Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) menjadi sekolah kedinasan dengan peminat terbanyak pada seleksi 2025. Jumlah pendaftarnya mencapai 45.518 orang, terpaut lebih dari 14 ribu pendaftar dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di posisi berikutnya.
Persaingan masuk sekolah kedinasan patut menjadi perhatian calon peserta karena pendaftar hanya dapat memilih satu instansi. Ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Kementerian PANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang penerimaan peserta didik sekolah kedinasan.
Peserta yang diketahui mendaftar ke lebih dari satu sekolah kedinasan akan dinyatakan gugur. Karena itu, pilihan jurusan dan instansi perlu disesuaikan dengan minat serta kemampuan memenuhi persyaratan masing-masing sekolah.
6 Sekolah Kedinasan dengan Pendaftar Terbanyak
Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan enam sekolah kedinasan berikut menjadi tujuan pendaftar terbanyak pada 2025. Angka peserta yang melakukan submit juga memperlihatkan tingginya minat hingga tahap penyelesaian pendaftaran.
| Peringkat | Sekolah Kedinasan | Pendaftar | Submit |
|---|---|---|---|
| 1 | PKN STAN | 45.518 | 44.307 |
| 2 | IPDN | 31.264 | 29.442 |
| 3 | Sekolah Kedinasan Kemenhub | 28.493 | 23.852 |
| 4 | STMKG | 18.858 | 18.394 |
| 5 | Politeknik Statistika STIS | 15.869 | 15.571 |
| 6 | STIN | 7.563 | 7.400 |
1. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)
PKN STAN berada di puncak daftar dengan 45.518 pendaftar. Sebanyak 44.307 peserta tercatat telah sampai pada tahap submit.
Selisih pendaftarnya dengan IPDN di peringkat kedua mencapai 14.254 orang. Data tersebut menempatkan PKN STAN sebagai pilihan paling populer dalam seleksi sekolah kedinasan 2025.
2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
IPDN menempati urutan kedua dengan 31.264 pendaftar. Jumlah peserta yang menyelesaikan proses submit mencapai 29.442 orang.
Posisi IPDN memperlihatkan tingginya minat terhadap pendidikan kedinasan di bidang pemerintahan. Namun, jumlah pendaftarnya masih berada di bawah PKN STAN.
3. Sekolah Kedinasan di Bawah Kementerian Perhubungan
Kelompok sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan menerima 28.493 pendaftar. Dari jumlah tersebut, 23.852 peserta tercatat melakukan submit.
Jumlah pendaftar sekolah kedinasan Kemenhub hanya terpaut 2.771 orang dari IPDN. Selisih jumlah peserta submit keduanya terlihat lebih besar, yakni 5.590 peserta.
4. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
STMKG menjadi pilihan 18.858 pendaftar pada 2025. Peserta yang sampai pada tahap submit berjumlah 18.394 orang.
Perbedaan antara angka pendaftar dan submit di STMKG tercatat 464 orang. Angka ini menunjukkan mayoritas pendaftar menyelesaikan tahapan pendaftaran yang tersedia.
5. Politeknik Statistika STIS
Politeknik Statistika STIS memperoleh 15.869 pendaftar. Sebanyak 15.571 peserta telah melakukan submit.
Selisih pendaftar dan peserta submit di STIS berjumlah 298 orang. Data pendaftarannya menempatkan STIS di urutan kelima sekolah kedinasan paling diminati.
6. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
STIN berada di peringkat keenam dengan 7.563 pendaftar. Peserta yang menyelesaikan submit tercatat sebanyak 7.400 orang.
Menurut data yang dikutip www.detik.com dari BKN, enam instansi tersebut menjadi gambaran tingkat persaingan sekolah kedinasan pada 2025. Data ini dapat menjadi pertimbangan bagi calon peserta yang menyiapkan pilihan untuk seleksi berikutnya.
Tahapan dan Syarat yang Perlu Disiapkan
Dalam ketentuan yang telah dimuat, proses seleksi meliputi pendaftaran melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN), seleksi administrasi, masa sanggah, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), seleksi lanjutan, dan penentuan kelulusan akhir.
Masa sanggah hasil seleksi administrasi diberikan paling lama tiga hari sejak hasil diumumkan. Tahapan seleksi lanjutan serta persyaratan rinci dapat ditetapkan oleh setiap sekolah kedinasan.
Secara umum, pendaftar harus merupakan warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia setelah lulus. Peserta juga harus bersedia menjalani ikatan dinas setelah menyelesaikan pendidikan.
Ketentuan pada seleksi tahun-tahun sebelumnya juga mencakup status belum menikah, belum memiliki anak, dan tidak sedang menjalani ikatan dinas di instansi lain. Pendaftar perlu menyiapkan ijazah, kartu keluarga, KTP, rapor SMA atau sederajat, pasfoto, serta dokumen tambahan sesuai aturan instansi yang dipilih.







