Inggris datang ke laga pamungkas Grup L dengan dua wajah yang berbeda. Setelah membuka turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, mereka kembali ditahan Ghana 0-0 dan kini membutuhkan penampilan yang lebih meyakinkan untuk menjaga kepercayaan diri.
Bagi tim asuhan Thomas Tuchel, duel melawan Panama bukan sekadar soal tiga poin. Inggris juga perlu membangun lagi keyakinan bahwa mereka mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026 setelah antusiasme sempat mereda.
Momentum yang sempat naik-turun
Kemenangan atas Kroasia sempat memunculkan optimisme besar di kubu Inggris. Hasil itu terasa penting karena lawan yang ditaklukkan adalah finalis Piala Dunia 2018, dan Inggris sempat berada di atas angin.
Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Ghana mengingatkan kembali pada masalah lama. Inggris memang mendominasi bola dan serangan, tetapi mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Ghana.
Harry Kane dan Jude Bellingham, yang sama-sama mencetak gol saat melawan Kroasia, tidak banyak mendapat ruang pada laga kedua. Situasi itu membuat frustrasi yang kerap menghantui Inggris di turnamen besar kembali muncul.
Target di laga terakhir grup
Pada pertandingan terakhir Grup L di Stadion New York, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2026) dini hari WIB, Inggris menargetkan kemenangan atas Panama. Mereka saat ini berada di puncak klasemen dengan empat poin, sama dengan Ghana di posisi kedua, sementara Kroasia menguntit dengan tiga poin.
Kemenangan atas Panama akan mengunci status juara grup sekaligus mengembalikan momentum yang hilang. Inggris juga membutuhkan hasil yang menunjukkan kontrol permainan lebih meyakinkan, bukan hanya sekadar lolos.
Kane menilai Inggris tidak perlu panik setelah hasil imbang melawan Ghana. Kepada Reuters, ia mengatakan ada bagian permainan yang bagus dan ada juga yang perlu diperbaiki saat melawan Ghana.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan mudah-mudahan kami bisa memperbaikinya saat melawan Panama,” kata Kane. Declan Rice juga menyampaikan nada serupa kepada BBC Sport dengan menegaskan bahwa Inggris masih memiliki peluang besar untuk memuncaki grup.
Panama jadi ujian yang ideal di atas kertas
Secara peringkat FIFA, Inggris unggul jauh karena berada di posisi keempat dunia. Panama menempati peringkat ke-34, dan total nilai pasar skuad kedua tim juga menunjukkan jarak yang lebar.
Transfermarkt mencatat nilai skuad Inggris mencapai 1,36 miliar euro, sedangkan Panama hanya 34,55 juta euro. Inggris juga punya catatan manis atas Panama setelah menang 6-1 pada Grup G Piala Dunia 2018 di Rusia, dengan Kane mencetak trigol.
Di atas kertas, laga ini diperkirakan berjalan satu arah. Kane tetap menjadi sumber gol utama Inggris, sementara Bellingham dinilai sangat penting untuk membongkar pertahanan yang rapat.
Kane sendiri menekankan bahwa yang terpenting adalah lolos ke fase berikutnya. Ia menyebut turnamen terbagi menjadi babak grup dan babak gugur, dan babak grup menurutnya hanya soal memastikan langkah ke fase selanjutnya.
Panama ingin menutup turnamen dengan positif
Panama sudah dipastikan tersingkir, tetapi mereka masih punya target sederhana di laga terakhir. Mereka ingin meraih poin pertama di Piala Dunia atau setidaknya mencetak gol sebelum menutup kampanye mereka.
Situasi tanpa beban justru bisa membuat Panama berbahaya. Inggris berisiko menghadapi lawan yang bermain lebih lepas dan ingin mengakhiri turnamen dengan hasil positif.
Catatan Panama di Piala Dunia juga belum meyakinkan. Pada partisipasi pertama mereka di Rusia, Panama selalu kalah, dan pada dua laga edisi terbaru mereka belum mencetak gol.
Meski begitu, pelatih Thomas Christiansen tetap melihat kemajuan di timnya. Ia mengatakan para pemain Panama sudah berkembang setelah dua pertandingan Piala Dunia ini, meski mereka tersingkir.
Di grup lain, Kroasia dan Ghana ikut menentukan
Laga Kroasia melawan Ghana pada waktu yang sama juga punya dampak besar terhadap peta lolos Grup L. Hasil seri bisa mengantar kedua tim ke babak 32 besar lewat jalur peringkat kedua grup dan peringkat ketiga terbaik.
Kedua tim sama-sama mengalahkan Panama 1-0, tetapi jalan mereka berbeda. Kroasia kalah 2-4 dari Inggris di laga pembuka, sedangkan Ghana berhasil menahan Inggris.
Bagi Kroasia, hasil imbang akan memastikan mereka finis di peringkat ketiga Grup L dengan empat poin dan catatan gol minus satu. Ghana, sebaliknya, hanya butuh hasil seri untuk lolos sebagai peringkat kedua grup.
Pelatih Kroasia Zlatko Dalic tidak ingin timnya bergantung pada hasil pertandingan di grup lain. Ia juga mendapat sedikit keuntungan karena laga dimainkan setelah sembilan dari 12 grup selesai, sehingga ia sudah punya gambaran tentang hasil yang dibutuhkan untuk lolos.
