Duel antara Union Saint-Gilloise dan Club Brugge masih menyisakan sorotan, terutama karena satu momen di fase awal pertandingan yang melibatkan Romeo Vermant. Pemain muda itu melakukan kontak keras lebih cepat dari biasanya, tetapi wasit Lawrence Visser tidak mengeluarkan kartu kuning meski keputusan itu memicu perdebatan.
Filip Joos dan Wesley Sonck kemudian menilai insiden tersebut layak dihukum. Dalam program “90 Minutes”, Joos menyebut Vermant seharusnya langsung mendapat kartu kuning karena aksinya sejak menit pertama sudah memberi sinyal permainan keras.
Sorotan pada keputusan wasit
Joos menilai tindakan Vermant tidak bisa dianggap sekadar duel biasa. Ia menegaskan bahwa pemain Club Brugge itu mencoba menunjukkan dominasi fisik sejak awal, sehingga kartu kuning semestinya keluar.
Wesley Sonck juga tidak berbeda pendapat. Ia menilai aksi Vermant dilakukan dengan niat melukai lawan, bukan untuk merebut bola secara fair.
Menurut para analis, wasit memang sering menahan diri untuk tidak cepat mengeluarkan kartu pada awal laga. Namun, mereka menilai prinsip “biarkan permainan mengalir” tidak seharusnya berlaku untuk pelanggaran yang jelas berisiko seperti itu.
Kritik terhadap pendekatan ‘biarkan bermain’
Dalam pembahasan itu, muncul pandangan bahwa wasit kerap enggan memberi kartu kuning pertama terlalu cepat. Sikap tersebut biasanya diambil agar ritme pertandingan tetap terjaga dan tensi tidak langsung naik.
Meski begitu, Joos dan Sonck menilai fase yang melibatkan Vermant masuk kategori berbeda. Mereka melihat aksi itu lebih sebagai upaya unjuk fisik ketimbang duel bola, sehingga hukuman seharusnya tidak ditunda.
Sonck bahkan menegaskan bahwa Vermant tampak ingin memperlihatkan dirinya bisa mendorong lawan keluar dari duel. Dari sudut pandang mereka, tindakan seperti itu terlalu keras untuk dibiarkan tanpa kartu.
Efek lanjutan dari laga yang panas
Insiden tersebut ikut membuat pertemuan Union Saint-Gilloise dan Club Brugge terus dibicarakan setelah peluit akhir. Bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi perhatian, tetapi juga standar penilaian wasit pada momen-momen awal yang bisa mengubah arah laga.
Pembahasan ini juga menunjukkan bagaimana keputusan kecil di menit-menit pertama dapat memengaruhi persepsi terhadap intensitas pertandingan. Dalam kasus Vermant, kritik dari Joos dan Sonck menegaskan bahwa agresivitas berlebihan tetap harus dibatasi sejak awal agar pertandingan tidak kehilangan kendali.
Source: www.voetbalprimeur.be






