Israel Pukul Berat Beirut Selatan, Hezbollah Balas Serang Dengan Roket, Konflik Memanas dan Korban Melonjak Tajam

Israel melancarkan serangan udara hebat di pinggiran selatan Beirut pada Rabu malam. Serangan ini dilakukan menyusul peluncuran roket dan misil oleh kelompok militan Hezbollah ke wilayah utara Israel. Konflik yang melibatkan Lebanon dan Israel ini telah menyebabkan korban jiwa lebih dari 630 orang.

Sejak awal pekan ini, Israel sudah dua kali menargetkan pusat ibu kota Lebanon. Serangan ini terjadi dalam konteks eskalasi yang makin meluas di kawasan Timur Tengah. Para pejabat PBB dan negara anggota di New York secara resmi menyerukan agar pertempuran di Lebanon segera dihentikan.

Gelombang Serangan Terbaru di Beirut dan Balasan Hezbollah

Militer Israel mengumumkan serangan terbaru ke basis Hezbollah di Beirut selatan, yang merupakan benteng kuat kelompok yang didukung Iran ini. Dalam pernyataannya, militer Israel menyatakan akan menggunakan "kekuatan besar" sebagai respons atas serangan roket dari Hezbollah ke wilayah mereka. Warga di Beirut melaporkan ledakan hebat dan kepulan asap tebal di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Hezbollah mengaku meluncurkan drone serta puluhan roket dan misil canggih ke wilayah utara Israel. Serangan ini menyasar markas komando militer Israel di utara serta beberapa pos militer lainnya. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan akan memberikan balasan keras atas aksi tersebut.

Keterlibatan Iran dalam Konflik

Korps Pengawal Revolusi Iran melalui agen berita Fars menyatakan, mereka melakukan operasi gabungan dengan Hezbollah. Peluncuran roket dan misil dilakukan dari wilayah Iran dan Lebanon ke target-target di Israel. Keterlibatan langsung Iran menunjukkan adanya dimensi regional yang lebih luas di balik konflik ini.

Dampak Serangan terhadap Warga Sipil di Beirut

Salah satu sasaran serangan Israel adalah kawasan Aisha Bakkar di Beirut tengah, sebuah area padat penduduk dekat pusat perbelanjaan besar. Sebuah gedung apartemen mengalami kerusakan berat akibat serangan ini, memicu kepanikan warga setempat. Fawzi Asmar, seorang pemilik toko roti, menceritakan bagaimana ia menyelamatkan keluarga saat serangan terjadi.

Petugas medis darurat melaporkan berbagai cedera akibat serpihan dan pecahan kaca selama evakuasi korban. Menurut lembaga kesehatan Lebanon, sekitar 816.000 orang telah menjadi pengungsi akibat konflik ini, dengan 126.000 di antaranya tinggal di tempat penampungan kolektif.

Korban Jiwa dan Kerusakan di Wilayah Lain Lebanon

Serangan udara Israel juga menyasar beberapa daerah lain, termasuk desa Chaat di distrik Baalbek yang menewaskan delapan orang. Di kota Tamnin al-Tahta, delapan korban meninggal akibat serangan serupa, termasuk anggota keluarga asal Suriah. Bint Jbeil di sebelah tenggara juga menjadi lokasi serangan yang menimbulkan korban jiwa, enam di antaranya berasal dari satu keluarga.

Seruan Internasional dan Perkembangan Politik

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, pejabat tinggi dan negara anggota menyerukan agar konflik di Lebanon dihentikan segera. Sementara itu, utusan Israel untuk PBB, Danny Danon, menegaskan bahwa militer Israel akan terus beroperasi di Lebanon selama ancaman masih ada. Hal ini menunjukkan sikap keras Israel dalam menanggapi ancaman keamanan dari kelompok yang mereka anggap teroris.

Ketegangan antara Israel, Hezbollah, dan Iran ini terus memanas dengan intensitas serangan yang meningkat. Kondisi di Lebanon sangat dinamis dan berpotensi memperluas konflik regional yang sudah berlangsung lama. Warga sipil menjadi kelompok paling terkena dampak dengan kerugian manusia dan harta benda yang sangat besar. Pengembangan situasi selanjutnya masih menjadi fokus perhatian masyarakat internasional.

Terkait