
Gubernur Colorado Jared Polis membuka peluang untuk memberikan grasi kepada Tina Peters, mantan pejabat county clerk yang dihukum karena memanipulasi mesin pemungutan suara secara ilegal. Peters dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara setelah terbukti berusaha memengaruhi pejabat publik dalam kasus terkait klaim pemilihan presiden 2020 yang dianggap dicurangi.
Polis menyoroti ketimpangan hukuman dalam kasus serupa, yakni vonis ringan berupa masa percobaan dan pelayanan masyarakat bagi Senator Negara Bagian Sonya Jaquez Lewis. Keduanya dihukum atas dakwaan serupa, yaitu berusaha memengaruhi pejabat publik. “Keadilan harus diterapkan secara setara,” kata Polis lewat unggahan di platform X, menegaskan pentingnya konsistensi dalam pemberian hukuman.
Ia memperpanjang batas waktu pengajuan aplikasi grasi hingga tanggal 3 April agar dapat meninjau kembali kasus Peters. Langkah ini menunjukkan niat gubernur untuk mempertimbangkan aspek keadilan yang mungkin kurang proporsional dalam vonis yang diberikan.
Namun, Sekretaris Negara Colorado, Jena Griswold, menilai tindak pidana Peters jauh lebih serius dibanding Lewis. Peters dinilai telah membahayakan pondasi demokrasi dengan memfasilitasi pelanggaran keamanan pemilu yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem pemilu.
Peters sebelumnya dikenal vokal mendukung klaim mantan Presiden Trump soal kecurangan pemilihan yang tidak terbukti. Pada 2022, dia didakwa menyusul pelanggaran keamanan yakni bocornya kata sandi mesin pemungutan suara di blog sayap kanan. Peters, yang kini berusia 70 tahun, terbukti bersalah atas tujuh dakwaan, termasuk tiga kali berusaha memengaruhi pejabat publik.
Pengacara Peters, Peter Ticktin, menganggap vonis yang diterima kliennya terlalu berat dan berharap gubernur akan mengurangi masa hukumannya dalam waktu dekat. Selain itu, mantan Presiden Trump berkali-kali menyerukan pembebasan Peters dan mengkritik Polis karena belum memberikan grasi. Trump juga sempat memberikan pengampunan simbolis pada Desember sebelumnya, meskipun hanya berlaku di tingkat federal dan tidak berpengaruh pada tahanan negara bagian.
Berikut beberapa poin penting terkait kasus Tina Peters dan potensi grasi:
1. Tina Peters dihukum 9 tahun penjara atas pelanggaran keamanan pemilu dan percobaan memengaruhi pejabat publik.
2. Vonis ini dianggap jauh lebih berat dibandingkan hukuman ringan yang diterima Senator Sonya Jaquez Lewis dalam kasus yang dianggap serupa.
3. Gubernur Polis memperpanjang batas waktu permohonan grasi untuk menelaah kembali ketidakseimbangan hukuman.
4. Sekretaris Negara Colorado menegaskan dampak pelanggaran Peters jauh lebih besar dan merusak kepercayaan pemilu.
5. Peters mendapat dukungan dari mantan Presiden Trump yang telah memberikan pengampunan tingkat federal dan menyerukan pembebasannya.
Dengan latar belakang tersebut, perhatian publik kini tertuju pada keputusan gubernur tentang kemungkinan grasi. Keputusan ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan prinsip keadilan, dampak pelanggaran keamanan pemilu, dan nilai demokrasi di Colorado. Proses evaluasi ini akan menentukan nasib Peters dalam beberapa minggu ke depan.









