Irfan Bakti Desak Belanja Realistis, Jalan Terakhir TFC Bertahan Di Super League

Mantan pelatih kepala Terengganu, Irfan Bakti Abu Salim, meminta Terengganu FC (TFC) menerapkan pola belanja yang lebih realistis agar tetap kompetitif di Liga Super musim depan. Ia menilai prinsip “cut your coat according to your cloth” perlu dijadikan pegangan di tengah kabar bahwa TFC berpotensi tampil di A1 Semi-Pro League karena kendala keuangan.

Irfan menegaskan, klub sebesar TFC seharusnya tidak sampai turun kasta ke kompetisi semi-profesional. Ia juga mengaku kecewa dengan situasi itu, meski mengaku sudah lebih dulu mengetahui perkembangan tersebut.

Dorongan agar TFC tetap di Liga Super

Irfan Bakti mengatakan dirinya berharap keputusan yang berkaitan dengan masa depan TFC masih bisa ditinjau ulang. Menurut dia, jalan terbaik adalah mempertahankan TFC di Liga Super dengan pendekatan pengelolaan yang lebih hati-hati, tanpa meniru klub yang mengeluarkan biaya di luar kemampuan.

Ia menilai pengeluaran yang terkendali bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan klub dalam jangka panjang. Dengan manajemen finansial yang lebih sehat, beban utang besar dapat dihindari dan stabilitas tim tetap terjaga.

Situasi keuangan jadi perhatian utama

Dalam pandangannya, kondisi finansial TFC tidak separah beberapa klub lain, sehingga masih ada ruang untuk melakukan penataan ulang secara lebih terstruktur. Karena itu, ia menilai masih ada peluang bagi skuad Penyu untuk melakukan restrukturisasi tanpa harus mengambil langkah ekstrem.

Irfan juga menyoroti bahwa sepak bola lokal kini makin menuntut kontrol keuangan yang disiplin. Kehadiran mekanisme seperti Financial Fair Play (FFP) membuat klub tidak bisa lagi bergantung pada belanja besar tanpa perhitungan yang matang.

Pernyataan pengurus dan posisi TFC saat ini

Sebelumnya, presiden Persatuan Bola Sepak Negeri Terengganu (PBSNT), Hishamuddin Abdul Karim, mengatakan TFC tidak menutup kemungkinan bermain di A1 Semi-Pro League musim depan. Ia menyebut faktor internal, terutama keterbatasan finansial, masih menjadi isu utama yang membebani tim.

Hishamuddin menggambarkan persoalan yang dihadapi klub seperti penyakit kronis yang membutuhkan penanganan cermat dan penuh kehati-hatian. Meski begitu, pihak pengurusan klub disebut masih sedang menyempurnakan pembahasan sebelum keputusan akhir diambil.

Di klasemen Liga Super 2025/2026, TFC kini berada di posisi kelima dengan 32 poin dari 20 pertandingan. Musim ini masih menyisakan empat laga, sementara arah kebijakan klub akan sangat menentukan apakah TFC bisa tetap bertahan di level tertinggi dengan struktur keuangan yang lebih terkendali.

Source: www.bernama.com

Berita Terkait

Back to top button