kapasitas produksi lokal untuk mobil listrik EX2 di Indonesia. Langkah ini diarahkan untuk menjawab permintaan konsumen yang terus tumbuh sekaligus memangkas waktu tunggu pengiriman menjadi sekitar satu bulan.

Percepatan produksi difokuskan pada varian warna yang paling banyak diminati pasar. Geely juga menambah pilihan warna baru agar konsumen memiliki opsi tampilan yang lebih segar.

Kebijakan ini menjadi penting karena EX2 telah berkembang menjadi tulang punggung penjualan Geely di Indonesia. Model yang dikenal sebagai Geely Xingyuan di pasar China itu menyumbang lebih dari tiga perempat penjualan merek tersebut di pasar domestik.

Data GAIKINDO menunjukkan penjualan grosir EX2 mencapai 4.964 unit sepanjang Januari-Mei 2026. Angka itu menegaskan posisi EX2 sebagai model andalan Geely sejak resmi meluncur pada awal tahun ini.

Pada Mei 2026 saja, total penjualan Geely tercatat 1.710 unit. Dari jumlah itu, hampir 1.400 unit berasal dari EX2.

Besarnya kontribusi EX2 membuat penambahan kapasitas produksi lokal menjadi langkah yang sangat strategis. Bagi Geely, ketersediaan unit yang lebih cepat bukan hanya soal distribusi, tetapi juga soal menjaga momentum permintaan di segmen kendaraan listrik.

Constantinus Herlijoso, sales & channel development director Geely Auto Indonesia, mengatakan penambahan kapasitas produksi dilakukan terutama pada pilihan warna yang paling diminati. Menurut dia, langkah itu membuat waktu tunggu konsumen bisa dipangkas menjadi satu bulan.

Geely juga menyebut peningkatan produksi ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kepemilikan yang lebih baik. Proses pengiriman kendaraan yang lebih cepat dinilai penting ketika pasar mulai bergerak lebih dinamis.

Produksi lokal jadi penopang utama

Seluruh mobil Geely yang dirakit di Indonesia diproduksi di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat. Fasilitas ini menjadi basis perakitan lokal berbagai model EV Geely.

Kerja sama Geely dengan PT Handal Indonesia Motor untuk memproduksi model EV secara lokal telah berjalan sejak paruh kedua tahun lalu. Kolaborasi ini kini semakin relevan seiring lonjakan kontribusi EX2 terhadap total volume merek.

Sepanjang Januari-Mei 2026, volume produksi lokal Geely mencapai 4.810 unit. Dari jumlah itu, EX2 juga berkontribusi lebih dari tiga perempat, mencerminkan dominasi model ini bukan hanya pada sisi penjualan tetapi juga pada sisi manufaktur.

Presiden Direktur PT Handal Indonesia Motor Denny Siregar menilai kenaikan kapasitas produksi ini menunjukkan kesiapan manufaktur lokal. Menurut dia, fasilitas yang ada mampu mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa peningkatan kapasitas tidak berdiri sendiri sebagai respons jangka pendek. Ada pesan yang lebih luas mengenai kemampuan industri lokal untuk mengakomodasi pertumbuhan pasar EV yang semakin nyata.

Permintaan tumbuh, pengiriman dipercepat

Bagi konsumen, dampak paling langsung dari langkah ini ada pada waktu tunggu yang lebih singkat. Saat kapasitas produksi bertambah dan fokus diberikan pada konfigurasi yang paling diminati, distribusi kendaraan bisa berjalan lebih efisien.

Penambahan warna baru juga menunjukkan Geely tidak hanya mengejar volume semata. Perusahaan berupaya menyesuaikan produksi dengan preferensi pasar agar pilihan yang tersedia lebih dekat dengan kebutuhan konsumen.

Dalam konteks persaingan kendaraan listrik, kecepatan suplai menjadi faktor penting. Konsumen yang menghadapi waktu tunggu terlalu lama cenderung menunda pembelian atau beralih ke model lain yang lebih cepat tersedia.

Karena itu, keputusan menggandakan kapasitas produksi EX2 dapat dibaca sebagai upaya menjaga daya saing. Geely tampak ingin memastikan bahwa permintaan yang sudah terbentuk tidak terhambat oleh keterbatasan pasokan.

Sinyal investasi jangka panjang

Geely menyebut peningkatan kapasitas produksi lokal ini sebagai cerminan komitmen jangka panjang untuk berinvestasi di Indonesia. Langkah tersebut juga dikaitkan dengan upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional bersama mitra manufaktur lokal.

Pesan itu penting karena pasar EV di Indonesia tidak hanya membutuhkan produk yang laku, tetapi juga jaringan produksi yang stabil. Semakin besar porsi perakitan lokal, semakin kuat fondasi industri untuk menopang pertumbuhan berikutnya.

Dengan EX2 yang kini mendominasi penjualan dan produksi Geely di Indonesia, keputusan menambah kapasitas menjadi penanda arah bisnis perusahaan di pasar ini. Fokusnya bukan lagi sekadar menghadirkan model baru, melainkan memastikan model yang paling diminati bisa tersedia lebih cepat dalam jumlah yang memadai.

Terkait