Serangan drone Rusia yang menargetkan kereta penumpang Ukraina di wilayah Kharkiv memicu kematian sedikitnya lima orang. Insiden tersebut dianggap sebagai tindakan teror terhadap warga sipil, bukan sasaran militer, menurut pejabat Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Menurut laporan awal, tiga drone serang Shahed buatan Iran mengenai lokomotif dan satu gerbong penumpang, menyebabkan kebakaran hebat. Seluruh 291 penumpang berhasil dievakuasi dengan cepat demi keselamatan mereka, meskipun korban jiwa tetap tidak terhindarkan.
Penggunaan Teknologi Starlink oleh Rusia
Para analis mempertanyakan keterlibatan teknologi satelit Starlink dalam meningkatkan efektivitas serangan drone Rusia. Institute for the Study of War di Washington, D.C., menyebutkan bahwa Rusia menggunakan jaringan satelit ini untuk memandu serangan dengan akurasi tinggi. Pola serangan yang semakin mematikan diduga karena kemampuan pengendalian yang lebih presisi.
Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski, memohon kepada Elon Musk agar menghentikan penggunaan Starlink oleh Rusia dalam operasi militer yang merugikan warga sipil Ukraina. Namun, Musk menolak tudingan itu dan menegaskan bahwa Starlink hanya untuk penggunaan sipil dan tidak mengizinkan operasi militer ofensif.
Dampak Serangan Drone Terhadap Pertahanan Ukraina
Penurunan tingkat intersepsi drone Ukraina sebesar 18 persen tahun lalu menunjukkan tantangan baru dalam pertahanan udara. Oleksii Balesta, Wakil Menteri Pembangunan Komunitas dan Wilayah Ukraina, menyampaikan bahwa Rusia kini menggunakan jumlah drone yang lebih banyak dan berukuran lebih besar untuk meningkatkan daya hancur.
Dua analis pertahanan Ukraina, Olena Kryzhanivska dan Serhiy Beskrestnov, menduga bahwa drone Shahed yang menyerang kereta tersebut mungkin dipandu oleh teknologi Starlink secara online. Serhiy menegaskan bahwa serangan itu diarahkan dengan sengaja ke bagian tengah kereta penumpang untuk menimbulkan korban sipil, bukan pada lokomotif.
Kerentanan Kereta Api sebagai Target Serangan
Kereta api menjadi sasaran mudah bagi senjata presisi Rusia karena tidak semua wilayah Ukraina dilengkapi dengan sistem pertahanan udara atau unit penembak bergerak. Sebuah protokol perlindungan untuk menghadapi serangan drone pada kereta belum ada, sehingga awak kereta dalam keadaan dilema apakah harus berhenti atau tetap melaju saat ada ancaman drone.
Kronologi dan Skala Serangan Terbaru
Pada malam hari insiden, sekitar 165 drone Rusia diluncurkan dalam serangan besar-besaran terhadap berbagai lokasi di Ukraina. Insiden ini mencatat setidaknya 11 warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam gelombang serangan yang membawa dampak signifikan terhadap infrastruktur sipil.
Sampai saat ini, SpaceX belum memberikan komentar resmi terkait klaim penggunaan teknologi Starlink dalam serangan drone yang menewaskan warga sipil Ukraina. Sementara itu, penggunaan teknologi ini terus menjadi isu kontroversial dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
