Presiden Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan kesiapan negara tersebut menghadapi berbagai ancaman, menyusul serangan Iran yang terus berlanjut di kawasan Teluk. Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan menyatakan bahwa UEA tidak mudah menjadi target dan tengah menjalani “periode perang” yang akan membuat negara itu keluar lebih kuat.
Pernyataan Presiden UEA tersebut diungkapkan saat ia mengunjungi pasien yang terluka akibat serangan, sekaligus menegaskan bahwa serangan Iran telah mengenai berbagai sasaran penting seperti bandara, tempat wisata, dan konsulat AS di Dubai. Dalam unggahan di media sosial, Sheikh Mohamed menekankan perlindungan penuh terhadap keamanan dan warga negara UEA.
Serangan dan Dampaknya di Teluk
Iran meluncurkan serangan dengan drone dan rudal ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah fasilitas militer AS. UEA menjadi negara paling banyak diserang dengan 16 rudal balistik dan lebih dari 120 drone, termasuk serangan di pangkalan udara al-Dhafra dekat Abu Dhabi. Serangan lainnya juga mengenai bandara Dubai, area Palm Jumeirah, serta hotel mewah Burj Al Arab, sementara puing drone menyebabkan kebakaran di konsulat AS.
Kejadian ini menyebabkan gangguan besar pada penerbangan internasional dan operasi minyak serta gas, yang berimbas pada pasar energi global. Qatar, Saudi Arabia, dan Kuwait juga mengalami serangan, dengan beberapa rudal dan drone berhasil diintersep oleh sistem pertahanan negara masing-masing.
Tanggapan dan Ketegangan Politik
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat menyampaikan permintaan maaf atas serangan yang dilakukan di negara-negara tetangga yang menjadi basis militer AS. Namun, permintaan maaf tersebut langsung dibantah oleh ketua badan kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, yang menegaskan bahwa Iran akan terus melancarkan serangan terhadap target yang secara terbuka maupun diam-diam digunakan oleh musuh.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran membuka kesempatan untuk deeskalasi jika wilayah udara dan perairan negara tetangga tidak digunakan untuk serangan terhadap rakyatnya. Namun, ia menegaskan hak Iran untuk membela diri terhadap agresi AS dan Israel.
Retaliasi Iran dan Ancaman Infrastruktur Air
Salah satu titik utama ketegangan adalah serangan Iran terhadap fasilitas yang memasok air tawar. Pasukan Garda Revolusi Iran menargetkan pangkalan udara AS di Bahrain sebagai balasan atas serangan terhadap instalasi desalinasi air di Pulau Qeshm. Serangan itu mengganggu pasokan air untuk sekitar 30 desa, yang dinilai sebagai tindakan berbahaya dengan konsekuensi serius.
Seorang penasihat senior dari Atlantic Council memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas air dapat menimbulkan kekacauan yang lebih besar di kawasan Teluk. Sekitar 95 persen pasokan air di wilayah ini bergantung pada proses desalinasi, sehingga gangguan tersebut bisa membawa dampak luas bagi kehidupan dan stabilitas di Teluk.
Perkembangan Militer dan Politik Lanjutan
Di sisi lain, Amerika Serikat mengancam akan menyerang Iran lebih keras lagi dengan menargetkan lokasi baru sebagai respons atas serangan yang dilakukan. Presiden AS menegaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir angkatan lautnya telah menghancurkan banyak kapal Iran.
Israel juga melancarkan serangan udara besar-besaran ke fasilitas militer dan instalasi misil di Iran, termasuk pangkalan-pangkalan di Teheran dan Isfahan. Ratusan pesawat tempur dan misil dilaporkan diluncurkan untuk memukul kekuatan militer Iran.
Saat ini, Iran tengah mempersiapkan pemilihan pemimpin tertinggi baru. Majelis Ahli Iran dijadwalkan menggelar pertemuan penting dalam waktu dekat untuk menentukan sosok pengganti pemimpin tertinggi saat ini. Sementara itu, duta besar Iran untuk PBB menolak campur tangan AS dalam proses pemilihan tersebut.
Situasi di Teluk semakin tegang karena serangan berulang kali yang memperuncing krisis regional. UEA menunjukkan sikap tegas dan kesiapan pertahanan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional dari ancaman yang muncul akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan kekuatan internasional di kawasan tersebut.







