Program Aksara Mahasiswa Dibuka, Pagu hingga Rp120 Juta untuk Aksi 6 Bulan

Mahasiswa yang ingin membangun portofolio pengabdian masyarakat dapat mengajukan program dengan pagu anggaran hingga Rp120 juta melalui Aksara Mahasiswa 2026. Program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini menyiapkan kegiatan pemberdayaan yang berlangsung selama enam bulan.

Besaran anggaran bukan satu-satunya perhatian dalam program ini karena sedikitnya 60% dari dana usulan harus dialokasikan untuk teknologi dan inovasi bagi mitra sasaran. Artinya, proposal perlu menunjukkan manfaat yang nyata dan dapat diterapkan di lokasi pengabdian.

Program Aksara merupakan singkatan dari Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa. Kegiatan ini dijalankan oleh organisasi kemahasiswaan intrakampus dengan pendampingan tim dosen.

Mahasiswa dan dosen juga akan bekerja bersama mitra sasaran serta mitra pemerintah di wilayah pelaksanaan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari rancangan kegiatan sejak tahap penyusunan proposal.

Dua Skema Pengabdian yang Dibuka

Kemdiktisaintek membuka dua skema dalam Program Aksara Mahasiswa, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular. Keduanya memiliki fokus pemberdayaan masyarakat yang berbeda, sehingga tim perlu menentukan persoalan utama yang ingin dijawab sejak awal.

SkemaFokus UtamaRuang Lingkup
Aksara PeduliPersoalan prioritas masyarakatPangan, energi, kesehatan, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, ekonomi biru, serta kebutuhan relevan di wilayah sasaran
Aksara SirkularPengelolaan sampah dari sumberEdukasi, pemilahan, teknologi, TPS 3R atau bank sampah, kelembagaan, dan ekonomi sirkular

1. Aksara Peduli

Skema Aksara Peduli ditujukan untuk menjawab persoalan yang menjadi prioritas di Indonesia. Bidangnya mencakup pangan, energi, kesehatan, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, ekonomi biru, hingga kebutuhan lain yang sesuai dengan kondisi wilayah sasaran.

Tim pengusul perlu menghubungkan masalah yang dipilih dengan kebutuhan masyarakat di lokasi kegiatan. Pendekatan ini membuat kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi diarahkan pada solusi yang relevan bagi mitra.

2. Aksara Sirkular

Aksara Sirkular berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya. Bentuk kegiatannya dapat meliputi edukasi, pemilahan sampah, penerapan teknologi, dan penguatan tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle atau TPS 3R.

Skema ini juga mencakup penguatan bank sampah, kelembagaan, serta pengembangan ekonomi sirkular. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan teknis, melainkan juga bagian dari penguatan peran masyarakat.

Pagu Anggaran dan Durasi Kegiatan

Kegiatan Aksara dirancang berlangsung selama Juli hingga Desember 2026 dengan minimal 160 jam kerja efektif. Pagu anggaran yang dialokasikan Kemdiktisaintek berada pada rentang Rp80 juta hingga Rp120 juta.

Setidaknya 60% dari anggaran yang diajukan wajib digunakan untuk teknologi dan inovasi bagi mitra sasaran di lokasi pengabdian. Ketentuan ini menempatkan solusi teknologi sebagai komponen utama, bukan sekadar pelengkap proposal.

Informasi mengenai skema, anggaran, dan ketentuan pelaksanaan disampaikan dalam siaran ulang peluncuran program melalui YouTube Kemdiktisaintek, sebagaimana dikutip detik.com. Tim mahasiswa dan dosen perlu menyiapkan rancangan inovasi yang sesuai dengan persoalan serta kebutuhan mitra.

Tahapan Pengajuan Proposal

Pengajuan dimulai dengan menetapkan skema dan masalah prioritas yang akan diangkat. Setelah itu, tim perlu menentukan lokasi kegiatan, mitra sasaran, dan mitra pemerintah yang akan dilibatkan.

Tahap berikutnya adalah mempersiapkan tim mahasiswa, tim dosen, serta teknologi atau inovasi yang akan diterapkan. Proposal kemudian disusun mengikuti format skema yang dipilih.

Proposal Aksara diajukan melalui akun ketua tim dosen pada Sistem BIMA. Karena itu, koordinasi antara organisasi mahasiswa dan tim dosen perlu dilakukan sebelum proses pengajuan dimulai.

Jadwal Program Aksara Mahasiswa 2026

WaktuTahapan
JuliSosialisasi dan penerimaan proposal
AgustusSeleksi, pengumuman usulan didanai, dan kontrak
Agustus-DesemberPelaksanaan program
OktoberLaporan kemajuan
NovemberPemantauan dan evaluasi internal serta oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek
DesemberLaporan akhir dan seminar dampak

Selain memenuhi tahapan administrasi, pengusul juga perlu memikirkan keberlanjutan program setelah kegiatan berakhir. Rencana tersebut penting agar manfaat teknologi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat terus digunakan oleh mitra sasaran.

Terkait