Serangan drone Rusia menewaskan lima orang dalam insiden yang menimpa sebuah kereta penumpang di timur laut Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan lubang besar pada gerbong kereta, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan signifikan.
Insiden ini terjadi dekat kota Kharkiv dan merupakan bagian dari gelombang serangan misil dan drone yang melanda berbagai wilayah Ukraina selama satu malam. Dalam serangan-serangan terpisah tersebut, total 10 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras serangan terhadap kereta penumpang itu sebagai tindakan terorisme. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut tidak memiliki tujuan militer dan hanya merusak upaya damai yang tengah dijalankan.
Menurut Zelensky, “Di mana pun, serangan drone terhadap kereta sipil akan dianggap sebagai terorisme murni. Tidak ada alasan militer untuk tindakan semacam ini.” Pernyataan ini diunggahnya melalui media sosial resmi.
Selain serangan di Kharkiv, Rusia juga melancarkan serangan berkelanjutan pada kota-kota dan infrastruktur Ukraina. Di selatan, Kota Odesa menjadi sasaran lebih dari 50 drone Rusia, menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, termasuk kerusakan berat pada fasilitas tenaga listrik milik perusahaan swasta DTEK.
Di wilayah Dnipropetrovsk, satu orang tewas dan lima korban luka, salah satunya dalam kondisi serius. Sementara itu, di Bilohorodka dekat Kyiv, serangan drone menewaskan dua orang tua dan menyebabkan anak mereka yang berusia empat tahun menjadi yatim piatu.
Serangan ini juga merusak gedung-gedung hunian tinggi. Sebuah gedung mengalami kebakaran di atap dan lantai atas akibat serangan, yang menyebabkan dua korban meninggal dan empat lainnya, termasuk dua anak-anak, harus menjalani perawatan medis.
Komando Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia menyerang setidaknya 22 lokasi menggunakan misil balistik Iskander-M serta ratusan munisi jenis Shahed, Gerbera, dan Italmas. Serangan terjadi di kawasan Kyiv, Odesa, Dnipro, dan wilayah lainnya.
Data dari lembaga think tank Amerika Serikat menyatakan bahwa perang ini telah menyebabkan hampir dua juta korban, dengan kerugian terbesar dialami oleh pasukan Rusia. Angka tersebut belum termasuk jumlah warga sipil yang meninggal atau terluka akibat serangan misil maupun drone secara rutin.
Pusat Studi Strategis dan Internasional memperkirakan sekitar 325.000 tentara Rusia dan hingga 140.000 tentara Ukraina tewas sejak serangan besar-besaran dimulai, dengan potensi total korban mencapai dua juta pada musim semi mendatang.
Pengamat PBB melaporkan sekitar 15.000 kematian warga sipil yang terverifikasi, namun jumlah ini diperkirakan jauh lebih besar. Sementara itu, sekitar 710.000 penduduk Kyiv masih tanpa listrik dan pemanas di tengah suhu yang sangat dingin pasca serangan Rusia.
Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal, mengonfirmasi pemberlakuan pemadaman listrik darurat di beberapa wilayah. Serangan terhadap infrastruktur energi terus terjadi meskipun adanya pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat di Uni Emirat Arab pekan lalu.
1. Serangan drone Rusia mengenai kereta penumpang di Kharkiv.
2. Lima orang tewas dan berbagai kerusakan terjadi.
3. Ribuan drone dan misil melancarkan gelombang serangan di seluruh Ukraina.
4. Presiden Zelensky mengutuk tindakan tersebut sebagai aksi terorisme.
5. Infrastruktur dan fasilitas publik utama menjadi sasaran serangan.
6. Korban jiwa dari kedua belah pihak sudah mencapai ratusan ribu.
7. Ribuan warga sipil masih menghadapi kondisi hidup sulit akibat terus berlanjutnya konflik.
Kondisi di Ukraina terus memburuk seiring dengan intensitas serangan yang tidak mereda. Serangan drone terhadap sasaran sipil dan infrastruktur kunci menimbulkan kerugian besar dan menimbulkan keprihatinan global terhadap dampak kemanusiaan yang bertambah parah. Pemerintah Ukraina terus mengimbau kekuatan internasional untuk meningkatkan tekanan guna mengakhiri konflik ini.





