Gas Melonjak Drastis di Sembilan Negara Bagian AS, Konflik Iran Jadi Pemicu Utama Lonjakan Harga BBM Minggu Ini

Kenaikan harga gas di Amerika Serikat pekan ini menunjukkan lonjakan yang signifikan di beberapa wilayah. Secara nasional, harga rata-rata bensin jenis regular mencapai $3,32 per galon, naik sekitar 34 sen dibandingkan pekan sebelumnya, menurut data AAA.

Namun, kenaikan terbesarnya terjadi di beberapa negara bagian tertentu. Di sembilan negara bagian, harga bensin melonjak lebih dari 40 sen, dengan Indiana dan Ohio memimpin kenaikan paling tinggi sebesar 45 sen per galon.

Wilayah dengan Lonjakan Harga Gas Terbesar

Di tingkat kota metro, kenaikan harga bahkan lebih mencolok. Laredo, Texas; Winchester, Virginia; dan Jefferson County, West Virginia mencatat kenaikan melebihi 65 sen per galon dalam seminggu terakhir. Sedangkan kota-kota seperti Fort Wayne di Indiana, Cincinnati di Ohio, dan Orlando di Florida mengalami kenaikan lebih dari 50 sen. Ini menunjukkan adanya disparitas yang cukup besar antara wilayah-wilayah tertentu dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Daftar 10 Negara Bagian dengan Kenaikan Harga Gas Terbesar

  1. Indiana (+45 sen)
  2. Ohio (+45 sen)
  3. Negara bagian lainnya dengan kenaikan antara 40 hingga 45 sen

(Data lengkap per negara bagian tersedia melalui AAA).

Negara Bagian dengan Harga Gas Termahal

California tetap menjadi negara bagian dengan harga gas tertinggi di AS, mencapai rata-rata $4,91 per galon, naik dari $4,64 pekan lalu. Di kota-kota seperti San Francisco dan Santa Rosa, harga bensin sudah melampaui angka $5 per galon. Washington dan Oregon juga mencatat harga tinggi, masing-masing $4,49 dan $4,09 per galon, meski kenaikan harganya lebih lambat dibandingkan rata-rata nasional.

Sementara itu, negara bagian seperti Kansas, Oklahoma, dan Mississippi menawarkan harga bensin terendah di Amerika Serikat saat ini, memberikan alternatif lebih terjangkau bagi pengendara di wilayah tersebut.

Faktor Utama Penyebab Kenaikan Harga

Peningkatan harga bensin pekan ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga Brent crude, sebagai patokan internasional, meroket dari sekitar $70 per barel menjadi kira-kira $92 akibat konflik yang berlangsung di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz—jalur penting perdagangan minyak global.

Menurut Patrick De Haan, kepala analis energi di GasBuddy, dampak utama yang dirasakan konsumen di pompa bensin saat ini adalah akibat ketegangan militer di Iran. Kenaikan ini melampaui tren musiman biasa yang biasanya terjadi saat pergantian musim semi, ketika permintaan dan biaya bahan bakar musiman meningkat.

Dampak dan Respons Pemerintah

Presiden Donald Trump menyebut kenaikan harga ini sebagai konsekuensi sementara dari operasi militer di Iran, dan memperkirakan harga akan segera turun setelah situasi mereda. Di sisi lain, pihak Gedung Putih menegaskan bahwa tim energi sedang berupaya menjaga stabilitas harga dengan meningkatkan produksi energi domestik dan mengeksplorasi sumber minyak baru, termasuk dari Venezuela.

Ketidakpastian durasi konflik mempengaruhi prediksi harga bahan bakar. Namun, lonjakan harga minggu ini menandai kenaikan tercepat sejak awal konflik Rusia-Ukraina pada Maret tahun lalu.

Informasi ini penting untuk pengendara dan konsumen agar dapat merencanakan pengeluaran bahan bakar dengan lebih bijak. Pemahaman tentang dinamika pasar minyak dan faktor geopolitik memberikan gambaran jelas mengenai bagaimana pasokan dan permintaan global memengaruhi harga di tingkat lokal.

Terkait