Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata di Gaza sejak kesepakatan berlaku pada Oktober lalu. Ia menyebut lebih dari 500 warga Palestina tewas akibat pelanggaran tersebut, yang mengancam kelangsungan dan pelaksanaan tahap kedua perjanjian gencatan senjata.
Abbas mendesak agar semua hambatan yang diberlakukan Israel segera dicabut agar fase kedua gencatan senjata dapat berjalan penuh di Gaza. Ia menilai penghapusan hambatan sangat penting agar layanan publik tetap berfungsi dan upaya kemanusiaan dapat berjalan lancar.
Hambatan dan Dampaknya pada Gaza
Hambatan tersebut mengganggu kerja komite teknokratik yang dibentuk untuk mengawasi tata kelola harian di Gaza. Padahal, komite ini berperan penting dalam mengelola proses pemulihan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Komite teknokratik yang terdiri atas 15 pakar Palestina masih berada di Mesir dan belum dapat masuk ke Gaza meski perlintasan Rafah telah dibuka sebagian sejak 2 Februari. Mereka berada di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh mantan Presiden AS Donald Trump.
Isi Tahap Kedua Perjanjian Gencatan Senjata
Tahap kedua perjanjian mengatur beberapa poin utama:
- Penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza
- Pelucutan senjata kelompok Hamas
- Penempatan pasukan stabilisasi internasional untuk menjaga keamanan
Namun, Hamas menegaskan kemungkinan pelucutan senjata hanya akan dilakukan kepada otoritas pemerintahan Palestina di masa depan, sehingga menimbulkan tantangan dalam implementasi perjanjian.
Peran dan Syarat Masuk Komite Teknotratik
Menurut diplomat Bulgaria Nickolay Mladenov, utusan tinggi untuk Gaza yang ditunjuk Trump, ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelum anggota komite teknokratik dapat memasuki Gaza. Termasuk di antaranya adalah Hamas harus menyerahkan kendali sipil atas lembaga-lembaga di Gaza.
Ketidakpastian terkait mekanisme keamanan ini membuat fase kedua gencatan senjata berisiko gagal, sementara situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk.
Presiden Abbas menekankan pentingnya koordinasi dan penghapusan hambatan agar perdamaian dapat bertahan dan masyarakat di Gaza dapat segera merasakan pemulihan secara menyeluruh. Kondisi saat ini mencerminkan tantangan besar dalam upaya menstabilkan wilayah pasca konflik berkepanjangan.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com






