Unit Antikorupsi Ukraina Geledah Rumah dan Kantor Kepala Staf Presiden Zelensky
Unit antikorupsi Ukraina melakukan penggeledahan di rumah dan kantor kepala staf Presiden Volodymyr Zelensky, Andrii Yermak. Aksi ini terjadi di tengah tantangan besar bagi pejabat Kyiv yang berupaya melawan invasi Rusia dan mendukung negosiasi perdamaian dengan Amerika Serikat.
Penggeledahan dilakukan oleh Biro Antikorupsi Nasional Ukraina dan Kejaksaan Khusus Antikorupsi sebagai bagian dari investigasi besar sektor energi yang melibatkan korupsi senilai puluhan juta dolar. Kedua lembaga tersebut fokus mengusut dugaan pelanggaran dan suap yang terkait dengan pejabat tinggi pemerintahan.
Andrii Yermak mengonfirmasi penggeledahan di apartemennya dan menyatakan bahwa ia bekerja sama penuh dengan penyidik, didampingi oleh kuasa hukumnya. "Para penyidik tidak menghadapi kendala apa pun," tulis Yermak melalui aplikasi pesan Telegram.
Dari investigasi ini, dua mantan deputi Yermak, Oleh Tatarov dan Rostyslav Shurma, telah meninggalkan pemerintahan setelah diselidiki atas pelanggaran keuangan. Deputi ketiga, Andrii Smyrnov, juga sedang diselidiki namun masih aktif bekerja untuk Yermak.
Skandal korupsi di sektor energi ini semakin memperumit situasi politik Presiden Zelensky. Ia berupaya meredam konflik di internal partainya yang sempat menuntut pertanggungjawaban Yermak. Beberapa anggota parlemen senior menilai Yermak harus bertanggung jawab untuk memulihkan kepercayaan publik.
DI tengah tekanan tersebut, Zelensky menegaskan penolakan atas desakan pemecatan Yermak dan mengajak rakyat serta elit politik untuk bersatu. Ia menyampaikan perlunya menghentikan "permainan politik" di tengah negosiasi yang intens dengan Amerika Serikat dan upaya mempertahankan dukungan Barat.
Yermak dikenal sebagai sosok dekat Zelensky sejak sebelum pemerintahan. Ia bergabung sebagai bagian dari tim pertama Presiden Zelensky dan diangkat menjadi kepala staf pada Februari 2020. Sejak invasi Rusia pada 2022, Yermak menjadi pendamping utama Zelensky dalam kunjungan ke luar negeri.
Meskipun tidak dituduh melakukan pelanggaran secara langsung, kepercayaan presiden yang tinggi pada Yermak membuat posisinya relatif kuat. Namun, tekanan dari internal partai dan investigasi korupsi ini menunjukkan tantangan serius dalam pemerintahan Ukraina.
Investigasi ini sekaligus menjadi peringatan bagi Ukraina dalam upaya memerangi korupsi yang menjadi syarat penting bagi kelanjutan dukungan dari Uni Eropa dan negara-negara Barat lainnya. Korupsi sektor energi yang melibatkan pejabat tinggi menimbulkan keraguan tentang reformasi yang selama ini dijanjikan.
Seiring proses hukum berjalan, perhatian dunia politik Ukraina tertuju pada dampak penggeledahan ini terhadap stabilitas pemerintahan Zelensky dan proses negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung. Para pengamat menilai bahwa respons pemerintah terhadap skandal ini akan menjadi indikator komitmen nyata terhadap pembersihan korupsi.
Demikian situasi terkini yang melibatkan unit antikorupsi Ukraina dan kepala staf Presiden Zelensky, menandai dinamika pemerintahan yang diuji oleh tekanan internal sekaligus tantangan eksternal peperangan dan diplomasi.
