Inggris Tegaskan Tetap Kuat Soal Greenland Meski Dihadapi Tekanan Tarif Ekspor

Author: Qoo Media

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan mengalah pada tekanan ekonomi Amerika Serikat terkait isu Greenland. Ancaman tarif perdagangan dari AS dinilai sebagai upaya untuk memaksa Inggris menerima tuntutan pembelian penuh atas Greenland.

Starmer menyatakan sikap tegasnya dalam sesi tanya jawab mingguan di House of Commons. Ia menegaskan bahwa prinsip dan nilai nasional Inggris tidak akan dikompromikan demi meredam ancaman tarif yang akan diberlakukan AS mulai Februari mendatang.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana mengenakan tarif 10 persen pada barang-barang dari delapan negara Eropa, termasuk Inggris. Tarif itu akan naik menjadi 25 persen pada Juni, kecuali Inggris menyetujui kesepakatan pembelian total Greenland sebagaimana yang diinginkan AS.

Menurut Starmer, tekanan tarif ini berkaitan erat dengan dinamika hubungan bilateral dan isu geopolitik yang lebih luas. Ia menilai kritik Trump terhadap kesepakatan Inggris-Mauritius soal Kepulauan Chagos merupakan bagian dari upaya memberikan tekanan politik kepada pemerintah Inggris.

Starmer menyebut, pernyataan Trump terkait Kepulauan Chagos dibuat untuk memaksakan Inggris mengambil sikap yang diinginkan AS dalam persoalan Greenland. Dalam beberapa waktu, Trump berubah nada dari dukungan ke kecaman yang menyebut kesepakatan Chagos sebagai kebodohan besar.

Isu Greenland dan Kepulauan Chagos saling terkait secara geopolitik. Pada Mei lalu, Inggris dan Mauritius menandatangani perjanjian penyerahan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Namun, kedua negara dan AS masih mempertahankan hak operasi pangkalan militer Diego Garcia selama 99 tahun ke depan.

Pemerintah Inggris menilai kesepakatan itu sebagai langkah strategis yang menyeimbangkan antara kedaulatan nasional, keamanan, dan hubungan internasional. Starmer juga mengkritik oposisi internal, khususnya pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch, yang dinilai memperlemah posisi Inggris dalam menghadapi tekanan AS.

Berikut poin penting terkait permasalahan ini:

1. Tarif AS mulai berlaku Februari 2024 dengan kenaikan hingga 25 persen pada Juni jika Inggris tidak setuju pembelian Greenland.
2. Inggris berpegang pada prinsip kedaulatan nasional tanpa kompromi soal Greenland.
3. Kesepakatan Inggris-Mauritius soal Kepulauan Chagos menjadi titik perselisihan geopolitik yang memengaruhi hubungan Inggris-AS.
4. Inggris dan AS tetap mengoperasikan pangkalan militer di Diego Garcia selama kurang lebih satu abad.
5. Tekanan AS dipandang sebagai bentuk pemaksaan politik dan tekanan ekonomi terhadap Inggris.

Sikap tegas Inggris ini menunjukkan bahwa negara tersebut berkomitmen menjaga kedaulatan wilayahnya dan tidak mau tunduk pada tekanan ekonomi maupun politik luar negeri. Isu Greenland menjadi simbol penting dari pertarungan geopolitik yang melibatkan kepentingan strategis dua negara besar tersebut.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Terbaru