Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Inggris, benar-benar ditangkap pada 19 Februari 2026 atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Penangkapannya terjadi tepat 666 hari setelah insiden unik di London, ketika lima kuda dari Household Cavalry Mounted Regiment melarikan diri dan menimbulkan kekacauan di pusat kota.
Kejadian tersebut terjadi pada 24 April 2024 saat kuda-kuda seremonial, termasuk satu yang berlumuran darah, berhasil melepaskan diri dari para penunggangnya saat latihan pagi. Household Cavalry bertugas sebagai pasukan upacara resmi yang mewakili Raja Charles III dan negara secara simbolis.
Penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor
Polisi Inggris menangkap Andrew Mountbatten-Windsor dengan tuduhan penyalahgunaan jabatan publik setelah meninjau klaim bahwa dia berbagi informasi sensitif dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang sudah divonis. Penangkapan ini menambah kontroversi keluarga kerajaan yang selama ini menjadi sorotan publik.
Kaitan Angka 666 dan Kejadian
Fakta bahwa penangkapan berlangsung 666 hari setelah insiden kuda lepas diposting di media sosial dan menimbulkan spekulasi. Angka 666 dikenal sebagai "angka binatang" dalam Kitab Wahyu di Alkitab, sering dikaitkan dengan simbol kejahatan atau Antikristus. Namun, dalam konteks ini, angka tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan langsung selain kebetulan hitungan hari.
Detail Kronologi:
- 24 April 2024: Lima kuda Household Cavalry, salah satunya berlumuran darah, melepaskan diri saat latihan pagi di London.
- 19 Februari 2026: Andrew Mountbatten-Windsor ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan publik.
- Postingan media sosial muncul pada 20 Februari 2026 menyebutkan bahwa penangkapan berlangsung pada ulang tahun ke-66 Andrew dan melibatkan enam petugas polisi, dengan penekanan pada angka 666 hari sejak insiden kuda lepas.
Household Cavalry Mounted Regiment
Regimen ini memiliki peran penting dalam ritual kenegaraan dan keamanan raja. Meskipun insiden kuda tersebut tampak dramatis, tidak ada laporan korban serius dan situasi berhasil dikendalikan dengan cepat oleh pihak berwenang.
Penggunaan angka 666 dalam narasi seputar penangkapan Andrew lebih merupakan fenomena media sosial yang menggabungkan simbolisme dengan fakta sejarah. Tidak ditemukan bukti keterkaitan langsung antara kedua insiden tersebut selain keterlibatan keluarga kerajaan dalam dua peristiwa yang berbeda.
Berbagai sumber resmi hingga situs perhitungan waktu seperti Time and Date mengonfirmasi hitungan hari antara peristiwa tersebut memang 666 hari. Namun, narasi mistis yang melekat pada angka ini tidak memiliki dasar hukum atau fakta yang jelas terkait kasus Andrew.
Penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor adalah perkembangan serius dalam penyelidikan dugaan pelanggaran etika dan hukum yang sempat diselidiki selama bertahun-tahun. Sementara insiden kuda lepas lebih merupakan kejadian tak terduga dalam tugas seremonial militer.
Informasi ini menegaskan pentingnya memisahkan antara fakta kejadian legal dan isu-isu simbolis yang kerap muncul dalam pemberitaan viral di media sosial. Masyarakat disarankan untuk melihat data dari sumber resmi yang sudah terverifikasi dalam memahami kasus yang melibatkan figur publik berprofil tinggi seperti keluarga kerajaan Inggris.







