Lulusan SMA/MA/SMK/MAK masih memiliki kesempatan mengikuti rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL Gelombang Ketiga Tahun 2026. Pendaftaran daring dibuka hingga 20 Agustus 2026 melalui laman resmi al.rekrutmen-tni.mil.id.
Kesempatan ini juga terbuka bagi lulusan D3 dengan batas usia yang berbeda saat pembukaan pendidikan pertama. Calon peserta perlu memperhatikan syarat fisik, administrasi, serta kesiapan untuk menjalani ikatan dinas.
Informasi pendaftaran Bintara PK Pria TNI AL tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @tni_angkatan_laut. Dalam unggahan itu, periode pendaftaran online disebut berlangsung sejak 7 April 2026 sampai 20 Agustus 2026.
Jadwal dan mekanisme pendaftaran
| Tahapan | Waktu/Ketentuan | Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Pendaftaran online | 7 April 2026-20 Agustus 2026 | Mengisi formulir di al.rekrutmen-tni.mil.id |
| Daftar ulang dan validasi | Setelah pendaftaran online | Datang langsung ke panitia daerah (Panda) yang ditentukan |
Peserta yang telah mengisi formulir online wajib melakukan daftar ulang atau validasi secara langsung di lokasi Panda. Formulir pendaftaran perlu dibawa saat validasi bersama dokumen asli yang dipersyaratkan.
Dokumen dasar yang disebutkan meliputi akta kelahiran, KTP calon, KTP orang tua atau wali, serta kartu keluarga. Panitia juga dapat meminta dokumen pendukung lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Syarat pendidikan, usia, dan fisik
Rekrutmen ini menerima lulusan SMA/MA/SMK/MAK dari semua jurusan sesuai ketentuan, dengan nilai rata-rata UAN ditambah UAS minimal 55,00. Lulusan tahun 2026 yang belum memiliki ijazah atau surat keterangan lulus perlu melampirkan Surat Hasil Tes Kemampuan Akademik atau SHTKA.
Batas usia bagi lulusan SMA/MA/SMK/MAK adalah paling rendah 17 tahun 10 bulan dan paling tinggi 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama. Untuk lulusan D3, usia maksimal yang ditetapkan adalah 24 tahun.
Calon peserta wajib memiliki tinggi badan minimal 163 sentimeter dengan berat badan seimbang. Syarat kesehatan mencakup kondisi jasmani dan rohani yang sehat, tidak buta warna, serta tidak menggunakan kacamata atau softlens.
Peserta juga tidak boleh bertato, memiliki bekas tato, bertindik, atau mempunyai bekas tindik, kecuali karena ketentuan agama atau adat. Ketentuan ini menjadi bagian dari pemeriksaan awal yang perlu dipahami sebelum mendaftar.
Ketentuan status dan administrasi
Calon harus berstatus Warga Negara Indonesia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang diakui di Indonesia, serta berkelakuan baik. Bukti tidak memiliki catatan kriminal dibuktikan melalui Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK.
Pendaftar harus belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani pendidikan pertama. Peserta juga bukan prajurit TNI, anggota Polri, maupun Pegawai Negeri Sipil.
Bagi calon yang telah bekerja, diperlukan surat persetujuan dari instansi tempat bekerja. Calon tersebut juga harus bersedia dihentikan dari pekerjaan apabila dinyatakan diterima.
Ketentuan administrasi menyebut akta tunggal dan kartu keluarga tunggal tidak berlaku, kecuali dilengkapi pembetulan atau surat keterangan dari Dispendukcapil dan Pengadilan Agama. Peserta wajib bebas narkoba dengan melampirkan surat keterangan bebas narkoba.
Selain itu, calon tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Peserta juga diwajibkan mempunyai akun media sosial aktif minimal enam bulan.
Kesiapan penempatan menjadi perhatian
Dalam Rekrutmen TNI AL 2026 ini, peserta yang diterima harus bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama paling lama 10 tahun sesuai ketentuan. Calon juga harus siap ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ada ketentuan domisili minimal satu tahun di wilayah Panda dan Subpanda jajaran Kodaeral X, XI, dan XIV sesuai aturan yang ditetapkan. Karena itu, calon disarankan memeriksa kelengkapan persyaratan sebelum menyelesaikan Pendaftaran TNI AL secara online.
Informasi lanjutan mengenai persyaratan dan proses pendaftaran tersedia di situs al.rekrutmen-tni.mil.id. Calon peserta perlu mengikuti ketentuan panitia pada saat pendaftaran maupun validasi dokumen di Panda.







