Wuling memastikan Mini EV empat pintu akan segera meluncur di Indonesia. Model ini disiapkan untuk mengisi segmen city car listrik dan menjadi opsi baru di samping Air ev yang sudah lebih dulu dijual.
Kabar ini penting karena Wuling tidak hanya membawa model global terbaru, tetapi juga menyiapkannya untuk pasar lokal dalam waktu dekat. Mobil mungil ini juga akan hadir dengan konfigurasi kabin 2+2 yang bisa memuat empat penumpang.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan Mini EV terbaru sebelumnya sudah pernah dipajang di Central Park, Jakarta. Menurut dia, model yang ditampilkan itu merupakan spesifikasi paling baru yang sudah dirilis secara global.
Ricky menyebut peluncuran di Indonesia tinggal menunggu waktu dekat. Ia juga menegaskan bahwa Mini EV akan menjadi produk baru Wuling di segmen city car EV.
Segmen baru di bawah payung mobil listrik Wuling
Wuling melihat Mini EV sebagai pelengkap lini kendaraan listriknya di Indonesia. Air ev tetap dipertahankan, sementara Mini EV diposisikan sebagai opsi lain dengan karakter yang sama-sama kompak tetapi membawa format empat pintu.
Menurut Ricky, secara global model ini dikenal sebagai Mini EV dan kini sudah memasuki generasi kelima. Kehadiran generasi terbaru itu di Indonesia menunjukkan Wuling tidak hanya fokus pada model yang sudah ada, tetapi juga memperluas pilihan di pasar mobil listrik perkotaan.
Mobil ini mengusung desain yang lebih modern dan membulat dibanding model sebelumnya. Pembaruan itu membuat tampilannya terasa lebih segar, sekaligus menegaskan bahwa model yang akan hadir bukan sekadar penyegaran minor.
Untuk ukuran, Mini EV tetap bermain di kelas kendaraan kota yang ringkas. Panjangnya 3.268 mm, lebarnya 1.520 mm, tingginya 1.575 mm, dan wheelbase 2.190 mm.
Dibanding model sebelumnya, bodinya sedikit lebih panjang dan lebih tinggi. Namun, wheelbase tetap sama sehingga karakter dasarnya sebagai mobil kecil untuk penggunaan harian di area padat tetap dipertahankan.
Fokus pada penggunaan perkotaan
Salah satu nilai jual utama Mini EV ada pada kepraktisan. Dimensi kompak membuat mobil ini dirancang mudah dibawa di jalan perkotaan dan lebih praktis saat parkir.
Wuling juga membekalinya dengan radius putar 4,5 meter. Angka itu mendukung kelincahan mobil saat bermanuver di jalan sempit atau area parkir yang terbatas.
Tim redaksi detikOto sempat menjajal Wuling Mini EV di proving ground Baojun, Liuzhou, Guangxi, China. Dari impresi awal, mobil ini dinilai tetap mampu mengakomodasi empat penumpang meski punya tubuh mungil.
Konfigurasi kabinnya memakai format 2+2. Saat dikendarai, kemampuan akselerasinya disebut memadai dan karakter mobilnya terasa mudah dikendalikan.
Baterai LFP dan jarak tempuh
Dari spesifikasi yang terpasang pada kaca kendaraan, Mini EV menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LFP. Mobil ini merupakan kendaraan penumpang listrik murni dari seri Hongguang.
Untuk jarak tempuh, varian yang dicoba memiliki angka hingga 205 km berdasarkan standar pengujian CLTC. Di pasar China, Mini EV juga tersedia dalam pilihan varian dengan jangkauan hingga 301 km.
Informasi ini memberi gambaran bahwa Wuling menyiapkan Mini EV sebagai kendaraan listrik perkotaan yang menekankan efisiensi dan kemudahan penggunaan. Namun, varian yang akan dipasarkan di Indonesia belum dijabarkan lebih rinci.
Kehadiran empat pintu menjadi pembeda penting dari model mungil sekelasnya. Format ini berpotensi menarik perhatian konsumen yang menginginkan mobil listrik kompak, tetapi tetap praktis untuk akses keluar-masuk kabin.
Akan dirakit lokal di Cikarang
Wuling juga memastikan Mini EV akan diproduksi secara lokal sejak awal kehadirannya di Indonesia. Strategi ini mengikuti langkah Wuling yang selama ini merakit lini kendaraan listriknya di fasilitas Cikarang.
Ricky mengatakan semua produk Wuling pada dasarnya sudah diproduksi di fasilitas produksi perusahaan di Cikarang. Termasuk untuk produk baru ke depan, produksi akan langsung dilakukan di Indonesia.
Langkah perakitan lokal ini penting karena menunjukkan keseriusan Wuling dalam memperluas portofolio EV di dalam negeri. Selain itu, strategi tersebut membuat Mini EV tidak datang sebagai produk impor utuh, melainkan sebagai bagian dari pengembangan basis produksi lokal Wuling.
Dengan peluncuran yang disebut tinggal menunggu waktu dekat, Mini EV berpotensi menjadi tambahan menarik di pasar mobil listrik perkotaan. Kombinasi bodi kompak, empat pintu, konfigurasi empat penumpang, serta produksi lokal membuat model ini layak diperhatikan menjelang debut resminya di Indonesia.
Source: oto.detik.com






