Canada PM Mark Carney Tembus Asia Cari Mitra Dagang Baru Gantikan Ketergantungan pada Amerika Serikat yang Memudar

Author: Qoo Media

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, melakukan kunjungan kerja ke Asia untuk mencari mitra dagang baru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kanada mengurangi ketergantungan ekonomi pada Amerika Serikat yang dinilai semakin tidak stabil.

Carney memulai lawatannya di India, sebagai destinasi pertama dari tur yang juga mencakup Australia dan Jepang. Dalam pernyataannya, Carney menegaskan bahwa Kanada berfokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

Menurutnya, menjalin kemitraan baru di luar negeri dapat menciptakan kepastian, keamanan, dan kemakmuran yang lebih besar bagi Kanada. Ia juga menilai bahwa tatanan global yang dipimpin AS tengah memudar dan negara-negara harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru tanpa mengandalkan sistem lama.

Kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk-produk seperti mobil, aluminium, kayu, dan baja, disebut Carney berdampak negatif pada ekonomi Kanada. Oleh karena itu, ekspansi perdagangan internasional di luar AS menjadi prioritas utama untuk menjaga masa depan ekonomi negara tersebut.

India menjadi fokus utama dalam upaya perluasan perdagangan bilateral. Carney menargetkan peningkatan volume perdagangan dua arah hingga lebih dari dua kali lipat menjadi CAN$70 miliar atau sekitar US$51 miliar pada 2030. Namun, pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi juga penting untuk meredam ketegangan diplomatik yang sempat terjadi.

Ketegangan tersebut muncul setelah tuduhan mantan Perdana Menteri Justin Trudeau yang menyebut India terlibat dalam pembunuhan seorang aktivis Sikh di Kanada pada 2023. Tuduhan ini dibantah keras oleh pemerintah India dan memicu krisis hubungan diplomatik yang serius.

Setelah kunjungan ke India, Carney melanjutkan perjalanan ke Australia, dengan agenda di Sydney dan Canberra. Perjalanan ini ditutup dengan kunjungan ke Jepang sebelum kembali ke Kanada pada awal Maret.

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bagi upaya Kanada dalam mencari mitra baru yang dapat memperkuat posisi ekonominya di tengah gejolak hubungan dagang dengan Amerika Serikat. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di Asia sebagai salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia.

Terbaru