Ruang Kelas hingga Posyandu Dibenahi, Alazka Care Perkuat Pendidikan di Tasikmalaya

Perbaikan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada ruang kelas yang layak, tetapi juga pada guru, sarana belajar, kesehatan, dan dukungan warga. Pendekatan itu dijalankan Alazka Care melalui Program Binar Asa di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Program bertema “Guru Berdaya, Siswa Juara” tersebut memadukan pelatihan guru, penyediaan alat belajar, renovasi fasilitas pendidikan, hingga penguatan layanan Posyandu. Kegiatan ini menyasar TK, TPQ, dan PAUD Insan Kamil sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan kualitas pendidikan.

Program berjalan hingga Juni 2026

Menurut informasi yang dimuat www.kompas.com, Program Binar Asa berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026. Rangkaian kegiatannya diawali dengan asesmen kebutuhan untuk memetakan kondisi dan dukungan yang diperlukan di lingkungan pendidikan setempat.

Setelah pemetaan dilakukan, program dilanjutkan dengan penyaluran sarana pembelajaran serta pelatihan media pembelajaran digital bagi guru. Penguatan kompetensi pendidik menjadi salah satu fokus karena guru berperan langsung dalam kualitas pengalaman belajar anak.

Kegiatan ini juga memasukkan edukasi kesehatan sebagai bagian dari pendampingan di desa tersebut. Selain itu, Alazka Care menyalurkan peralatan kesehatan untuk Posyandu dan membagikan bubur bayi guna mendukung pemenuhan gizi balita.

Renovasi ruang belajar bersama warga

Puncak kegiatan digelar pada 23 Juni 2026 dengan melibatkan 30 relawan. Mereka berasal dari unsur guru, tenaga kependidikan Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading atau ALAZKA, orang tua murid, serta masyarakat.

Para relawan bersama warga merenovasi ruang kelas PAUD dan TK serta memperbaiki lingkungan belajar. Kegiatan gotong royong ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih mendukung aktivitas anak-anak.

Selain renovasi, relawan menyerahkan alat pembelajaran dan mengadakan diskusi bersama Yayasan Insan Kamil. Diskusi tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi guru sebagai pendamping utama siswa di sekolah.

Kolaborasi untuk kesempatan belajar yang lebih luas

Ketua Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading menekankan bahwa pendidikan memerlukan keterlibatan banyak pihak. “Setiap guru yang berkembang akan melahirkan lebih banyak anak yang memiliki kesempatan meraih masa depan terbaiknya,” katanya.

Pernyataan itu menyoroti pentingnya penguatan guru di tengah tantangan pemerataan mutu pendidikan. Akses pendidikan di Indonesia terus meningkat, tetapi kualitas pembelajaran dan dukungan fasilitas di berbagai daerah masih membutuhkan perhatian bersama.

Relawan sekaligus tenaga kependidikan ALAZKA, Syahidin, menyebut keterlibatannya dalam program tersebut sebagai pengalaman berharga. “Dari kegiatan ini saya belajar bahwa setiap orang, apa pun pekerjaannya, bisa berkontribusi untuk memajukan pendidikan jika dilakukan dengan tulus dan bersama-sama,” ujarnya.

Program Binar Asa tidak hanya menempatkan sekolah sebagai pusat perubahan, melainkan juga melibatkan unsur keluarga dan masyarakat. Kehadiran Posyandu dalam rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa dukungan terhadap anak dapat dijalankan melalui pendidikan sekaligus perhatian pada kesehatan dan gizi.

Di luar kegiatan lapangan, Alazka Care juga mengembangkan Alazka Bincang Literasi dan Riset. Program itu menjadi wadah kolaborasi bagi pendidik, akademisi, dan masyarakat dalam pengembangan literasi serta riset.

Terkait